Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Anak Beruang Roh Kuno Ingin Bersama Yan Yujie


__ADS_3

Cip Cip berhasil keluar dari lubang sebelum Wang Xuyue membantunya memperluas lingkaran lubang. Ayam roh kuno itu merintih kesakitan dan melihat ekornya masih utuh. Dia lega. Tapi beberapa helai bulu ayamnya yang halus hilang.


Pasti karena harimau itu yang mencakarnya.


Namun Cip Cip juga tidak sengaja buang angin, apakah harimau itu baik-baik saja.


Wang Xuyue mengibaskan tangannya di depan hidung, ekspresinya agak tidak menyenangkan. "Cip Cip, apakah kamu kentut?"


Yang lain juga menjauh sedikit. Ternyata sangat bau.


Cip Cip malu tapi dia berhasil mencari alasan. Tak lama, harimau putih roh kuno keluar. Ekspresinya agak tidak menyenangkan.


Oh, mereka ingat jika suara harimau putih ada di bawah Cip Cip. Dan Cip Cip kentut, pasti harimau putih roh kuno itu tak bisa menahan baunya. Belum lagi, ada sedikit goresan di wajah harimau putih roh kuno. Ini juga pasti karena cakar kaki Cip Cip.


Tak lama, Xiu Jimei dan Ming Zise keluar.


"Xiao Mei, guru!" Wang Xuyue senang mereka berdua baik-baik saja.


"Ya." Xiu Jimei mengangguk. "Ada apa dengan Cip Cip dan Zebra?"


Dia hanya meminta harimau putih roh kuno mendorong Cip Cip keluar lubang. Lalu kenapa kedua binatang roh kuno itu justru memiliki luka ringan?


Cip Cip memiliki cakaran di pantatnya hingga sebagian kecil di dekat ekornya sedikit botak. Sementara harimau putih roh kuno memiliki cakaran di cakaran di wajahnya.


"Cip Cip kentut di wajahku. Bagaimana aku bisa menerima ini?" Harimau putih roh kuno kesal.


"Kamu yang mencakar pantat ku dulu!"


"Aku hanya berusaha membantumu keluar dari lubang."


"Tapi kamu mencakarku!"


"Tidak ada cara lain. Apakah aku harus menggigit pantatmu?" Harimau putih roh kuno tidak mau kalah.


"Kamu cabul!"


Di sisi lain, macan kumbang roh kuno tidak peduli sama sekali dengan mereka. Dia sedang meratapi sisa daging rusa panggang yang kini sedang dimakan sekelompok ikan koi roh kuno di kolam.


Ketika dia terpental, daging rusa panggang nya juga terpental ke sisi lain, tak lain ke kolam ikan koi. Saat dilihat, daging rusa panggang itu sudah tinggal sedikit, dimakan ikan tanpa berkedip.

__ADS_1


Sejak kapan ikan koi roh kuno di kolam ini suka makan daging? Pikirnya.


Bai Huazhi menepuk punggungnya dengan lembut. Sedikit bersimpati.


"Jangan khawatir, itu hanya daging rusa panggang. Relakan saja," kata Bai Huazhi.


"Mudah bicara, tapi kamu tidak tahu suasana hatiku!" Macan kumbang roh kuno membenci, tapi tidak tahu harus membenci siapa.


Bai Huazhi tidak lagi mengobrol dengannya dan menghampiri dua kelompok yang keluar dari lubang.


"Kenapa kalian muncul dari bawah? Apakah ada sesuatu di bawah sana?" tanyanya.


"Kami tak sengaja jatuh ke gua bawah tanah. Ada beruang putih roh kuno di sana. Yan Yujie tidak sengaja memeluk anak beruang dan dikejar induknya. Kami tidak menemukan jalan keluar, jadi buatlah lubang." Wang Xuyue menjelaskan secara rinci.


"Beruang putih roh kuno?" Bai Huazhi terkejut. Dia melihat ke dalam lubang yang dibor Xuan Xing. Ternyata cukup dalam. Dan memang ada gua di bawahnya.


Selama ini sepertinya beruang putih roh kuno telah membuat sarang di bawah pegunungan es untuk hibernasi.


Mereka mendengar suara anak beruang putih roh kuno yang lucu. Lagi-lagi tak bisa menahan diri melihat Yan Yujie yang kini lengannya dipeluk.


"Kita harus mengembalikan anak beruang itu pada ibunya." Kin Wenqian tidak tega melihat anak dan ibu berpisah. "Tapi anak beruang tidak mau. Dia mau ikut Yan Yujie."


