Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kultivator Hantu Berulah Lagi


__ADS_3

Melihat kekacauan yang tiba-tiba menjadi serius, semua guru pendamping membantu untuk mengamankan murid-murid di bawah tugasnya. Para domba itu turun dari dahan pohon dan tanpa henti menghancurkan segala yang ada di sekitarnya. Bahkan menyerang Xiu Jimei yang baru saja selesai makan.


"Para domba ini berperilaku abnormal. Hati-hati." Xiu Jikai memperingati mereka.


Semua kultivator berjuang untuk menghentikan serangan para domba roh hantu yang tampak menggila. Namun tidak ada cara lain selain membuat mereka pingsan atau membunuhnya.


Belum lagi, para domba roh hantu itu sepertinya pergi ke pegunungan batu dan mengejar beberapa kultivator yang melarikan diri, tak terkecuali Yan Yujie.


"Di mana Yujie?!" Wang Xuyue akhirnya menyadari ada anggota kelompok yang hilang.


Lei Mo kebetulan ada di dekatnya. "Aku melihatnya pergi ke pegunungan batu."


"Ini merepotkan!" Xiu Jikai segera pergi untuk mencarinya. Dia khawatir laki-laki itu terkena sial lagi.


Melihat para domba pergi ke pegunungan batu setelah melewati padang rumput hitam dan pepohonan tua menjulang tinggi, kelompok Xiu Jimei juga pergi ke arah sana.


Namun tiba-tiba saja sebuah kabut hitam muncul menghalangi penglihatan para kultivator dan banyak kelompok yang terpisah dari yang lain. Xiu Jimei sendiri tidak bisa mengejar mereka saat ini dan terjebak bersama Ming Zise.


"Kabut hitam?" Xiu Jimei tidak merasa ada racun yang terkandung dalam kabut. Jadi tidak terlalu memikirkannya.


"Ini kabut hitam yang bisa menjebak orang dan sulit untuk menemukan jalan keluar. Kabut hitam biasanya muncul di pegunungan batu seperti ini, tidak mengherankan." Ming Zise tidak memiliki banyak prasangka di hatinya. Tapi tentu saja mungkin dibuat secara alami untuk menjebak orang lain. Terutama Yan Yujie.


Sebagai calon raja hantu, Yan Yujie kini menjadi duri di mata raja hantu. Dia meminta Wuming dan Yamla untuk pergi mencari arah ke mana Yan Yujie pergi.


Ming Zise memegang tangan Xiu Jimei. "Ayo cari jalan keluar," katanya.


Xiu Jimei sedikit canggung saat Ming Zise memegang tangannya. Dia mengangguk.


Kabut hitam yang menyelimuti pegunungan batu tampaknya tidak berbahaya untuk kesehatan. Namun Xiu Jimei selalu lapar dari waktu ke waktu hingga mengeluarkan keripik kentang untuk makan di sepanjang jalan.


Keduanya melewati jalan yang cukup curam beberapa kali hingga hampir saja jatuh ke jurang tanpa ujung ditengah-tengah pegunungan batu. Xiu Jimei mengeluarkan harimau putih roh kuno dan menaikinya bersama Ming Zise. Sedangkan Tuit Tuit bertugas untuk menentukan jalan yang benar. Kemampuannya tidak kecil.


"Tuan, ada lembah kecil di bawah sana," lapor Tuit Tuit.

__ADS_1


"Pergilah dan periksa." Xiu Jimei menepuk harimau putih roh kuno.


Harimau itu menuruni pegunungan batu tanpa ada kesulitan sedikit pun, hanya sedikit berhati-hati. Hingga saat mereka menapaki tanah lembah, kabut hitam tidak terlihat lagi.


Ada energi spiritual hantu yang cukup kental di tempat tersebut tapi tidak membuat kabut hitam menyelimutinya. Mungkin ada cerita lain di baliknya.


"Tempat ini tampaknya seperti lembah biasa. Semua daun berwarna hijau segar bahkan tanah pun memiliki warna normal," kata Xiu Jimei. Dia sudah turun dari punggung harimau putih roh kuno bersama Ming Zise.


"Mari istirahat di sini dan tunggu Wuming serta Yamla kembali." Pria itu menyentuh kepala Xiu Jimei dan mencari tempat yang cocok untuk istirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Yan Yujie terpisah dari kelompok, firasatnya kembali tidak baik. Dia melihat kabut hitam menggalang semua penglihatan di sekitarnya. Belum lagi tidak ada seorang kultivator pun di sekitar.


