
Sementara itu pada keesokan harinya di sisi lain hutan alam sekuler, Yan Yujie, Kin Wenqian, Xuan Xing, Jia Lishan serta Wang Xuyue berniat menyusul Xiu Jimei. Mereka menggunakan array teleportasi milik Wang Zheming. Jika bukan karena permohonan mereka, Wang Zheming enggan membiarkan anak-anak pergi.
Tapi alam sekuler hampir kacau di masa depan. Mungkin dengan melakukan perjalanan ini, mereka bisa mencari pengalaman di sana. Jadi dia setuju.
Sayangnya, titik tiba array teleportasi tidak terlalu tepat. Mereka sebenarnya dikirim ke titik yang jauh dari permukiman. Tempat di mana binatang sekalipun tidak berani buang kotoran di sana.
"Xiaoxing, apakah ini benar-benar tempatnya?" tanya Wang Xuyue pada Xuan Xing, sedikit takut.
Udara di dalam hutan cukup dingin. Mungkin ini bukan masalah besar bagi mereka. Tapi setelah berjalan cukup lama, suhu di udara semakin menurun. Ini tidak normal.
Kin Wenqian serta yang lainnya juga merasa ada yang aneh. Xuan Xing sendiri sebagai pengguna elemen es seperti merasakan energi spiritual samar-samar di udara. Tapi ini bukan energi spiritual yang baik untuk diserap.
“Sepertinya hutan ini aneh. Bukankah sejak awal kita bahkan tidak menemukan seekor pun binatang roh?” Yan Yujie menghela napas. Ia agak penakut tapi tidak mau menunjukkannya pada mereka. Ini cukup memalukan sebagai seorang laki-laki.
"Benar. Ini memang aneh. Lebih aneh daripada hutan-hutan terlarang yang ada di Dunia Langit. Apakah alam sekuler begitu mengerikan?" Jia Lishan sendiri merasa jika perasaannya agak tidak nyaman.
Xuan Xing menjadi yang dituakan saat ini. Ia dengan cepat mengambil keputusan. "Penting untuk mencari jalan keluar hutan ini lebih dulu."
"Sepertinya kita bukan semakin dekat dengan jalan keluar tapi semakin dalam ke hutan?" tebak Wang Xuyue.
Semuanya langsung berhenti dan terdiam, memikirkan hal serupa. Sepertinya ini juga benar. Semakin mereka berjalan masuk, tampaknya suasananya lebih berat.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Kin Wenqian mengerutkan kening.
Tiba-tiba saja perut Yan Yujie sedikit berbunyi di saatz semua orang terdiam. Semuanya langsung tertuju pada laki-laki itu. Yan Yujie sendiri menyentuh perutnya dengan ekspresi malu. Dia sedikit tidak berdaya.
"Bisakah kita makan sesuatu lebih dulu?"
"Apakah kamu tidak menelan pil kenyang sebelumnya?" tanya Jia Lishan.
"Tidak. Masakan rumah selalu enak dan aku jarang menelan pil kenyang."
Bukan hanya itu. Tapi berkat masakan Xiu Jimei, Yan Yujie lebih suka makan seperti layaknya manusia nonkultivator ketimbang menelan pil kenyang yang tidak enak.
__ADS_1
Xuan Xing juga berpikir bahwa mereka tiba di hutan dan belum beristirahat sama sekali. Jadi setuju untuk istirahat. Belum lagi hari sudah hampir sore.
Meraka menemukan kayu bakar dan membuat api unggun. Karena cincin ruang penyimpanan spiritual mereka tidak selengkap milik Xiu Jimei, jadi apa yang dimasak juga sederhana.
Dengan adanya api unggun, suasana di sekitarnya menjadi lebih hangat. Mereka memanggang ukan secukupnya lalu membuat sup sederhana. Karena Yan Yujie membawa barang-barang perlengkapan memasak, mereka tidak merasa kesulitan.
"Di mana Xiu jimei berada sebenarnya? Apakah mungkin jauh dari tempat ini?" Wang Xuyue mulai mengeluh.
"Aku tidak tahu. Tapi titik lokasi yang ditetapkan ayahmu mungkin tidak salah. Dengan kata lain, Xiu Jimei tidak jauh dari tempat ini."
Mereka juga mengangguk ringan. Tampaknya ini bukan unsur ketidaksengajaan, tapi sengaja dilakukan. Wang Zheming jelas merupakan salah satu kultivator ranah kekosongan di Dunia Langit. Statusnya dihormati. Bisakah Wang Zheming sengaja menguji mereka?
