Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Dewa Kesialan Kembali Sial


__ADS_3

Tidak tahu obat jenis apa yang diminum Xiu Jimei sebelumnya, ia merasa bahwa sentuhan Ming Zise lebih nyaman. Mungkin karena dia dan Ming Zise tidak saling menyentuh di Hutan Alam Baka secara mendalam sehingga melampiaskannya sore ini.


Ketika keduanya terjerat dengan indah di tempat tidur, waktu serasa milik berdua. Ming Zise tidak pernah menahan diri dan selalu bertindak seperti apa yang diinginkannya. Jika pria itu seorang pangeran, kemungkinan besar istri yang dinikahinya akan sangat beruntung.


Setelah cukup lama bersenang-senang, Ming Zise tidak menyentuh Xiu Jimei lebih lama. Ketika kelelahan, keduanya berhenti dan mandi bersama-sama untuk membersihkan keringat.


Tempat tidur dibersihkan oleh Ming Zise. Dia mengganti seprai dan selimut sehingga jejak-jejak perbuatan mereka di tempat tidur tidak akan dicurigai oleh pelayan.


"Ming Ming, aku curiga jika kamu memiliki niat ini saat datang ke sini," kata Xiu Jimei yang masih sedikit memerah. Tubuhnya yang kelelahan sudah tersapu oleh energi spiritual Ming Zise.


Ming Zise tidak menyembunyikan apapun. Dia memang datang untuk memilih waktu dengan tunangannya. Tapi meskipun terkesan tak tahu malu, Ming Zise menghargai setiap waktu yang dihabiskan dengan bintang phoenix nya.


Ia tidak ingin Xiu Jimei berpikir jika dirinya hanya membutuhkan pelampiasan tubuh karena nafsunya. Tapi mau bagaimana lagi, bintang phoenix nya begitu menggoda. Dia telah dijatuhkan oleh seorang wanita untuk pertama kali dalam seumur hidupnya.


Ming Zise menghirup aroma setiap helai rambut Xiu Jimei di tangannya. "Mei'er, kamu akan selalu menjadi wanita satu-satunya dalam hidupku," ungkapnya.


“Kenapa kamu tiba-tiba saja menjadi romantis?” gumam Xiu Jimei sedikit malu.


Ketika Ming Zise serius tapi menggodanya, Xiu Jimei selalu agak tak tertahankan. Adakah di dunia ini, pria berstatus tinggi yang rela menundukkan kepala atau berlutut untuk seorang wanita?


Xiu Jimei mendengar banyak cerita dari ibunya jika seorang pria yang rela berlutut berarti menempatkan wanita di atas hidupnya. Apakah Ming Zise juga berani melakukannya?


“Apa yang kamu pikirkan?” tanya pria itu.


“Tidak ada.” Xiu Jimei segera menepis pikirannya dan ia tidak mau menguji Ming Zise saat ini.

__ADS_1


Lagi pula, tidak semua kesetiaan seorang pria harus diuji oleh hal yang sama. Xiu Jichen dan Ming Zise berbeda. jika Xiu Jimei bisa merasakan cinta ayah pada ibunya seperti suami menjadi budak istri, maka Ming Zise ….


Lagi-lagi pikiran Xiu Jimei berkeliaran sehingga Ming Zise menyentil dahinya.


“Duhh … Ming Ming, apa yang kamu lakukan?” Xiu Jimei sedikit meringis.


“Oh, ini yang namanya tidak ada yang sedang dipikirkan.” Ming Zise terkekeh dan tidak bermaksud untuk menggodanya lagi.


Xiu Jimei sedikit malu. Kali ini, dia tidak lagi memikirkannya. Dia hanya bersiap-siap untuk pergi ke jamuan istana. Perutnya sedikit keroncongan saat ini. Ia sudah lapar lagi. Untuk mengganjal rasa lapar, Xiu Jimei hanya bisa makan buah untuk sementara waktu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Negeri Alam Para Dewa saat ini, Dewa Kesialan yang telah lama tidak terlihat tiba-tiba saja bersin. Seperti biasa, dia melakukan rutinitas pagi dengan memeriksa buku daftar orang-orang yang terkena sial. Salah satu targetnya adalah Yan Yujie saat ini.


Hanya saja, nama Yan Yujie di buku daftar orang sial saat ini memiliki aura yang berbeda. Sepertinya ada sesuatu yang melindunginya. Dewa Kesialan mengerutkan kening dan menyesap tehnya.


Tiba-tiba saja Dewa Kesialan memiliki ide untuk membuat anak itu sedikit tidak beruntung lagi. Walaupun perasaannya sedikit tidak nyaman saat ini, namun sebagia dewa yang bertugas, bukankah sudah kewajibannya?


