Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 328


__ADS_3

Rena terdiam dan terkejut sejenak. Keinginan Nyonya Obella untuk menemukan putrinya menyebabkan hatinya sedih yang tak tertahankan.


Rena melirik Olivia meminta bantuan. Olivia, sebagai seorang ibu, secara otomatis lebih memahami rasa sakit dari perpisahan antara darah daging. Tapi untuk hal semacam ini, ia tak bisa membantu.


Olivia menatap Lucas, memberi isyarat padanya untuk tidak bicara sembarangan. Kemudian, Olivia berkata. "Nona Rena lahir dari keluarga Martinez. Kedua orang tua kandungnya masih hidup dan sekarang keluarga Martinez tinggal di luar kota."


"Ah begitukah?" gumam Nyonya Obella. Meskipun begitu, matanya tampak kecewa. "Maafkan saya, Nona Rena."


"Anda tidak perlu meminta maaf, saya mengerti bahwa Anda hanya ingin menemukan putri Anda," Rena mencoba menghibur Nyonya Obella. "Anda pasti akan menemukannya, cepat atau lambat."


Nyonya Obella menarik bibirnya, terlihat pahit. "Saya kehilangan putri saya saat dia masih remaja, dan sejak itu saya tidak melihatnya lagi selama bertahun-tahun. Saya bahkan tidak tahu apakah dia sekarang berada di panti asuhan atau diadopsi oleh orang yang baik hati. Saya sangat berharap saya bisa menemukannya, dalam keadaan hidup atau mati."


Makanan bersama seharusnya menjadi momen kebahagiaan, namun hal itu berubah menjadi sedikit sedih ketika Nyonya Obella menyebut putrinya yang telah hilang selama bertahun-tahun.


Olivia tak tahu kenapa, tetapi melihat sosok Nyonya Obella, hatinya merasa tak nyaman dan dadanya seperti tersumbat.


Setelah makan, Lucas pergi ke kasir untuk membayar tagihan sementara Rena menemani Nyonya Obella untuk pergi lebih dulu.

__ADS_1


Olivia pun mengikuti Lucas ke kasir.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Lucas.


"Terakhir kali aku mengatakan akan mengajakmu makan, jadi tentu saja aku yang akan membayarnya," ucap Olivia sambil menyerahkan kartu ATM ke kasir.


Lucas tak terlalu memikirkannya dan tak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Olivia.


Oleh karena itu, Lucas membiarkan Olivia yang membayar.


"Kau tahu, kan? Ketika Nyonya Obella menceritakan tentang putrinya. Jujur, apakah kau punya petunjuk?" lanjut wanita itu.


Lucas tersenyum saat mendengar pertanyaan Olivia. "Wah, sudah lama kita nggak ketemu nih, tapi sepertinya kamu semakin pintar saja."


Olivia menyipitkan matanya. "Jangan mengalihkan topik! Jawab pertanyaanku dong. Kamu punya petunjuk tentang keberadaan putri Nyonya Obella, kan? Kenapa kamu tidak bilang aja ke dia?"


"Iya, aku memang punya petunjuk. Sebenarnya aku ingin bilang ke Nyonya Obella kalau kamu adalah putrinya yang hilang," jawab Lucas dengan nada setengah percaya dan setengah tak yakin.

__ADS_1


Olivia terdiam sejenak, kemudian memandang Lucas dengan tatapan tajam. "Aku tahu bahwa kamu tidak bisa dipercaya. Nyonya Obella membuat kesalahan besar dengan mempercayaimu untuk mencari putrinya yang hilang. Dan kesalahan yang lebih besar lagi adalah, dia masih menganggapmu sebagai menantunya."


Lucas tidak menjawab, hanya diam membiarkannya.


Ketika mereka berjalan menuju pintu, Olivia memalingkan wajahnya dan menatap tajam ke arah Lucas. "Jangan mengulangi leluconmu tadi, mengatakan bahwa aku adalah putri Nyonya Obella."


Lucas meliriknya, "Aku serius tadi, kok. Lihatlah ke cermin, kamu sangat peduli pada Nyonya Obella, seperti ibu dan anak yang sebenarnya."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2