Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Posisi Raja yang Kosong


__ADS_3

Semua rantai spiritual yang membelenggu Ning Siyu dipegang oleh dua utusan berjubah putih dan bertudung besar yang hampir menenggelamkan kepala. Bahkan wajah utusan berjubah putih itu sama sekali tidak terlihat.


Ning Siyu menyadari sesuatu. Kedua utusan berjubah putih dengan simbol Yin dan Yang pada pakaiannya merupakan utusan Dewa Hakim.


Dia langsung menggelengkan kepala. "Tidak, tidak! Aku tidak salah. Zise, aku tidak melakukan sesuatu yang salah. Aku hanya—" Dia bingung harus menjelaskannya seperti apa.


Ming Zise sama sekali tidak terpengaruh. "Lebih baik kamu menjelaskannya di depan Dewa Hakim."


Ning Siyu terus berkata bahwa dirinya tidak salah dan meminta Ming Zise untuk mengampuninya. Dia sangat sadar masalah hari ini akan berdampak pada posisinya di Alam Para Dewa.


Karena Ning Siyu dibawa pergi oleh pria berjubah putih misterius, He Lang kembali merasakan firasat buruk. Dia awalnya berpikir jika penyelamatnya telah tiba. Tapi kini malah tertangkap oleh pihak lain.


He Lang melihat Ming Zise. Kultivasi di tubuh pihak tidak terbaca dan hanya ada kemungkinan besar tentang masalah ini. Kultivasi pihak lain ada di atasnya.


Ming Zise melihat Yan Yujie yang kini tubuhnya dikuasai oleh jiwa raja hantu. "Lebih baik tidak berlebihan. Jangan melukai tubuhmu sendiri."


Setelah berkata demikian, Ming Zise pergi dari sana dan pada saat yang bersamaan juga kelompok yang dipimpin Xiu Jikai datang.


Di luar gua, Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong berlutut. Ketika melihat Ming Zise, ketiganya langsung ketakutan. Apakah guru pendamping kelompok Xiu Jimei ini datang untuk membalas dendam?


Ming Zise melihat ketiganya tapi tidak bicara apa-apa. Dia melihat Xiu Jikai datang dan mengangguk padanya.


"Serahkan saja padamu," katanya.


Xiu Jikai menyipitkan mata saat melihat tiga kultivator hantu yang berlutut di luar gua. Ekspresinya dingin dan tentu saja beberapa masalah harus segera diselesaikan.

__ADS_1


"Tidak masalah."


Melihat Ming Zise menghilang dari tempatnya, Xiu Jikai akhirnya mengambil tindakan. Untuk membalas dendam karena berani menculik Yan Yujie, Fan Li, Mi Sai dan Mei Rong tidak beruntung. Jangankan meminta bantuan pada raja hantu, He Lang saja saat ini sedang sekarat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Dunia Langit, hari sudah berganti lagi dan Ming Zise ada di samping Xiu Jimei saat bangun pagi. Gadis itu merenggangkan tubuhnya yang kaku dan tanpa sadar semua gerakannya jatuh ke mata Ming Zise.


Xiu Jimei belum menyadari jika Ming Zise ada di sampingnya.


"Mei'er tidur nyenyak," ujar pria itu.


Xiu Jimei tertegun dan segera menoleh ke samping. Dia terkejut. "Guru, apakah kamu di sini sepanjang malam?" tanyanya.


Wajah gadis itu memerah. "Apa yang diinginkan Guru?"


"Bagaimana menurut Mei'er?" Ming Zise tanpa rasa malu menyentuh buah persik gadis itu.


Mengetahui tindakannya, Xiu Jimei bahkan lebih malu. Dia menepis tangan pria itu dan memelototinya. Kedua pipinya menggembung.


"Cabul!"


Ming Zise terkekeh dan membawanya ke dalam pelukan. "Bagaimana bisa Guru cabul pada wanitanya sendiri? Ini disebut perhatian," katanya.


Namun Ming Zise tidak macam-macam di pagi dari dan melepaskan gadis itu dari hukuman. Rupanya, Xiu Jikai sudah kembali dengan Yan Yujie yang berambut merah saat ini. Mau tidak mau, Ming Zise kembali mengunci jiwa raja hantu lagi untuk memulihkan penampilannya.

__ADS_1


Saat sarapan, kelompok Xiu Jimei sibuk membicarakan kejadian penculikan Yan Yujie.


"Lalu, apakah sekarang Dunia Hantu berantakan?" tanya Jia Lishan saat melihat Yan Yujie yang kusut.


Yan Yujie seperti baru saja melakukan dosa dan tubuhnya sedikit berkeringat dingin.


"Aku ... Aku membunuhnya. Rasanya sangat sulit dipercaya," jawabnya.


"Hah? Membunuh siapa?" Wang Xuyue bingung.


Xiu Jikai yang sedang makan sup ayam di samping saudari kembarnya menjawab, "Membunuh raja hantu."


Beberapa orang di meja makan hampir tersedak sup. Apa yang baru saja Xiu Jikai katakan? Yan Yujie membunuh raja hantu? Ini bahkan lebih sulit dipercaya. Mereka tahu jika Yan Yujie bahkan enggan membunuh seekor ayam, apa lagi raja hantu.


Tapi fakta ada di depan mata dan Xiu Jikai tidak akan berbohong untuk ini. Yan Yujie sungguh membunuh raja hantu. Memikirkan ini, Xuan Xing sedikit memiliki pemikiran yang dalam tentang jiwa raja hantu asli di tubuh Yan Yujie.


"Mungkinkah jiwa raja hantu yang melakukannya dan kamu tidak sadar saat itu terjadi?" tebaknya.


Yan Yujie mengangguk lemah dan menyendok sup ayamnya lagi. "Ini benar. Aku baru menyadarinya setelah membunuh He Lang dengan tanganku sendiri. Bahkan ketiga ras hantu yang menculik ku sebelumnya juga pingsan karena ketakutan," jelasnya.


"..." Sepertinya perjalanan Yan Yujie sebagai raja hantu tidak akan lama lagi.


Hanya saja Ming Zise mematahkan pikiran mereka saat ini. "Raja hantu sebelumnya mungkin merebut banyak posisi dan menyuap banyak petinggi hantu lainnya. Jika ingin menjadi raja berikutnya, maka harus memiliki kemampuan untuk meyakinkan mereka."


"Itulah masalahnya. Aku tidak bisa meyakinkan mereka," kata Yan Yujie.

__ADS_1


__ADS_2