
"Sepertinya ... kalian terjebak cinta segitiga yang rumit. Yah, karena dia memilih baju ini untukmu dan sekarang kamu ada di sini, aku tidak akan bersikeras mengambilnya darinya."
Mengetahui Olivia punya kekasih, Angela merasa jauh lebih tenang saat ia menatap wanita itu lagi.
"Bungkus kemeja ini dan berikan kepada Nona Olivia! Saya tidak menginginkannya lagi," ucap Angela pada staf toko
"Baik."
Olivia tetap diam dari awal hingga akhir, Yuta mengambil tas belanjaan yang diserahkan oleh staf toko dan berjalan keluar dari toko menggandeng tangan Olivia di hadapan Julia.
Julia melontarkan tatapan yang marah bercampur sedih pada mereka seolah-olah akan menusuk mereka berdua.
Kemudian air mata mengalir keluar dari mata Julia tanpa di duga, melihat mereka berdua yang mulai menghilang dari pandangannya, Julia hanya merasa kalau hatinya sakit lagi.
Julia sudah mencintai dan menunggu Yuta selama bertahun-tahun.
Hanya beberapa hari yang lalu, pria itu masih berada dalam jangkauannya, tapi begitu ia pulang dari luar negeri dan kembali ke dunia di mana Olivia berada, semuanya telah berubah!
"Berhenti menangis! Apa gunanya? Aku pikir ... mereka pasangan yang cocok dan serasi," ucap Angela menyerahkan saputangan kepada Julia.
Sebenarnya, Angela berharap Olivia dan Yuta adalah sepasang kekasih sungguhan.
__ADS_1
Saat Angela pertama kali bertemu Olivia, wanita itu sudah penuh kewaspadaan.
"Kamu tidak mengerti...," balas Julia masih melihat ke arah di mana Yuta dan Olivia menghilang.
"Memang, aku tidak bisa memahami cinta segitigamu yang rumit. Tapi aku tahu satu hal, kekasihku harusnya hanya boleh mencintaiku!"
Angelia mengangkat dagunya dengan percaya diri.
Memikirkan pria terhormat dan bermartabat itu, wajah Angela berubah merah dan hatinya penuh dengan kekaguman. "Pria yang aku pilih pasti yang terbaik di dunia ini dan orang yang paling mencintaiku!"
...—oOo—...
Yuta menatap tangan mereka yang terpisah dan merasa bersalah. "Maaf, aku mungkin sudah menyebabkan beberapa masalah untukmu barusan."
Olivia menggelengkan kepalanya. "Aku tahu kamu mencoba membantuku. Tapi ... Julia mungkin salah paham dengan kita."
"Maaf, aku mungkin ... sudah memanfaatkanmu dan mengambil kesempatan dalam kesempitan," ucap Yuta terus terang meminta maaf dengan jujur.
Yuta sengaja memegang tangan Olivia dan pergi untuk menghindari Julia, akan lebih baik bagi mereka untuk tak memiliki perasaan satu sama lain.
Selain itu, sekarang pikiran Yuta penuh dengan Olivia dan ia berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk bertemu dengan wanita itu.
__ADS_1
Olivia tak peduli tapi menghibur Yuta. "Jangan merasa menyesal! Bagaimanapun, Julia sudah membenciku sejak lama. Bahkan, jika tidak ada yang terjadi, setelah kau putus dengannya, dia pasti akan menyalahkanku. Jadi ... tidak apa-apa."
"Julia tidak masuk akal bersikap seperti itu, tapi dia tidak seperti itu sebelumnya."
Olivia tertawa. "Kamu terlalu naif."
Namun, Julia sudah berpura-pura polos di depan Yuta selama bertahun-tahun, jadi tak heran Yuta akan mempercayai wanita itu.
"Lupakan dia." Yuta tersenyum. "Mobilku diparkir di luar. Ayo pergi mengunjungi Ayahmu sekarang! Waktu kita sudah hampir habis."
"Oke!"
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1