
"Berhentilah bercanda!" Olivia mendorong kepala Lucas menjauh dan menatap pria itu dengan curiga. "Aku belum bertanya padamu, kamu jelas bukan orang yang seharusnya kencan buta denganku, apa yang kamu inginkan?"
Lucas menjelaskan. "Laki-laki yang seharusnya kamu kencani adalah temanku. Dia dan mantan istrinya terikat erat satu sama lain sekarang dan mereka berencana untuk menikah lagi. Jadi dia memintaku untuk membantunya. Bukankah, kamu seharusnya senang kalau kamu pergi kencan buta denganku?"
Olivia mengangguk perlahan. "Itu benar, terima kasih, jika tidak aku masih akan mencari pekerjaan lain."
Apalagi, tuan muda kedua itu cukup imut, meskipun pria itu bukan orang yang harus pergi kencan buta dengan Olivia, ada baiknya untuk berteman dengannya.
"Baiklah, makan sarapanmu dulu, gajimu selama beberapa bulan jangan di sia-siakan!" Lucas mengelus rambut Olivia.
Saat mereka berdua hampir selesai sarapan, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dan berderet rapi datang mendekat.
Melihat dengan seksama, Olivia memperhatikan banyak orang berpakaian serba hitam yang tampak terlatih dengan patuh berdiri di luar dan orang-orang itu mengenakan headset bluetooth.
"Bodyguard kamu?" tanya Olivia.
Lucas menggelengkan kepalanya. "Bukan, saudaraku yang punya banyak bodyguard, tapi aku belum mendengar kalau saudaraku akan datang ke sini hari ini."
Dave asisten Lucas datang dengan langkah cepat dan membisikkan beberapa kata kepada pria itu, Lucas mengangkat alisnya dan bergumam. "Tidak heran."
__ADS_1
Ketika Dave pergi, Lucas menyeka mulutnya dengan lembut dan berbisik kepada Olivia."Presiden akan segera datang."
"Apa?" Olivia terkejut.
"Jangan terlalu dipikirkan! Ayo pergi dan bermain golf," ajak Lucas kemudian.
Lucas menarik tangan Olivia dan membawanya pergi, wajah wanita itu cemberut. "Tapi, aku tidak tahu cara bermain golf."
"Jangan khawatir! Aku akan mengajarimu."
...—oOo—...
Setelah menaiki mobil listrik sebentar, mereka berdua sampai di lapangan golf dan Olivia terus melihat-lihat sekelilingnya.
"Kenapa kamu bingung? Apa yang kamu cari?" Lucas meminta seseorang untuk mengambil Iron (tongkat untuk bermain golf) kesayangannya dan kemudian memberikannya kepada Olivia.
Lucas memegang wajah Olivia dan memaksanya untuk melihat ke depan. "Lihatlah bolanya! Tidak ada gunanya melihat ke belakang."
"Oke." Olivia mengangguk, ia harus melakukan ini untuk membayar utang terima kasihnya.
__ADS_1
Namun, setelah mengayunkan tongkat beberapa kali tapi gagal memukul bola, Olivia menjadi frustasi dan Lucas terus tertawa ngakak di sebelahnya sambil menyeruput minumannya.
"Jika kamu terus menertawakanku, aku tidak akan bermain lagi!" kesal Olivia melototi Lucas.
Pada saat yang sama, suara mobil listrik lain datang dari kejauhan. Olivia menoleh ke asal suara dan melihat ada lebih dari selusin mobil listrik datang beriringan, di dalam mobil itu Olivia melihat ada banyak bodyguard yang perlahan mendekat.
Lucas juga melihat deretan mobil listrik itu dan kemudian melirik Olivia. Pria itu berjalan menuju Olivia, lalu ia menyesap minumannya dengan siku yang bersandar di pundak Olivia.
"Apakah kamu pernah melihat Presiden?" Lucas bertanya.
"Tentu saja," jawab Olivia mengangguk.
"Kamu pernah bertemu dengannya?" Lucas tak menyangka.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~