Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Mendaki Pegunungan Es


__ADS_3

Akhirnya, ketua kelompok—Huang Fu Shi serta wakil ketuanya—Lei Mo sepakat secara diam-diam jika binatang roh yang baru saja lewat tersebut adalah zebra.


Sebenarnya, ada banyak binatang roh berbagai jenis dari seluruh dunia. Mereka bisa dengan mudah ditemui, kadang langka dan hampir punah.


Oleh karena itu, berburu binatang roh yang langka dilarang untuk dibunuh.


Huang Fu Shi akhirnya menghela napas dan memijat salah satu pelipisnya. Dia cukup terganggu dengan perdebatan binatang roh berkaki empat yang baru saja lewat.


"Lupakan saja. Itu bukan sapi perah atau kuda tapi zebra." Huang Fu Shi berkata dengan ekspresi tidak berdaya.


"Zebra?" Mereka pun terkejut bersama. "Bagaimana mungkin itu zebra?"


Lei Mo menaikkan sebelah alisnya. "Tampaknya seseorang telah mengubah warna tubuh mereka?"


Huang Fu Shi mengangguk. "Ya."


"..." Lei Mo akhirnya mengerti, seseorang sengaja mengecat tubuh Zebra roh kuno menjadi sapi perah.


Tapi siapa yang mampu melakukan nya dengan santai kecuali ...


Lei Mo teringat dengan gadis cantik di sekte nya. Gadis itu selalu ceria dan ceroboh tapi kultivasi nya telah mencapai akhir. Gadis itu juga telah menjadi sosok genius wanita termuda di Dunia Langit.


Xiu Jimei? Batinnya. Apakah dia? Pikirnya.


Huang Fu Shi adalah anak dari Huang Fu Jung. Huang Fu Jung sendiri adalah teman Fu Chan Yin di masa lalu dan kini menjadi Kaisar Kekaisaran Langit. Belum lagi, Huang Fu Shi adalah anak satu-satunya yang juga berstatus putra mahkota.


Sedangkan Lei Mo juga seorang pangeran. Tapi bukan pangeran sejati yang tinggal di Istana Kekaisaran Bumi. Ayahnya adalah Lei Yuan yang dulu terkenal suka bermain wanita di masa mudanya—juga seorang pangeran dan mantan putra mahkota.


Tapi Lei Yuan yang telah berubah menjadi lebih baik, kini menjadi guru senior di Sekte Langit. Dulu Lei Yuan duduk di kursi roda sejak kedua kakinya terluka. Setelah diberi pil penyembuh oleh Fu Chan Yin, pria itu pun mengubah pandangannya terhadap wanita.


Kini Lei Yuan yang telah mesra bersama istrinya dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Lei Mo.


Lei Mo telah diajari oleh Lei Yuan sejak kecil bahwa wanita bukan objek mainan, harus menghormati wanita, melindungi mereka serta menghargai mereka. Lei Yuan tidak ingin putranya menjadi seorang playboy seperti dirinya di masa muda.

__ADS_1


Namun sejak dulu, Lei Mo memang dekat dengan Huang Fu Shi—laki-laki berkarakter bijak dan masuk akal. Hal ini membuat Lei Yuan lebih tenang. Setidaknya dengan Huang Fu Shi, Lei Mo tidak akan menjadi seorang bajin*an.


"Fu Shi ... Haruskah kita menangkap zebra juga?" tanya Lei Mo diam-diam.


"Tidak perlu. Seseorang pasti sudah menangkapnya untuk penilaian ujian. Kamu harusnya tahu siapa orang itu." Huang Fu Shi menggelengkan kepala.


"Aku punya tebakan." Lei Mo mengakuinya. "Si cantik Jimei 'kan?"


"Benar," jawab Huang Fu Shi sambil mengangguk tapi melirik Lei Mo. "Jangan menyebut Xiao Mei dengan sebutan itu, atau kamu akan dihajar Xiao Kai."


"..." Lei Mo juga tahu itu.


Dia suka menyebut Xiu Jimei dengan sebutan 'si cantik Jimei' karena gadis itu memang cantik. Tapi tak ada niatan lain. Dia hanya menggodanya sedikit.


Namun Xiu Jikai sebagai kembaran gadis itu, selalu tidak suka dengan laki-laki lain menggoda adiknya. Bahkan menghajar mereka. Sejak saat itu, mereka tidak berani untuk menggoda Xiu Jimei lagi.