Jika ini benar-benar dilalukan, berarti kemungkinan besar Wang Zheming ingin mengetahui tingkat kekuatan mereka di alam sekuler.
Tanpa sadar, Xuan Xing menatap Wang Xuyue dengan sedikit simpati. "Hidupmu benar-benar cukup menderita ternyata."
"...?!"
Setelah makan, tanpa sadar hari sudah mulai gelap. Belum lagi, awan gelap memenuhi langit disertai dengan suara gemuruh yang cukup jelas. Sepertinya hujan akan segera turun.
"Tiba-tiba akan turun hujan? Bukankah tadi baik-baik saja?" Jia Lishan merasa semua ini tambah aneh.
Yang lain juga menggelengkan kepala. Sebelum turun hujan, mereka harus menemukan tempat berteduh.
"Xuyue, biarkan Cip Cip mencari tempat untuk kita berteduh. Aku khawatir hujan malam ini tidak akan ringan." Xuan Xing menyarankan.
Wang Xuyue tidak keberadaan. Dia mengeluarkan Cip Cip dari cincin ruang penyimpanan spiritualnya. Ayam besar itu sudah bosan di dalam dan hanya bisa mematuk beberapa jagung yang disediakan.
Dengan naluriah seekor binatang roh, biasanya tidak akan sulit untuk menemukan tempat berlindung.
Cip Cip enggan untuk pergi. "Kenapa harus aku? Tidakkah hutan ini angker? Aku bahkan tidak mau menjelajahi hujan gelap," keluhnya.
"Apakah kamu masih takut hantu?" Yan Yujie membiarkan anak beruang putih duduk di pangkuannya, menatap Cip Cip dengan curiga.
__ADS_1
"Siapa yang takut hantu?? Aku bukan kamu, dasar manusia!" Cip Cip enggan mengakuinya. "Aku hanya khawatir binatang roh tersembunyi menyerang tiba-tiba. Itu lebih mengerikan daripada bertemu hantu!"
Tidak mau berdebat. Akhirnya neraka semua pergi bersama. Tentu saja kali ini mereka tidak berjalan santai, melainkan sedikit berlari kecil mengikut jejak Cip Cip.
Awalnya mereka mengira masuk ke hutan lebih dalam lagi karena suasana semakin gelap. Tapi ternyata mereka justru berhasil menuju tepi hutan dari sisi yang lain.
Mereka semua terkejut. Cip Cip tidak peduli sama sekali. Dia hanya menuju gua yang tersembunyi di balik rimbunnya tumbuhan merambat.
"Di sini." Cip Cip merasa lega dan dia buru-buru berteduh.
Tak lama kemudian, hujan turun saat langit benar-benar gelap. Hujannya tidak terlalu lebat tadi petir di langit membuat suasana menjadi lebih mencekam.
"Tempat macam apa ini? Kenapa auranya lebih tidak menyenangkan?" Kin Wenqian tanpa sadar melihat pemandangan di luar gua yang gelap.
Xuan Xing seperti melihat ada sebuah array pelindung tak jauh dari tempat mereka berteduh saat ini. Ia mengerutkan kening. Lalu teringat dengan apa yang dikatakan ayahnya sebelum ia pergi ke alam sekuler.
Xuan Bing berkata jika dunia manusia di alam sekuler akan mengalami banyak perubahan besar. Karena itu, rencana makhluk Alam Neraka tidak bisa terwujud. Belum lagi, klan penyihir menjadi musuh kultivator di alam sekuler.
Bukan hanya di alam sekuler, di Dunia Langit sekalipun, penyihir yang jahat selalu diburu.
"Kita akan melihatnya besok. Mungkin Xiaomei pergi ke sana bukan?" Xuan Xing yakin jika Xiu Jimei pasti datang ke sana.
"Apakah ada yang istimewa di sana?" Yan Yujie sedang membuat api unggun dengan Jia Lishan.
"Mungkin klan penyihir tinggal di wilayah itu," tebaknya.
Cuaca malam ini benar-benar dingin. Dengan adanya api unggun, suasana lebih hangat. Wang Xuyue bersandar pada Cip Cip untuk menemukan sumber kehangatan.
Karena tidak ada hal lain yang ahfua dilakukan, mereka memilih untuk istirahat lebih awal. Baru saja memejamkan mata untuk beberapa saat, tiba-tiba saudara petir menggelegar di langit. Tembakan cahaya yang sangat terang menerangi langit untuk beberapa detik.
Karena hal ini, mereka juga langsung terbangun.
"Ada apa ini?!!" Yan Yujie terperanjat dari tidurnya.
__ADS_1