"Tidak tahu." Mereka menggelengkan kepala. Merasa kasihan.


"..." Jangan lihat aku, batin Yan Yujie tidak berdaya.


Bai Huazhi berpikir jika anak beruang itu ingin mengikuti Yan Yujie maka pasti harus keluar dari Dunia Kecil Array Kuno. Ini sama seperti ayam roh kuno dulu.


Anak beruang mungkin baru berusia beberapa bulan, masih sebesar kucing dewasa.


"Jika mau, kontrak saja dengan anak beruang itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," saran Bai Huazhi.


"Bisakah?" Yan Yujie tampak senang. Dia belum mendapatkan satu pun binatang roh kuno yang dijadikan partner.


Jika dia bisa mengontrak anak beruang roh kuno, dia tentu saja senang. Beruang mungkin tidak seganas binatang roh lainnya, tapi memiliki badan yang besar dan kuat.


"Tentu saja."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Seminggu kemudian.


Para murid dari berbagai kelompok ujian telah tiba di kaki pegunungan. Mereka tidak bisa pergi ke atas pegunungan karena Bai Huazhi meminta mereka menunggu di bawah.


Kelompok Xiu Jimei juga sudah tiba. Mereka menunggu giliran untuk mengetahui nilai dari ujian kali ini.


Bai Huazhi memeriksa semua binatang roh kuno antar kelompok. Lalu ada beberapa pengawas ujian di sana yang membantu mengatasi sisanya.


Kali ini kelompok Xiu Jimei sengaja tidak mencolok. Mereka membiarkan kelompok Huang Fu Shi mendapatkan tempat pertama di ujian menjinakkan binatang roh kuno. Namun dalam ujian mencari ramuan, Xiu Jimei memenangkan tempat pertama.


Xiu Jikai sudah kembali dua hari sebelum ujian berakhir. Dia berhasil memurnikan energi spiritual gelap dari buah dewa gelap sebelumnya. Walaupun tubuhnya gak lelah, dia merasa jauh lebih nyaman.


Di satu sisi, kelompok ras hantu agak kesal. Terutama Mi Sai, Mei Rong dan Fan Li. Ketiganya dikejar ular hijau roh kuno cukup lama hingga sulit mencari tempat persembunyian. Jika bukan bantuan guru pendamping dari kelompok lain, mereka akan sulit untuk menentukan akhirnya.


"Kali ini kita sial lagi! Kenapa begitu banyak hal aneh di dunia kecil ini?" Mei Rong cemberut.


Mi Sai memiliki rambut yang belum disisir saat ini karena tidak ada waktu mengurus diri setelah berhasil keluar dari kejaran ular hijau raksasa. Dia juga tak terima hasilnya jika semua ini menjadi senjata makan tuan.


"Aku lapar," katanya. "Aku ingin minum darah manusia," imbuhnya.


"Jangan impulsif!" Fan Li mengingatkannya.


"Aku tahu. Aku tahu." Mi Sai selalu diperlakukan seperti anak kecil.


Bai Huazhi berdiri di salah satu bongkahan es yang menonjol. Jubah putihnya yang agak lusuh berkibar tertiup angin. Dia sama sekali tidak merasa kedinginan.


"Semuanya, terima kasih atas partisipasi kalian dalam ujian menjinakkan binatang roh kali ini. Untuk ujian berikutnya, silakan buka gulungan tugas kembali."


Kemudian, mereka melihat kembali daftar ujian. Secara otomatis, ujian yang telah dilewati langsung dicoret oleh tinta hitam secara ajaib. Lalu tugas selanjutnya muncul dalam cetakan tebal.


Gulungan kertas ujian sungguh luar biasa, mampu menyesuaikan dengan keadaan apa saja. Benar-benar gulungan kertas yang dibuat di Istana Langit.


"Memasak??!"


Entah siapa yang berteriak, mereka melihat daftar ujian berikutnya setelah menjinakkan binatang roh kuno.


Bai Huazhi mengangguk dan tersenyum puas. "Benar, ujian kali ini adalah memasak. Setiap tim akan berbagi tugas dan memasak dua jenis hidangan untuk dinilai oleh para juri khusus. Kalian memiliki waktu tiga hari untuk menentukan dan mencari bahan masakan. Kita akan bertemu tiga hari kemudian di padang rumput. Sampai jumpa!"


Di saat para murid sedang bertanya-tanya pada diri sendiri, Bai Huazhi sudah melarikan diri untuk menghindari serangan pertanyaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2