Sekarang domba roh hantu sudah tidak mengejarnya lagi. Tapi siapa yang tahu, dia bahkan tersesat.


Hingga, sebuah panah hantu yang mengandung aura Yin melesat dari kegelapan menuju ke arahnya. Yan Yujie segera menghindar dan berhati-hati menginjak sekitar.


Hanya terdengar tawa ringan seorang wanita. Yan Yujie mengerutkan kening.


"Tawa yang jelek. Hantu jenis apa kamu? Datang dan nampaknya diri di depanku!" Yan Yujie mencibir.


Akhirnya suara tawa itu menghilang dan digantikan dengan kemarahan. "Beraninya kamu bilang tawaku jelek? Dasar manusia setengah hantu!"


Sosok Mei Rong muncul di depan Yan Yujie dan hendak menikamnya dengan pedang. Tapi yang Yujie yang terkejut dengan kemunculan sosok berwajah galak itu pun langsung meninjunya lebih dulu.


"Ahh! Wajahku!" Mei Rong terpental dan berteriak kesakitan.


Yan Yujie sendiri mengelus dada bidangnya dan menghela napas. "Ya Tuhan, hantu benar-benar mengagetkan! Ternyata kamu lagi!" Dia kesal.


Mei Rong adalah salah satu dari dua kultivator hantu yang sering mengganggunya. Dia sekarang yakin jika keberadaan Mei Rong di sini pasti untuk mencoba membunuhnya lagi.


Kabut di sekitar mulai menipis. Setidaknya bisa melihat sekitar. Fan Li dan Mi Sai juga sudah ada di sekitarnya.

__ADS_1


Mei Rong yang wajahnya lebam kini sangat marah pada Yan Yujie. "Tidak bisakah kamu lembut pada wanita? Ini kekerasan!"


"Siapa yang memintamu muncul seperti hantu kesepian? Aku hanya refleks, tidak sengaja!" Yan Yujie membela diri.


"Alasan!" Mei Rong menyentuh pipinya yang bengkak. Sungguh menjengkelkan. "Tapi tidak apa-apa, kamu juga akan mati kali ini. Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu lagi!"


Fan Li dan Mi Sai tidak mau menunggu waktu. Mereka mulai menyerang Yan Yujie secara bersamaan. Entah untuk mempercepat waktu atau khawatir ada pihak lain yang datang, ketiganya tampak tidak sabar.


"Kalian curang!"


Yan Yujie tidak menunggu mereka untuk membuatnya babak belur, segera membalas serangan. Dia sudah bosan dengan serangan mereka dari waktu ke waktu.


Di sisi lain yang cukup jauh, Yamla dalam wujud ular putih kecil melingkar di leher Wuming dan melihat pertarungan di depan.


"Haruskah kita menolongnya sekarang?" tanya Yamla. Dia khawatir calon nyonya akan sedih jika melihat Yan Yujie terluka.


"Tunggu dulu. Kita harus tahu apakah calon raja hantu yang satu ini mampu melawan atau tidak." Wuming tidak selembut Yamla. Dia menggelengkan kepala dan diam-diam membantu Yan Yujie menyerang ketiga ras hantu itu dengan kerikil.


"Kamu ternyata licik." Yamla menjulurkan lidahnya beberapa kali dan hampir mencekik leher Wuming.


"Diamlah dan jangan macam-macam. Atau aku akan meminta tuan untuk mengulitimu. Calon nyonya kita suka makan daging ular." Wuming sedikit tercekik dan wajahnya menjadi hitam karena kesal.


"..." Yamla dengan patuh tidak membuat gerakan yang membuatnya kesal.


Saat ini, Yan Yujie menggunakan energi spiritualnya untuk menyerang dan Fan Li yang bersiap untuk menggunakan seruling giok ilusi pelahap jiwa. Sedangkan Mi Sai menggunakan boneka kanibalnya lagi yang kini telah diperbaiki.


Dan Mei Rong yang bertarung jarak dekat, berulang kali menebaskan pedang ke leher Yan Yujie.


Namun sebelum bergerak lebih ganas, Mei Rong merasakan sakit luar biasa di dahinya. Dia sedikit terpental dan menyentuh dahinya yang kesakitan.


Tanpa diduga, dahinya sedikit berlubang dan darah hitam sedikit mengalir di wajahnya.


"Siapa yang berani menyerangku diam-diam?!" teriaknya. Jelas dia tahu itu bukan Yan Yujie.

__ADS_1


__ADS_2