Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Koloni Tawon Pembunuh


__ADS_3

Tuit Tuit kembali ke tempat Xiu Jimei berada dan menjelaskan semuanya dengan baik. Tubuh Wang Zheming menjadi hitam. Dia sendiri tak bisa menahan tawa saat melihatnya. Namun saat itu dia langsung kabur agar tidak ditangkap oleh Wang Zheming.


Sebelumnya dia membual tentang Wang Xuyue di depan Wang Zheming. Tuit Tuit juga memberi tahu Wang Xuyue tentang masalah ini.


"Jangan khawatir, seberapa nakalnya aku, ayah tidak akan memukulku. Aku adalah anak satu-satunya dan ibu memanjakanku. Dia ayahku berani memukul atau memarahi hanya karena masalah kecil ini, dia pasti akan ditendang dari tempat tidur oleh ibuku," jelas Wang Xuyue langsung lega. Dia bahkan membayangkan seperti apa Wang Zheming dengan tubuh hitamnya saat ini. Bukanlah sama konyolnya seperti Yan Yujie?


Ini sudah hampir malam dan yang lainnya belum kembali setelah berkeliling sekitar tenda. Terutama Yan Yujie. Melihat jika Fu Yiyuan sudah kembali dengan seikat kayu bakar, Xuan Xing mengerutkan kening.


Yang lainnya juga sudah kembali dengan berbagai barang di tangan. Entah itu bahu, tanaman herbal atau bunga langka yang bisa dibudidayakan. Tapi mereka tidak bisa pergi terlalu jauh. Mereka khawatir memprovokasi bintang roh yang lewat.


"Di mana Yan Yujie? Bukankah tadi dia pergi dengan kalian?" tanya Xuan Xing.


Salah satu rekan Fu Yiyuan langsung menjawab. "Tadi dia berpisah dari kami dan berkata akan mencari buah liar untuk dimakan," jelasnya.


"Buah liar apa? Aku khawatir dia mungkin memetik buah beracun." Kin Wenqian mendengkus.


Yan Yujie selalu terkena sial. Hanya setelah mengontrak beruang putih roh kuno, laki-laki itu sedikit beruntung. Sekarang dia pergi sendiri lagi, apakah tidak khawatir kesialannya mengikuti?


Xiu Jikai baru saja naik ke daratan setelah berenang di sungai untuk mencari udang air tawar. Ada banyak udang yang tersembunyi di dalam air, terutama di bebatuan. Dia panen besar saat ini. Karena adiknya suka makan udang, dia sengaja mencari keberuntungan di dalam sungai.


"Kalau begitu carilah dia dan bawa kembali. Ini sudah hampir gelap. Aku khawatir binatang buas akan berkeliaran saat ini." Xiu Jikai juga khawatir. Kakak sepupunya itu sungguh merepotkan untuk diurus.


"Aku akan pergi," kata Jia Lishan mengajukan diri.


Wang Xuyue juga bangkit. "Aku juga ikut." Dia bisa menunggangi Cip Cip sehingga tidak akan terlalu lelah.


Xiu Jimei mengeluarkan harimau putih roh kuno untuk ditunggangi Jia Lishan. "Kalau begitu kembalilah lebih cepat. Jika ada sesuatu, jangan lupa mengirim sinyal," katanya.

__ADS_1


Keduanya mengangguk. Jia Lishan menunggangi punggung harimau putih roh kuno dan mengikuti Wang Xuyue. Hutan cukup rimbun sehingga keduanya harus berteriak memanggil nama Yan Yujie berulang kali.


"Cip Cip, bisakah kamu mencari lokasi Yujie saat ini?" tanyanya.


"Aku bukan hidung anjing. Aku hanya bisa melihat dari jejak yang ditinggal di tanah." Cip Cip tidak yakin.


Tanah dis sekitar mereka lembap dan mudah meninggalkan jejak kaki. Cip Cip tahu jika seseorang baru saja lewat tempat tersebut.


Harimau putih roh kuno memiliki hidung yang cukup sensitif. Tapi dia juga bukan anjing pelacak. Namun indera penciumannya memang bisa mendeteksi keberadaan mangsa. Meski Yan Yujie bukan mangsanya, harimau putih roh kuno merasakan kehadiran manusia di sekitarnya.


"Seharusnya tidak tahu jauh dari," kata harimau putih roh kuno. "Terus jalan ke depan. Seharian ada di depan kita."


"Kamu yakin? Kita sudah cukup jauh dari lokasi perkemahan." Wang Xuyue sedikit takut.


