Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 381


__ADS_3

"..." Olivia diam tak bersuara, ia juga benar-benar sudah mengantuk, terlihat dari ucapan dan ekspresinya, ia sangat lelah.


Setelah cukup lama tak ada jawaban, Alio membuka matanya sedikit dan menatap Olivia. "Tidak mau?"


Kata-kata itu membuat hati Olivia berdebar-debar dengan sensasi yang menggoda.


Wajah Olivia agak memerah, ia tak langsung menjawab dengan jelas, hanya perlahan menutup matanya sambil berkata dengan suara pelan. "Karena kamu sudah lama tidak tidur nyenyak, tidurlah sekarang!"


Olivia bersandar di dada Alio sambil menguap dan melanjutkan dengan lirih, "Sebenarnya selama beberapa hari ini, aku juga tidak bisa tidur."


...—oOo—...


Di luar jendela, terlihat langit penuh bintang yang gemerlapan.


Di dalam presiden suit, cahaya lampu yang minim, seorang pria dan seorang wanita berpelukan sambil tidur—hingga pagi.


Setelah dua hari susah tidur, dua hari gelisah, dua hari rindu, saat mereka saling berpelukan seperti ini, semua itu seolah-olah menghilang dalam sekejap.


Ketika Olivia terbangun lagi, di luar jendela sudah diterangi cahaya matahari


Cuacanya terlihat bagus...

__ADS_1


Di tempat tidur, tak ada lagi sosok Alio, sangat jelas pria itu sudah pergi pagi-pagi sekali, tempat tidur yang ditempatinya juga sudah tak lagi terasa hangat.


Namun, di udara, sepertinya masih tersisa aroma tubuh Alio. Olivia tak tahan dan memeluk selimut lalu mengendusnya dengan lembut, tapi kemudian ia merasa bahwa tindakannya ini terlalu naif.


Jadi, Olivia meletakkan selimut itu kembali dengan perasaan kesal. Sejak kapan aku mulai menjadi begitu ... tergila-gila pada pria itu?


Olivia menghela nafas, mengambil posisi duduk, lalu merapikan rambutnya.


Pakaian yang dikenakannya sudah kusut, sepertinya ia harus menghubungi Rena untuk membawakan pakaiannya ke Kementerian Luar Negeri.


Namun, begitu Olivia turun dari tempat tidur dan masuk ke ruang tamu, ia tercengang saat melihat setelan pakaian yang tertata rapi di atas sofa.


Pasti Alio yang menyiapkan semua ini, pria itu selalu sangat perhatian.


Siapkan makan malam untukku nanti malam, terserah mau makan apa.


Tulisan tangan Alio, tampak kuat dan tegas.


Olivia melihatnya, senyum kecil mengembang di bibirnya, ia merasa sedikit manis di hatinya.


Namun, begitu Olivia teringat bahwa mungkin Alio dan Angela Scarlett benar-benar akan menikah, ada rasa sakit yang samar di hatinya.

__ADS_1


Rasa manis tapi pahit seperti ini benar-benar tak enak.


Olivia mengganti pakaiannya dan dengan hati-hati memasukkan catatan itu ke dalam sakunya.


Sambil sarapan, Olivia menghidupkan handphonenya dan menelepon Rena.


"Akhirnya kamu menyalakan handphone, aku kira kamu diculik lagi, hampir aja aku lapor polisi."


"Batre handphoneku habis kemarin, saat aku cek pagi ini, udah penuh lagi," balas Olivia mencoba menjelaskan.


Olivia tahu, ini berkat Alio yang mengambil charger entah darimana untuk ngecas handphonenya. Olivia samar-samar ingat kalau Alio memang terbangun karena ada telepon di tengah malam, tapi pria itu tak membangunkannya hanya untuk ngobrol.


Dalam keadaan setengah sadar, Olivia samar-samar ingat kalo dirinya ... seperti dicium oleh Alio.


Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2