Dewa Kesialan tiba-tiba saja terkekeh, membuat pelayan kepercayaannya sedikit merinding. Sepertinya dewa memiliki hantu di kepalanya lagi bukan?


Kali ini tanpa berpikir panjang lagi, Dewa Kesialan langsung memberikan mantra sial pada nama Yan Yujie yang ada di buku daftar kesialannya. Siapa yang meminta laki-laki itu terlahir dengan kesialan seumur hidupnya? Ini hanya rencana Tuhan.


Sayangnya setelah mengucapkan mantra sial, Dewa Kesialan tiba-tiba saja merasakan hawa dingin di punggungnya. Tubuhnya mulai tidak enak saat ini. Mungkin karena ada aura yang melindungi Yan Yujie sebelumnya sehingga bertentangan dengan energi spiritual milik Dewa Kesialan.


Apapun itu, Dewa kesialan tidak merasa ada yang salah saat ini. Setelah mengucapkan mantra kesialan pada Yan Yujie, dia memiliki waktu untuk bersantai sejenak.

__ADS_1


Awalnya, Dewa Kesialan mengira semuanya akan baik-baik saja. Namun baru saja memejamkan mata untuk beristirahat, suara gemuruh terdengar berulang kali hingga awan gelap di sekitar wilayah Istana Dewa kesialan perlahan-lahan menjadi tebal.


Hanya berselang beberapa saat, sebuah petir ungu menyambar pohon buah persik yang ada di halaman istana. Dewa Kesialan terkesiap setelah mendengar teriakan pelayan yang cukup mengganggunya. Mau tidak mau dia langsung pergi ke halaman untyuk melihat apa yang terjadi.


“Apa yang terjadi?” tanyanya sedikit kesal.


“Dewa … Dewa …! Dewa, ini gawat! Pohon buah persik …” Penjaga yang selalu berpatroli di sekitar istana sedikit menyeka keringat dingin di dahinya.


Dewa Kesialan melihat awan gelap di langit dan mulai curiga jika sesuatu yang buruk akan terjadi. Lagi-lagi, petir ungu turun menyambar pohon lain yang ada di halaman istana. Dewa Kesialan terkejut. Apa yang terjadi sebenarnya hingga petir berani menyambar wilayahnya sendiri sekarang?


Haruskah dia bertanya pada Dewa Petir tentang apa yang terjadi saat ini?


Setelah petir ungu menyambar beberapa pohon, kali ini hampir saja menyambar Dewa Kesialan yang hendak kembali ke dalam istana. Pelayan dan penjaga hampir saja pingsan karena ketakutan. Bukan hanya mengkhawatirkan tentang keselamatan Dewa Kesialan tapi juga berharap bahwa Dewa Cuaca tidak bermaksud memprovokasi.


“Ini keterlaluan! Apakah Dewa Petir berencana untuk memusuhiku?” Dewa Kesialan marah-marah di halaman. Tapi bukannya membaik, petir ungu yang turun semakin banyak. Kali ini berani menyambar atap istananya.


Dewa Kesialan ingin mengutuk orang tapi tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Tak lama kemudian, surat darurat dari Istana Dewa Petir tiba. Isinya jelas mengucapkan permintaan maaf atas apa yang baru saja terjadi. Istana Dewa Petir sama sekali tidak bisa mengendalikannya.


Menurut Dewa Petir, wilayah Istana Dewa Petir tiba-tiba saja kehilangan kendali atas petir ungu yang mengamuk di langit Istana Dewa Kesialan. Dan menurutnya ini bukan bencana alam, melainkan karena sebab dan akibat.


"Sebab dan akibat apa? Kupikir Dewa Petir hanya mencari alasan!" Dewa Kesialan menghancurkan surat tersebut agar tidak disalahgunakannya.


Wilayah Istana Dewa Kesialan begitu suram dan suara petir ungu yang terus menyambar membuat dewa-dewi lain khawatir. Mungkinkah Dewa Kesialan baru saja memprovokasi sesuatu?


Karena khawatir terjadi sesuatu, Dewa Binatang akhirnya datang untuk mencari tahu. Merak biru tua terbang ke Istana Dewa Kesialan dan memakinya habis-habisan.

__ADS_1


"Kamu dewa yang tidak kompeten! Tidak bisakah menjadi lebih tenang selama sehari?! Aku sudah bosan melihat istanamu terkena sial sepanjang waktu," teriak merak biru tua hampir saja menendang Dewa Kesialan dengan kakinya yang kurus.


__ADS_2