
Beberapa hari kemudian, Kaisar Alam Baka resmi mengumumkan jika Hutan Alam Baka telah dibuka untuk para peserta yang memenangkan perlombaan sebelumnya. Tentu saja Xiu Jimei serta teman-temannya ada di sini untuk mengikutinya.
Kaisar Alam Baka tidak muncul, semuanya diserahkan pada orang lain yang bertanggung jawab atas segalanya. Sebenarnya, Hutan Alam Baka tidak memiliki gerbang apapun tapi ada array yang sengaja dipasang untuk mencegah pencuri masuk.
Ketika array dibuka, itu hanya seukuran pintu masuk biasa, jadi tidak ada yang akan diam-diam masuk. Namun tidak semua peserta yang menang memiliki kekuatan besar. Kemungkinan besar akan meninggal di dalam hutan jika tidak memiliki kemampuan nyata.
Kaisar Alam Baka awalnya hanya mengadakan lomba makan untuk menarik perhatian Xiu Jimei. Tapi di sisi lain, Kaisar Alam Baka juga mempertimbangkan banyak konsekuensinya. Dia telah diam-diam mengirim penjaga gelap untuk mengawasi mereka. Lalu beberapa burung kolibri sengaja dilepaskan untuk menjadi mata-mata. Kaisar Alam Baka akan memperhatikan semuanya dari bola kristal spiritual.
Kaisar Alam Baka tidak datang ke sana karena khawatir Xiu Jimei akan memperhatikannya. Tapi mungkin dia terlalu percaya diri. Xiu Jimei bahkan tidak mengingatnya sama sekali. Dia memasuki hutan bersama teman-temannya dengan lancar.
Pertama kali memasuki Hutan Alam Baka, kelompok Xiu Jimei tidak langsung pergi. Mereka mengamatinya sekitar.
"Bahkan burung mata-mata juga ada di sini untuk mengamati?" Xiu Jikai melirik seekor burung kolibri biru bertengger di salah satu ranting pohon.
"Sepertinya begitu. Lagi pula ini bukan hutan sembarangan. Jika ada sesuatu, Kaisar Alam Para harus bertanggung jawab bukan?" Wang Xuyue berkata tanpa rasa bersalah. Dia tidak tahu jika semua yang dikatakannya itu terdengar oleh burung kolibri biru.
Xiu Jimei juga melihat burung itu lalu mengangguk. "Kamu benar. Sayangnya ... Burung itu terlalu kecil untuk dimakan."
__ADS_1
"..." Burung kolibri biru yang pura-pura menyisir bulu sayapnya dengan paruh mau tidak mau hampir terjatuh dari pohon.
Xiu Jimei tidak mau lagi memperhatikan burung itu. Tujuannya datang ke sini tentu saja untuk menjelajahi hutan seraya mencari sesuatu yang baik untuk dipanen. Mereka tidak terburu-buru, berjalan di sekitar hutan seraya membuka jalan untuk lewat.
Hutan Alam Baka jarang dimasuki kultivator sehingga tidak ada jalan setapak yang terlihat sama sekali. Kecuali jejak kaki binatang.
Baru saja beberapa meter melangkah, mereka sudah menemukan banyak jamur roh yang bisa dimakan. Xiu Jimei sudah mengeluarkan keranjang dari ruang spiritual bawaan dan mulai memanennya satu persatu.
"Jamur roh ini tampak tidak seperti yang kita makan? Apakah ini tidak beracun?" Kin Wenqian juga mencabut salah satu jamur roh yang gemuk.
"Ini jamur yang hanya tumbuh di daratan Negeri Alam Baka. Tentu saja berbeda. Khasiatnya juga berbeda. Lebih tinggi. Cocok dibuat sup jamur atau dikukus dengan beberapa bumbu. Rasanya enak," jelas Yan Yujie.
Dia sendiri terbiasa makan jamur roh karena ibunya suka memasak jamur. Walaupun ayahnya tidak terlalu suka dengan jamur, namun selama itu masakan ibunya, ayahnya pasti makan sampai habis.
Mereka bukan hanya memanen jamur tapi juga beberapa tanaman herbal kecil lainnya. Xiu Jimei tidak memetik mereka karena baginya tidak bisa dimakan. Mau tidak mau, Wang Xuyue serta yang lainnya langsung memetik herbal.
Mereka memiliki waktu tujuh hari di dalam hutan. Terhitung dari hari ini, Xiu Jimei bermaksud untuk berburu banyak makanan.
__ADS_1
"Xiao Mei, apakah kamu akan mencari tanaman herbal lainnya mulai hari ini atau besok saja?" Xuan Xing memetik beberapa bunga herbal lalu memasukkannya ke toples kaca agar tetap bersih.
Xiu Jimei tidak peduli dengan tanaman herbal yang harus dicari. "Tanaman herbal adalah tugas kalian untuk mencarinya. Aku datang ke sini untuk berburu makanan."
Kali ini, Xiu Jimei sudah memanjat pohon lengkeng yang tumbuh liar. Buah lengkeng Tah matang dan buahnya lebat. Dia memetik semua lengkeng yang matang lalu memasukkannya ke ruang spiritual bawaan.
Xiu Jikai menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan oleh adiknya. Mau tidak mau dia membantu yang lain untuk mencari herbal.
......................
Sementara itu di Istana Kekaisaran Negeri Alam Baka, Kaisar Alam Baka ingin muntah darah saat miahy Xiu Jimei bersantai di dahan pohon lengkeng seraya mengupas kulit buah. Untuk sementara waktu, dia tidak berdaya.
"Apakah sulit baginya untuk mencari herbal?" gumamnya.
"Yang Mulia, kamu mungkin tidak tahu ... Putri Xiu ini tidak perlu repot mencari herbal jika mau. Dia memiliki kemampuan dan indera penciumannya sangat tajam." Kasim yang setia di sampingnya jug melihat pemandangan yang ditampilkan di bola kristal spiritual.
"Lalu apa yang harus kulakukan agar dia mau mencari herbal?"
__ADS_1