Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Alam Neraka Berantakan


__ADS_3

Para prajurit dan jenderal Alam Neraka tidak mampu menahan bola energi spiritual yang dibuat Ning Siyu. Ada perbedaan kekuatan antara mantan ratu dan prajurit kecil. Belum lagi semua kloningan bola energi spiritual merah darah itu sebenarnya setara. Hal inilah yang membuat Ning Siyu ingin muntah darah karena marah.


Tak lama setelah itu, ledakan datang satu persatu dari arah yang berbeda. Ledakan tersebut menyebabkan gempa di sekitarnya. Ning Siyu sangat marah. Dia meledakkan bola energi spiritual yang ditahan oleh kedua tangannya lalu membuat array untuk melindungi istana.


Ledakan di Alam Neraka membuat banyak penghuninya ketakutan. Tidak tahu berapa banyak korban berjatuhan saat ini, Ning Siyu masih harus mengkhawatirkan istana terlebih dahulu.


Jika istananya hancur, maka Alam Neraka bisa dikatakan berada di ambang kehancuran.


"Xiu Jimei! Aku ingin membunuhmu!" Ning Siyu yang memiliki dendam pada Xiu Jimei benar-benar muntah darah kali ini.


Xiu Jimei tidak memedulikan Ning Siyu. Setelah bola energi spiritual yang dibentuk wanita itu digandakan olehnya, dia merasa lebih senang saat ini. Ternyata membuat Alam Neraka tidak beruntung itu sangat mudah.


"Huh!" Xiu Jimei lagi-lagi menurunkan hujan petir sehingga memporak-porandakan Alam Neraka. "Anggap saja sebagai balas dendam ku karena berani mengacau Dunia Langit!"


Xiu Jimei mencibir. Setelah menurunkan badai petir, dia juga berniat untuk membuat kekacauan lainnya. Sayangnya, Ning Siyu tidak membiarkan hal tersebut. Wanita itu langsung menyerang Xiu Jimei secara langsung.


Ning Siyu menggunakan telapak tangannya untuk menciptakan energi spiritual yang mampu membunuh manusia. Di matanya, manusia itu lemah dan tidak memiliki kekuatan yang nyata. Mereka hanya bisa bergantung pada para dewa.

__ADS_1


Tapi Ning Siyu telah bertarung dengan Xiu Jimei sebelumnya. Lalu dia kalah. Kali ini, dia tidak ingin mengalami kekalahan serupa.


Tanpa memedulikan daratan Alam Neraka yang penuh mayat dan kerusakan tempat di mana, Ning Siyu bertarung sengit dengan Xiu Jimei.


"Jika bukan karena binatang jelek yang dikirim Alam Neraka untuk mengacaukan Dunia Langit, aku tidak akan bermain terlalu kasar. Bagaimana menurutmu?"


Xiu Jimei tersenyum licik. Dia juga tidak menggunakan senjata apapun sama seperti Ning Siyu. Bermain dengan tangan kosong sedikit menantang.


"Xiu Jimei!" Ning Siyu tidak memiliki banyak kata untuk bicara dengannya. Dia mengembunkan energi spiritual di telapak tangan kanannya dan berniat untuk melubangi dada gadis itu dan mencabut jantungnya.


Di saat Ning Siyu hendak memukul ke arah jantung Xiu Jimei, gadis itu sudah lebih dulu menendangnya tanpa kesulitan sama sekali. Ning Siyu lengah dan dia ditendang di bagian perutnya hingga menabrak pilar istana.


Salah satu pilar istana yang hancur oleh Ning Siyu terbuta dari bahan yang kuat. Tidak mudah untuk dihancurksn begitu saja. Ning Siyu batuk darah lagi kali ini. Melihat Xiu Jimei sebagai musuh terbesarnya saat ini, Ning Siyu tidak terima. Dia ingin membunuh wanita itu dan tinggal di sisi Ming Zise.


Pada saat yang bersamaan, Lu Zheng yang asalnya berada di pintu tertutup terpaksa keluar lagi. Ketika keluar, suasana Alam Neraka sudah berbeda dan lebih parah dfmaripada sebelumnya.


Akhirnya Lu Zheng bisa melihat Xiu Jimei dan Ning Siyu bertarung di udara. Lu Zheng tidak mau berlama-lama. Dia juga ingin membunuh gadis itu setekah menyerap habis energi spiritualnya.

__ADS_1


"Manusia, kamu benar-benar berani untuk menghancurkan Alam Neraka. Tidakkah kamu memikirkan akibatnya?" Suara Lu Zheng yang dingin membuat Xiu Jimei mengerutkan kening.


Lu Zheng, dulunya dewa bencana. Kini justru membawa bencana bagi dirinya sendiri saat ini. Xiu Jimei tahu jika kekuatannya hampir setara dengan Lu Zheng.


"Apa akibatnya jika aku menerobos masuk ke Alam Neraka?" Xiu Jimei harcepat pergi


"Kamu hanya bisa mati di sini!"


Lu Zheng bernapas berat dan menatap Xiu Jimei penuh pembunuhan. Sebelum Ning Siyu bisa menangkis serangan Lu Zheng, tiba-tiba saja Ming Zise muncul dan menyerang Lu Zheng. Dia menyerang Lu Zheng sebelum akhirnya menarik Xiu Jimei ke pelukannya.


"Ming Zise!" Lu Zheng mundur setelah menghadapi kekuatan Ming Zise. "Mengacaukan Alam Neraka, kamu masih membiarkan tangan manusia yang melakukannya?"


Ming Zise melihat Xiu Jimei yang sedikit pucat di pelukannya. "Selama istriku senang."


Lu Zheng tidak lagi mencoba untuk menyerang. Dia mundur dan mencoba memperbaiki bebedsoa kerusakan Alam Neraka. Ning Siyu ingin melawan gadis itu lagi tapi ditahan oleh Lu Zheng.


Hingga saat Xiu Jimei dan Ming Zise meninggalkan perbatasan Alam Para Dewa, Ning Siyu marah pada Lu Zheng. Sayangnya Lu Zheng tidak peduli dengan hal ini. Masih banyak hal lainnya yang harus jadi prioritas saat ini.

__ADS_1


__ADS_2