Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 138


__ADS_3

Olivia menatap pria itu, meskipun Alio mengenakan pakaian pelindung yang tebal, pria itu masih terlihat sangat menawan.


Terutama saat Alio melihat ke bawah untuk memeriksa setelan Olivia, jantung wanita itu berdebar-debar dan perasaan campur aduk melonjak.


"Terima kasih," ucap Olivia tiba-tiba.


Alio mengangkat matanya untuk menatap wanita itu. "Apakah kau takut?"


"Tidak," jawab Olivia sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia merasa sangat aman bersama pria itu.


"Pakai masker dan sarung tanganmu!" suruh Alio, memakaikan masker di wajah Olivia.


Gerakan pria itu sama sekali tak lembut, tapi saat jari-jari Alio yang hangat menyentuh pipi Olivia, ia merasa hati dan tubuhnya akan meleleh.


Alio memperingatkan. "Setelah kita masuk, apapun yang terjadi … JANGAN melepas masker dan sarung tanganmu!"


Suara pria itu sangat mendominasi dan berat.


Olivia merasa sedikit senang di hatinya dan tersenyum. "Oke, aku akan mendengarkanmu."


Alio cukup puas dengan sikapnya yang patuh, setelah melirik Olivia dua kali lagi, pria itu juga memakai maskernya.


Olivia tiba-tiba melepas maskernya dan berkata. "Aku benar-benar harus berterima kasih untuk hal lain juga."

__ADS_1


"Hah?" Alio tak mengerti.


"Ini tentang pekerjaan ku," ucap Olivia lembut dengan tatapan penuh rasa terima kasih.


Saat Olivia membahas hal ini, Alio mendengus dengan dingin. "Aku sudah membuat keputusan yang tidak penting! Kau memang pandai memikat pria. Bukankah kau memiliki Lucas sebagai pelindungmu, jadi kau tidak membutuhkanku."


Alih-alih marah pada pria itu, Olivia malah tertawa. "Oke, itu bukan masalah besar, aku akan memasak makanan lain untukmu dan menebus kesalahanku, oke?"


Olivia ingat apa yang dikatakan Olvi padanya di telepon terakhir kali.


Tidak heran Alio pikir Olivia akan memasak dan berterimakasih padanya malam itu.


"Siapa yang ingin? Chef di rumah lebih profesional."


"Lalu, apa yang kamu inginkan?" tanya Olivia.


Alio merenung sejenak sambil menatap wanita itu, kemudian sesuatu muncul di benaknya dan matanya perlahan-lahan menjadi panas.


Hati Olivia gemetar saat melihat pria itu dan setelah itu, Alio berbisik dengan suara serak. "Apa yang kuinginkan lebih dari sekadar makan malam."


Mata pria itu begitu dalam dan intens sehingga Olivia tiba-tiba merasa panas dan dalam bahaya.


Olivia segera berbalik dan berjalan keluar. "Sekarang kita sudah selesai berpakaian, ayo kita pergi!"

__ADS_1


Tanpa berhenti, wanita itu membuka pintu, tapi ia masih bisa merasakan tatapan panas di belakangnya.


Jantung Olivia berdetak seperti disko.


Alio melihat wanita itu melarikan diri, tiba-tiba ia merasa tertarik untuk bermain dengan Olivia.


...—oOo—...


Ada banyak pasien yang tinggal di bangsal isolasi.


Alio dikelilingi oleh pejabat, staf medis dan wartawan tv nasional.


Olivia berdiri sebagai anggota keluarga pasien, mengikuti Alio di baris terakhir.


Setelah memasuki pintu pertama bangsal, Olivia melihat banyak ruangan dengan kaca terekspos, di dalam ruangan itulah para pasien berada dan setiap ruangan memiliki tingkat keparahan virus masing-masing.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2