
Yan Yujie, Xiu Jimei dan Xiu Jikai mencoba menarik kail pancing ikan. Tapi saat ikan itu terlihat menyerah dan justru berenang lebih cepat.
Mereka akhirnya menghela napas pada awalnya. Berpikir jika ikan sudah menyerah.
"Xiao Mei, pegang sebentar. Aku ingin minum air dulu," kata Yan Yujie.
Xiu Jimei mengganggu. "Baiklah, tidak masalah." Dia mengambil alih.
Pancingan menjadi lebih ringan namun ada hal yang aneh. Energi spiritual Yin yang cukup besar sepertinya mendekat ke arah mereka. Namun tebakan semuanya salah. Kail pancing yang awalnya berat dan ringan itu sepertinya telah memancing sesuatu yang cukup berbahaya.
Tanpa diduga, kail pancing ditarik sangat kuat oleh ikan roh hantu hingga Xiu Jimei dan Xiu Jikai yang menjaganya tak siap untuk bereaksi. Keduanya terjatuh ke air laut yin yang sangat aneh.
"Xiao Mei, Xiao Kai!" Yan Yujie tersedak air dan terkejut melihat perubahan yang baru saja terjadi. Dia tidak memedulikan lagi rasa hausnya dan buru-buru mencoba untuk menangkap tubuh keduanya.
Namun masih terlambat satu langkah. Wang Xuyue serta yang lain juga panik. Bahkan Ming Zise tidak berdaya. Sebagai seorang guru pendamping, ini bukan tugasnya untuk membantu si kembar. Jangan ganggu waktu ujian, jadi patuhi saja keinginannya.
Xiu Jimei dan Xiu Jikai jatuh ke lautan hantu yang dingin dan gelap. Pancingan sudah terlepas dari tangan Xiu Jimei namun ikan roh hantu yang dipancingnya itu justru tidak menyerang Xiu Jimei atau Xiu Jikai, melainkan berenang ke arah perahu.
Ukuran ikan roh hantu yang cukup besar membuat si kembar terkejut. Ini sejenis ikan buntal yang tubuhnya penuh duri tajam beracun.
Xiu Jimei terlambat untuk membuat array di sekitar tubuhnya. Dia segera naik ke permukaan bersama Xiu Jikai.
Saat keduanya muncul, ikan buntal roh hantu itu sudah menyerang kapal dan hampir merusaknya. Awak perahu tidak berdaya dan ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Apakah dia begitu sial hari ini?
__ADS_1
"Syukurlah kalian berdua baik-baik saja. Ikan buntal ini ingin membalikkan perahu," teriak Wang Xuyue.
Ikan buntal roh hantu memiliki duri tajam di tubuhnya. Saat menyerang atau dalam bahaya, tubuhnya akan membentuk seperti bola dan duri-duri nya langsung mengembang.
"Ikan buntal itu sepertinya fokus pada Yan Yujie." Jia Lishan menyadari sesuatu.
Sejak awal, ikan buntal roh hantu itu tidak menyerang mereka, melainkan menargetkan Yan Yujie.
Adapun Yan Yujie yang kini wajahnya sedikit menegang, tidak tahu kenapa dia diserang olehnya. Sepertinya yang dikatakan awak perahu benar, ikan-ikan roh hantu mungkin akan tertarik dengan energi Yin yang disuntikkan ke permukaan laut. Tapi di sisi lain juga membuat mereka agresif untuk menyerang.
Karena kerasnya benturan dan perahu mulai berlubang oleh duri ikan buntal, kelopak Xiu Jimei segera melakukan serangan. Ming Zise menghindar dan membiarkan mereka mengatasinya sendiri. Jika ada masalah lain, dia akan maju.
"Ikan buntal ini sangat gemuk. Tidak ada daging, hanya dipenuhi udara dan duri," komentar Xiu Jimei tidak puas saat dia melompat dari dalam air dan menggunakan energi spiritualnya untuk bisa berdiri di atas air.
"Tentu saja ambil dan buat hidangan yang lezat meski aku tidak bisa memakannya. Kalian pasti akan suka." Gadis itu mengeluh.
"..." Xiu Jikai yakin adiknya lapar kali ini. Dia melihat Xiu Jimei menyentuh perutnya.
Air laut yang bergelombang membuat si kembar sedikit terombang-ambing di atasnya. Tapi Xiu Jimei dan tidak bisa terlalu lama tersentuh oleh energi spiritual Yin yang terlalu besar. Dia bahkan agak lesu saat ini. Perutnya keroncongan.
Di mata Ming Zise, aura spiritual emas dari esensi delapan dewa-dewi menyelimuti Xiu Jimei dan menyerap energi spiritual Yin yang mengotorinya. Tapi itu menguras energi terlalu banyak. Ming Zise tidak berdaya.
Kelompok lain juga sibuk dengan masalah sendiri yang sama-sama tidak baik. Ikan-ikan roh hantu di dunia ini sangat aneh dan memiliki kebiasaan yang tidak jelas.
__ADS_1
Xuan Xing sepertinya telah memprediksikan sesuatu. "Keluar dari perahu. Ini tidak bisa dipertahankan lagi!"
Ekspresi mereka segera berubah saat perahu mengalami retakan dan hampir hancur. Mereka langsung meninggalkan perahu. Jia Lishan menarik kerah belakang awak perahu yang bergerak terlalu lambat.
Tepat ketika mereka melompat, perahu dihancurkan. Tapi itu belum berakhir. Ikan buntal roh hantu segera menyerang Yan Yujie, membuka mulutnya selebar mungkin dan menelannya tanpa ragu.
Yan Yujie yang tidak memiliki kesempatan untuk bicara merasa kepalanya pusing dan penglihatannya gelap.
"Yujie! Kenapa kamu begitu malang di setiap kesempatan. Apakah dewa kesialan sangat membencimu setengah mati?" Wang Xuyue mengeluh sepanjang waktu dan bosan saat melihat Yan Yujie selalu terkena sial.
Melihat Yan Yujie ditelan ikan buntal, Xiu Jikai tidak ragu untuk menyelam kembali demi mengejar ikan buntal roh hantu itu. Xiu Jimei ingin ikut, namun Ming Zise menahannya.
"Kamu sudah seperti ini. Serahkan pada kakakmu," bujuk pria itu.
"Kenapa ikan buntal jelek itu menangkap kakak sepupu?"
"Ada yang bemain tangan."
"Itu pasti tiga kultivator hantu yang sebelumnya mencelakai Yujie. Kuharap mereka bisa ditelan ikan hiu!" Xiu Jimei sangat marah.
Sebelum mereka bisa tenang dan menunggu Xiu Jikai kembali, awan di atas lautan hantu tiba-tiba berubah gelap. Guruh saling bersahutan. Lalu embusan angin kencang muncul tiba-tiba.
"Ada apa ini? Badai?" Kin Wenqian melihat langit yang benar-benar gelap.
__ADS_1
Kemudian mereka mendengar sebuah seruan, "Bahaya! Tornado hantu datang!"