Kecuali Lei Mo. Karena dia dikatakan sebagai teman mereka, Xiu Jikai tidak terlalu sensitif. Tapi masih saja berpikiran buruk ketika melihatnya menyapa Xiu Jimei. Setidaknya dengan Huang Fu Shi sebagai pelindung, dia selamat dari berbagai bencana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kelompok Xiu Jimei sudah tiba di kaki pegunungan es saat posisi matahari ada di atas kepala. Namun untungnya mereka tidak bertemu dengan banyak binatang roh yang ganas.


Untuk mencapai kediaman Bai Huazhi, mereka juga harus mendaki lagi. Awalnya ingin menggunakan binatang roh terbang, namun Xiu Jimei memanen banyak jamur serta beberapa ramuan di sepanjang jalan. Jadi mereka juga mengikutinya.


Inilah alasan kenapa mereka begitu lama.


"Haruskah kita menggunakan pedang terbang untuk mencapai kediaman raja array kuno?" Xiu Jikai khawatir adiknya kelelahan.


Belum lagi, cuaca dingin di pegunungan es pasti tidak baik untuk adiknya.


Xiu Jimei tidak takut musim dingin. Tapi ketika dia berlama-lama di cuaca yang dingin, kesehatannya sedikit menurun. Hal ini diakibatkan karena tubuh Xiu Jimei lemah terhadap cuaca dingin. Sejak kecil, Xiu Jimei sering sakit di musim dingin.


Ayah dan ibunya berkeliling dunia dan benua. Tapi tahu kondisi putrinya yang menderita. Xiu Jichen cukup kejam, membiarkan si kembar belajar mandiri sehingga tidak akan manja ketika tumbuh dewasa.

__ADS_1


"Apakah benar-benar dingin?" Wang Xuyue melihat ke arah pegunungan yang diselimuti oleh es dan salju. Sepertinya sangat dingin, batinnya.


Xiu Jimei melirik pegunungan es. Saat angin berembus, hawa dingin membelai tubuhnya. Xiu Jimei sedikit menggigil.


Mereka juga khawatir jika Xiu Jimei sakit di perjalanan. Bukan merepotkan, namun tidak mau gadis itu jatuh sakit. Mereka lebih suka Xiu Jimei yang ceria dan ceroboh daripada menjadi sosok pendiam yang pucat di balik selimut.


Melihat ini juga, Ming Zise tahu betul tentang kondisi kesehatan Xiu Jimei. Pria itu tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah jubah bulu putih tebal yang tampak hangat saat dipegang. Lalu memakaikannya ke tubuh Xiu Jimei.


"Guru?" Xuan Xing melihat Ming Zise memberikan jubah putih berbulu pada Xiu Jimei, ada sentuhan aneh.


Tampaknya guru pendamping mereka sangat memedulikan Xiu Jimei di mana-mana.


"Ini adalah jubah api yang terbuat dari bulu bintang roh api di tempat tinggalku. Hawa dingin tidak akan mampu memengaruhi nya. Jangan khawatir untuk bermain di bawah cuaca dingin." Ming Zise menjelaskan secara rinci.


Xiu Jimei merasakan kehangatan yang dialirkan oleh jubah berbulu putih tersebut. Dia memeluknya di seluruh tubuh. Hangat dan lembut sekali! Ada aroma mint yang sama seperti pada tubuh Ming Zise. Tampaknya pria itu sering menggunakan jubah tersebut.


"Lalu bagaimana dengan Guru?" tanyanya pada Ming Zise.


"Guru tidak rentan terhadap cuaca. Jangan khawatir." Ming Zise melirik Xiu Jikai yang menatapnya seperti ular berbisa melindungi anak-anak nya.


Anak ini benar-benar ... batin Ming Zise tidak berdaya. Sulit untuk memberikan perhatian pada Xiu Jimei di saat Xiu Jikai ada di sekitarnya.


Setelah memastikan semua orang baik-baik saja untuk mendaki pegunungan es, Xiu Jimei menunggangi harimau putih roh kuno. Wang Xuyue juga menaiki punggung Cip Cip.


Mereka tidak terburu-buru karena jalanan yang dilapisi es sedikit licin. Belum lagi ada beberapa bongkahan es yang tiba-tiba saja patah dan hampir menimpa mereka.


"Yujie, awas!" Kin Wenqian yang melihat sebongkah es meluncur cepat tepat di depan Yan Yujie, segera memperingati nya.


Untungnya respons Yan Yujie cukup cepat. Dia menghindar ke samping seraya menggunakan energi spiritual nya untuk menghancurkan bongkahan es.


Hanya saja dia cukup lengah hingga terpeleset saat menginjak permukaan es yang licin.


"Kakak sepupu!" Xiu Jimei berteriak.

__ADS_1


__ADS_2