Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 263


__ADS_3

Alio mendekatkan dirinya dan tiba-tiba menarik Olivia ke dalam pelukannya.


Jaket yang baru saja dilepas Olivia terjatuh entah di mana, lengan Alio mengencang lebih erat dari sebelumnya dan Olivia bisa mendengar detak jantung Alio dengan jelas.


Olivia merasakan kehangatan dari Alio.


"Dengan cara ini kita tidak akan kedinginan," bisik Alio.


Olivia tersenyum dan bersandar di dada Alio. Detak jantungnya berdesir, ia merasa sangat gugup sekarang, tapi juga sangat nyaman dengan perlakuan Alio.


Alio memejamkan matanya lagi dan kembali tidur. Tubuh lembut wanita itu ada di pelukannya, ia merasa puas dan yakin, ini benar-benar kebahagiaan yang tak terbayangkan.


Alio adalah orang yang sangat sensitif, sehingga Olivia merasa perlu untuk tak terlalu banyak bergerak agar tak mengganggu tidur Alio.


Namun, ketika film selesai, Olivia memutuskan untuk membangunkan anak kecil yang juga tertidur, Olvi.


"Sayang, bangunlah," bisik Olivia lemah lembut.


Olvi terbangun dan melihat bahwa film sudah berakhir.


"Oh tidak! Aku tertidur!!" anak itu berteriak dengan penuh penyesalan dan sedih.

__ADS_1


Dengan cepat, tangan kecilnya menutup mulutnya sedikit.


Olvi menoleh ke arah orang tuanya, menahan tawanya dengan kedua tangannya yang kecil.


Kemudian anak itu tersenyum dan berkata dengan suara pelan. "Mama, apakah malam romantis dengan Papa berhasil? Tapi Papa benar-benar tidak romantis. Mama tidak boleh tergoda dengan buaya darat hhihih."


"Kami tidak... "


Mereka berdua benar-benar diejek oleh bocah kecil seperti Olvi.


Dengan ragu-ragu, Olivia menggerakkan tubuhnya dan melepaskan pelukan Alio. Tiba-tiba, suara lemah yang masih mengantuk terdengar, "Olvi, kamu benar-benar pandai bicara."


Alio sudah bangun.


Matanya terbuka, sambil menatap putranya, ia tersenyum kesal tapi sadis. Selain merasa malu, bocah kecil ini juga merobohkan martabatnya sebagai pria jantan. Pasti, putranya memiliki dendam kesumat padanya.


Olvi berulang kali mengedip-ngedipkan matanya, menunjukkan senyum malaikat andalannya pada Alio.


Alio tersenyum kesal melihat tingkah genit putranya.


Olivia merasa situasinya bisa memanas. Dengan cepat, ia membuka mulutnya. "Karena film sudah selesai, mari kita pulang."

__ADS_1


"Papa, aku tidak akan pulang dengan Papa malam ini. Besok aku libur sekolah. Aku sudah berjanji kepada Mama bahwa aku akan tidur dengan Mama malam ini. Ibu guru hilang bahwa seorang pria harus menepati janjinya. Setelah berjanji kepada orang lain, dia tidak boleh mengingkari janjinya!"


Alio tak menunjukkan ekspresi apa pun saat ia membuka pintu mobil dan berkata. "Turun dari mobil!"


Olvi tak tahu apa maksud Papanya dan hanya mengangkat kepalanya untuk bertanya kepada Mamanya, yang juga tak tahu maksud Alio.


"Marilah kita keluar dari mobil dulu, lalu kita bisa bicara," ucapa Olivia sambil keluar dari mobil, menunggu Olvi turun dan memberinya jaket.


"Mama, jika Papa bersikeras membawa aku pulang, tolong minta padanya dan gunakan pesona terbaik Mama!"


Tangan kecil Olvi memegang erat celana Olivia karena ia tak ingin pulang bersama Alio.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thank you so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2