Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Alam Neraka Dirugikan


__ADS_3

Ning Siyu melihat jika mereka tidak berani bicara, bahkan lebih marah lagi. Lihatlah petir di langit yang terus menyambar dan sesekali akan menargetkan prajurit, Ning Siyu mencoba untuk menyeimbangkan Alam Neraka.


Tapi sialnya, Alam Neraka tidak mungkin berada di genggamannya lagi. Semua ini harus diurus oleh Lu Zheng. Sayangnya Lu Zheng berada di pintu tertutup, Ning Siyu hanya bisa mengatasi masalah kecilnya lebih dulu.


"Katakan, di mana naga lima elemen? Apakah Lu Zheng yang membebaskan nya?" tanya Ning Siyu lagi.


Salah seorang pria berkepala serigala hitam langsung menjawab. "Raja membebaskan naga lima elemen dan memintanya untuk mengacau Dunia Langit. Namun tidak tahu apa yang terjadi, portal spiritual Alam Neraka langsung hancur."


"Apa lagi?" Ning Siyu yakin masalahnya bukan hanya itu saja.


Pria berkepala serigala sedikit ragu sebelumnya. Lalu dia berkata lagi. "Lebah pembunuh roh Alam Neraka juga dilepaskan. Dan tidak ada satu pun yang kembali ...."


"Bodoh!" Ning Siyu menggeram. Matanya menjadi lebih tajam. Dia bergumam. "Lu Zheng ini telah menghancurkan semua perbuatan baik ku. Lihat sekarang, Alam Neraka mengalami banyak kerugian!"


Tidak ada satu pun dari mereka yang berani membantah atau mendukung. Lu Zheng adalah raja mereka saat ini tapi Ning Siyu juga mantan ratu mereka. Baik Lu Zheng ataupun Ning Siyu penting bagi mereka.


Ning Siyu masih berusaha untuk menstabilkan Alam Neraka. Terutama langit gelap berpetir yang terlalu berbahaya bagi rakyatnya. Namun saat Ning Siyu mencoba untuk menstabilkan keadaan, tiba-tiba saja hujan petir ungu muncul secara spontan. Ning Siyu yang saat itu berdiri di atas batu besar, belum sempat menghindar.


Seketika itu juga, hujan petir ungu sebagian mengenai Ning Siyu. Wanita itu berteriak terkejut dan kesakitan hingga tubuhnya berasap. Walaupun begitu, Ning Siyu memiliki pertahanan tubuh alaminya sehingga hujan petir ungu tidak langsung merusak organ internalnya.


“Putri!” Para bawahan Alam Neraka terkejut. Mereka juga hampir saja terkena petir ungu yang tiba-tiba muncul.


Lagi-lagi belum sempat mereka ingin menolong Ning Siyu, petir ungu lainnya turun. Kali ini lebih besar daripada sebelumnya. Ning Siyu tidak mampu menghindar. Dia menengadah dan melihat ke langit berawan gelap Alam Neraka. Lalu secara tak sengaja menatap perbatasan Alam Para Dewa.

__ADS_1


Ning Siyu curiga jika ada seseorang yang sengaja membuat petir ungu untuk menyerangnya. Tapi saat ini dia harus tahu apa yang terjadi sebelum portal spiritual Alam Neraka hancur sebelumnya.


“Kirim seseorang untuk mencari tahu sekarang. Aku ingin hasilnya sebelum malam!” Ning Siyu dengan tubuh berasapnya mencoba untuk kembali ke istana.


Lagi-lagi, hujan petir ungu terjadi. Namun kali ini Ning Siyu sudah siap dan membuat array pertahanan diri. Dia mudah tersinggung saat suasana hatinya tidak baik. Siapa yang berani mempermainkannya? Ning Siyu melihat sekeliling untuk mencari tahu siapa yang berani membuat serangan diam-diam.


Lalu tatapannya tertuju pada sebuah bukit tandus di perbatasan Alam Para Dewa. Ada sebuah pohon besar yang rindang dengan rumput hijau di sekelilingnya. Di sana, dia melihat sosok Xiu Jimei dan Ming Zise.


Kebencian di wajah Ning Siyu tak terbendung lagi. Dia yakin jika semua petir yang menyambarnya pasti gara-gara hantu (perbuatan tersembunyi) Xiu Jimei.


"Xiu Jimei!" geramnya.


