Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 28


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Alio penasaran, lalu meletakkan korannya di atas meja saat ia merespon putranya.


Sikap Alio agak berbeda saat ia menanggapi Olivia.


"Anda tidak pulang selama satu bulan, jadi saya pikir ... Anda sudah tidak peduli lagi dengan saya," jawab olvi cepat dengan ekspresi cemberut.


Olivia yang sedang memakan roti selai coklat berhenti sejenak lalu tanpa sadar matanya melirik ke arah Alio yang nampak terkejut.


Rupanya, pria itu tak menyangka kalau putranya akan berkata seperti itu, batin Olivia.


Setelah pulih dari keterkejutannya, Alio pun menjelaskan sambil menatap Olvi dengan ekspresi serius. "Kau itu putraku, darah dagingku, mana mungkin aku tidak peduli denganmu?"


Saat mendengar pernyataan Alio barusan, Olivia sangat terkejut sampai-sampai ia tersedak.


Kali ini, Olivia yang tak menyangka kalau Alio akan mengatakan kalimat itu.


"Benarkah?" tanya Olvi lalu mengerutkan alisnya sambil menatap ayahnya untuk memastikan.


"Olvi sayang, jangan khawatir! Apa yang dikatakan Papamu itu benar. Jadi, kamu juga harus mengerti kalau Papamu itu adalah orang yang sangat sibuk, oke?" jelas Olivia sambil mengelus rambut putranya dengan lembut untuk menenangkan hatinya yang sensitif.


Setelah mendengar penjelasan dari sang ibu, Olvi mengangguk sambil tersenyum gembira. "Oke, aku mengerti."


"Sip, sekarang kamu harus memakan sarapanmu!" ucap Olivia dengan suara lembut, lalu meletakkan roti selai coklat yang baru selesai ia oles di atas piring Olvi.


Alio yang melihat pemandangan kehangatan keluarga tersebut menjadi bingung dengan perubahan sikap Olivia.


Alio bertanya-tanya di dalam hatinya. Apakah Olivia adalah orang yang sama dengan wanita yang sudah menamparnya saat itu? Ataukah ... memang inilah sifat asli wanita itu sebenarnya?

__ADS_1


Olivia tersenyum hangat saat melihat putranya mulai menyantap sarapannya dengan lahap, kemudian tanpa sadar pandangannya pun beralih ke arah pria itu.


Alio sudah mengalihkan pandangannya dari Olivia dan pura-pura membaca koran dengan gaya yang elegan.


Olivia pun kembali melihat ke arah Olvi sambil tersenyum.


Sedangkan Alio, diam-diam memperhatikan dua orang di depannya dari balik koran sambil tersenyum samar.


Sungguh pemandangan yang sangat indah, batin Alio yang entah kenapa merasa bahagia.


Apakah ini karena sekarang Alio memiliki sebuah keluarga yang selama ini ia dambakan?


...-oOo-...


Beberapa hari kemudian.


Hari ini, untuk pertama kalinya setelah magang di Kementerian Luar Negeri, Olivia diminta menghadiri konferensi yang diadakan oleh Perdana Menteri.


Dan ini juga merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk Olivia menambah pengalamannya.


"Hmmm, tumben sekali hari ini kamu hampir telat? Tidak seperti kamu yang biasanya selalu on time?"


Baru saja Olivia duduk di meja kerjanya, Rena—sahabatnya sudah melontarkan banyak pertanyaan.


"Yah ... begitulah. Aku itu hampir saja terlambat karena terjebak macet," jawab Olivia menjelaskan.


"Oh iya, Olivia. Materi pentingnya sudah selesai, kan?" tanya Rena lagi sambil menatap sahabatnya itu dengan wajah serius.

__ADS_1


"Tenang saja, beres," jawab Olivia bangga dan mengacungkan jempolnya.


Setelah itu, Olivia dan Rena berjalan di belakang staf Kementerian Luar Negeri untuk menyambut tamu penting di dekat pintu masuk.


Rumornya, Perdana Menteri Inggris datang dengan lead translator handal yang sering dibicarakan akhir-akhir ini.


Sebenarnya, Olivia juga penasaran dengan sosok tersebut sampai akhirnya diberi kesempatan untuk melihatnya sendiri.


Tak lama kemudian, mobil Perdana Menteri Inggris datang dengan perlahan.


Mobil itu pun berhenti, lalu sekelompok orang dari negara Inggris turun dari dalam sana.


Di antara mereka ada seorang pria yang menarik perhatian.


Meski Olivia berdiri di belakang kerumunan, ia langsung mengenali pria itu.


Dan pria itu adalah...


Yuta? Gumam Olivia agak terkejut.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2