Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 117


__ADS_3

Olvi melipat tangannya didepan dada. "Papa bahkan mengancam anak berumur empat tahun."


Alio mendengus sebagai jawaban dan tak menunjukkan kelembutan pada putranya.


Biasanya, anak itu bertindak dan berbicara seperti anak kecil yang dewasa dan bijaksana, sekarang anak itu ingat kalau ia baru berusia empat tahun.


...—oOo—...


Alio pergi ke luar negeri untuk berkunjung sebagai perwakilan negara dan kembali lima hari kemudian.


Sore harinya, pria itu turun dari pesawat dan Arnold langsung mengantarnya ke kediaman Presiden.


Seluruh maid dan butler di kediaman Alio Wilson keluar untuk menyambut pria itu, Olvi juga tampak terawat selama beberapa hari ini.


Anak itu mendatangi Alio dan memeluk pria itu sambil berkata. "Papa, aku melihatmu di TV."


Alio merasa puas dengan pelukan putranya, pria itu mengulurkan tangannya yang panjang untuk mengangkat putranya.


Lalu, Alio tanpa sadar melihat sekeliling. "Di mana Olivia?" tanyanya saat tak menemukan sosok wanita itu.


"Nyonya belum kembali sejak nyonya keluar hari itu," jawab Sebas.


Wajah Alio berubah jadi dingin.


Oke! Jadi, wanita itu kabur dari rumah?

__ADS_1


Olvi memegang leher Alio dengan tangannya dan mengerutkan keningnya. Lalu, bertanya. "Papa, apakah sekarang Papa dan Mama sedang bertengkar? Apakah Mama marah denganmu?"


"Apa yang bisa kita pertengkarkan?" jawab Alio datar.


"Lalu kenapa Mama tidak pulang?" Olvi memayunkan bibirnya.


Alio terdiam beberapa saat dan kemudian berkata. "Siapkan mobil!"


...—oOo—...


Di sisi lain, dua wanita duduk bersila di sofa sambil makan buah-buahan dan menonton TV.


Awalnya, Olivia memegang remote TV dan mengganti channel tv secara monoton.


Akhirnya, wanita itu berhenti di channel berita.


Tapi, Rena segera mengambil remote TV dari tangan Olivia. "Kenapa menggantinya? Itu tampak hebat, lihat … Pak Presiden sangat tampan! Olivia, apakah kamu memperhatikan sejak dia menjadi Presiden negara kita, berita itu bahkan terlihat seperti drama aktor idola? "


"Kamu menonton saja, aku akan mandi dan tidur. Masker di wajahmu sudah saatnya harus dilepas." Olivia meletakkan bantal di tangannya dan bangkit.


Saat itu...


Tiba-tiba bel pintu tempat tinggal Rena berbunyi.


"Eh, siapa yang datang saat larut malam begini?" Rena dengan curiga bangkit dari sofa.

__ADS_1


Olivia juga berhenti dan memperingatkan Rena. "Lihat siapa yang ada di luar dulu sebelum membuka pintu!"


"Iya, aku tahu." Rena dengan hati-hati menyipitkan matanya dan mengintip keluar.


Pada pandangan pertama, Rena pikir ia salah lihat, lalu wanita itu mengusap matanya dan melihat lagi.


"Ahh!–" Rena berteriak hingga masker di wajahnya terjatuh.


Olivia takut karena teriakan Rena. "Ada apa? Siapa itu? Haruskah kita menelpon polisi?"


Sudah sangat terlambat, Olivia takut itu adalah seorang pembunuh.


"Olivia ... Pria itu ... Ada di luar pintu!" Rena menunjuk ke arah pintu dan tak bisa berbicara lagi untuk saat ini.


"Pria itu? Siapa?" Olivia berjalan dan mengintip melalui lubang intip.


Rena berbicara lagi. "Itu Pak Presiden!"


Olivia tercengang, sekarang, ia juga melihat pria itu melalui lubang intip.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2