Ning merasa jika dirinya berada di Alam Neraka saat ini. Tidak perlu menahan diri jika ingin membunuh Xiu Jimei. Dia segera membentuk bola energi spiritual berwarna merah darah dari telapak tangannya. Bola energi spiritual tersebut setidaknya empat kali lebih besar daripada buah semangka matang sekali pun. Dia menembakkannya ke arah Xiu Jimei dan Ming Zise berada.


“Aku akan melakukannya.”


Xiu Jimei tidak menunggu Ming Zise berbicara. Dia segera melompat dari pelukan Ming Zise dan tiba-tiba saja muncul di udara tak jauh dari serangan bola energi spiritual yang dibuat Ning Siyu. Gadis itu segera mengangkat tangannya, melapisi telapak tangannya dengan elemen logam. Dia langsung menampar bola energi spiritual tersebut dengan keras.


Embusan angin panas menyapu tubuh Xiu Jimei. Gaun kasa dan Helaian rambut panjangnya berkibar. Xiu Jimei tersenyum licik.


“Aku kembalikan padamu,” katanya.


Bola energi spiritual berwarna merah darah itu berbalik ke arah Ning Siyu. Kecepatannya dua kali lipat daripada saat Ning Siyu menembakkannya tadi. Embusan angin seketika menyapu para prajurit Alam Para Dewa dan Alam Neraka yang ada di bawah. Wajah mereka pucat.

__ADS_1


Para makhluk Alam Neraka menggerakkan telinga binatang mereka bola energi spiritual berwarna merah darah kembali ke arah Ning Siyu. Itu artinya juga akan berdampak pada mereka.


“Sialan!” Ning Siyu mau tidak mau hanya bisa memblokirnya.


Sebelum Ning Siyu bersiap memblokir bola energi spiritual yang dibuatnya sendiri, ada beberapa bola energi spiritual yang sama muncul sebagai kloningan. Ekspresi Ning Siyu berubah lagi dan lagi. Dia mencoba memastikan jika Xiu Jimei hanya mencoba untuk membingungkannya. Salah satu dari bola energi spiritual merah darah itu pasti yang asli.


Sayangnya Ning Siyu tidak merasa jika beberapa bola energi spiritual yang sama itu palsu. Semuanya asli! Pupil matanya menyusut.


“Tidak mungkin! Manusia tidak bisa melakukan hal ini. Pasti Ming Zise yang melakukannya.” Ning Siyu menggertakkan gigi.


Ning Siyu tidak bisa memblokir semuanya. Dia hanya bisa menahan satu. Lalu dia menatap semua prajurit Alam Neraka beserta para jenderal berkepala banteng dan singa untuk membantunya memblokir bola energi spiritual itu bersama-sama.


Walaupun Ning Siyu tidak memiliki kualifikasi untuk memerintah, tapi mereka sadar jika keadaannya genting saat ini. Mereka segera pergi ke arah di mana beberapa bola energi spiritual itu akan mendarat. Salah satunya akan menghancurkan wilayah istana.


“Aku akan memblokir yang menuju istana. Sisanya kalian urus. Berusahalah untuk memperkecil kemungkinan ledakan!” Ning Siyu berkata pada mereka dan langsung pergi ke arah istana.


Kurang dari sepuluh meter lagi, Ning Siyu segera memblokir bola energi spiritual yang akan menghancurkan istananya. Kedua tangannya gemetar sedikit demi sedikit saat menahan beban di depannya.


Embusan angin panas menyapu tubuh Ning Siyu serta sekitarnya. Penghuni istana langsung ketakutan saat melihat bola energi spiritual yang ditangani Ning Siyu. Meski tidak terlalu besar tapi auranya tidak kecil sudah mampu untuk menghancurkan sebuah desa dan sekitarnya.


Xiu Jimei yang masih berada di udara tersenyum. Dia sengaja memperkuat energi spiritual yang terkandung dalam bola energi itu. dia akui Ning Siyu memang layak menjadi ratu Alam Neraka sebelumnya, sayangnya serangan ini tidak terlalu berarti baginya.


Dia hanya malas untuk bermain baku hantam atau adu pedang Ning Siyu. Sekarang Xiu Jimei merasa jika Ning Siyu bukan lawannya sama sekali.

__ADS_1


“Bosan sekali. Ayo, ledakan saja lebih cepat,” gumamnya.


__ADS_2