Harimau putih roh kuno tidak takut sama sekali. "Jangan khawatir, aku dan Cip Cip merupakan bintang roh kuno saat ini. Binatang roh apa yang harus kamu takuti?"


Benar saja, saat mereka berjalan sedikit lebih jauh lagi, sosok Yan Yujie ditemukan. Laki-laki itu sedang berusaha untuk memeriksa buah mangga.


"Yan Yujie! Akhirnya kami menemukanmu. Tidakkah kamu tahu berapa lama belum kembali, Xiao Mei dan yang lainnya khawatir." Wang Xuyue langsung memarahinya.


Yan Yujie terkejut melihat Wang Xuyue dan Jia Lishan menyusulnya. "Ah? Aku lupa. Tunggu aku memetik beberapa buah mangga ini dulu lalu kembali," timpalnya.


Jia Lishan mengeluarkan pedang kesayangannya. Dia berwaspada saat melihat sarang tawon besar di salah satu dahan pohon mangga. Mau tidak mau, Jia Lishan sedikit merinding.


"Sarang tawon pembunuh. Ini bukan tawon biasa. Jika kena sengatannya, kamu bisa berbaring di tempat tidur selama seminggu, belum lagi tubuh bengkak dan kehilangan nafsu makan. Kamu begitu berani?" Jia Lishan mau tidak mau menggelengkan kepala.


Sarang tawon ada tak jauh dari keberadaan Yan Yujie saat ini. Beberapa tawon pembunuh melihat kehadiran manusia tapi tidak menyerang. Mereka sendiri tidak merasa terancam saat ini. Para tawon pembunuh hanya bingung saat melihat Yan Yujie berkulit hitam seperti baru sungai. Mungkinkah jenis monyet baru yang bisa berjalan dengan dua kali?

__ADS_1


Jika Yan Yujie tahu apa yang dipikirkan tawon pembunuh itu, mungkin akan muntah darah.


"Jangan khawatir, aku akan berhati-hati." Yan Yujie juga berkeringat dingin.


Anak beruang putih roh kuno ada punggung Yan Yujie, kedua tangannya merangkul lehernya dan memperhatikan tuannya hendak memetik buah mangga. Tapi salah satu cabang yang diinjak Yan Yujie tidak terlalu kokoh. Yan Yujie kehilangan keseimbangan dan memukul sarang tawon yang besar.


Yan Yujie terjatuh ke tanah berumput dan tubuhnya hampir remuk. Beruang putih roh kuno sudah menempel di dadanya sehingga tidak tertindih.


"Yachh! Sakit sekali. Kenapa begitu sulit memetik satu mangga saja?" rintihnya.


Wang Xuyue dan Jia Lishan mau tidak mau berteriak. Ini buruk! Pikiran keduanya bukan mengkhawatirkan Yan Yujie yang jatuh tapi sarang tawon yang setengah terkoyak.


Tak butuh waktu lama bagi ketiganya untuk melarikan diri dari sana dengan panik. Jia Lishan dan Wang Xuyue lupa untuk menanggapi kedua bintang roh kuno. Keduanya lari secepat mungkin untuk menghindar kejaran tawon pembunuh.


Yan Yujie tak terkecuali. Memeluk anak beruang putih roh kuno, dia berlari di belakang mereka. Harimau putih roh kuno mengaum pada sekelompok tawon pembunuh. Sayangnya itu tidak berguna.


Tawon pembunuh berkelompok. Mereka agresif dan suka menyerang beramai-ramai sehingga musuhnya akan ketakutan. Auman harimau putih roh kuno tidak membuat sekawanan tawon itu takut. Mereka justru ingin menyengatnya juga.


Mau tidak mau, harimau putih roh kuno juga berlari mengejar mereka. Usahanya tidak berhasil.


Jia Lishan melihat harimau putih roh kuno hampir disengat tawon pembunuh. "Bukankah kamu bilang binatang roh manapun tidak akan berani menyerangmu? Lalu kenapa kamu lari?"


"Kecuali tawon, semuanya baik-baik saja!" Harimau putih roh kuno sepertinya menembak di kakinya sendiri. Kenapa tawon pembunuh itu tidak takut padanya.


Yan Yujie tidak peduli tentang ini. "Selamatkan diri dulu dan bicarakan nanti!"


Tiga orang dan dua binatang berlari ke arah kelompok Xiu Jimei berada. Lebih baik meminta bantuan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2