Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tiba Di Alam Sekuler


__ADS_3

Para utusan dewa kesialan segera pergi ke Dunia Langit untuk mencari tahu sebab dan akibatnya. Tak lama setelah itu, mereka kembali lagi dengan berbagai informasi menarik. Namun hal ini juga membuat dewa kesialan tambah tidak enak badan.


"Setelah kami menyelidiki, kultivator bernama Yan Yujie itu berkontrak dengan seekor anak beruang putih roh kuno. Sebelumnya dia dan rombongannya berada di lantai sepuluh pagoda dua puluh lantai lalu bertemu dengan timur roh hitam yang jelek. Setelah itu tikus roh yang jelek dan besar itu mengejar Yan Yujie. Barulah anak beruang roh kuno muncul dan memarahi si tikus," tutur salah satu utusan, berbicara panjang lebar untuk menggambarkan situasinya.


"Lalu ini adalah berkah untuknya tidak terkena sial. Kemudian apa hubungannya dengan dewa ini?!" Dewa kesialan sama sekali tidak mendapatkan informasi berguna apapun dari urusannya. Ini sia-sia.


"Itu ... Menurut mantan dewa tertinggi, jika Yan Yujie tidak akan terlalu sial karena adanya si anak beruang putih roh kuno, maka dewa kesialan akan jatuh sakit saat ini." Utusan yang melapor adalah pria jangkung berjubah putih yang wajahnya setengah tertutupi topeng.


"Kamu bahkan melihat mantan dewa itu?"


"Ya. Ini dikatakan secara pribadi olehnya."


Seketika, dewa kesialan pingsan begitu saja hingga mereka sangat panik. Kenapa semua ini menjadi serba salah?


"Dewa ku!!" Mereka berteriak serempak.


Dewa kesialan yang jatuh sakit ini segera menyebar ke daratan Alam Para Dewa. Mereka juga penasaran dengan apa yang terjadi sebelumnya hingga dewa kesialan jatuh sakit.


Ini tidak seperti biasanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di pagoda dua puluh lantai tempat di mana Xiu Jimei berada.


Saat ini mereka sudah ada di lantai lima belas. Kondisi fisik mereka sedikit kelelahan saat ini karena di lantai sebelumnya, sempat ada pertarungan. Namun sangat disayangkan jika semua harta berharga di sini telah dipindahkan terlebih dahulu hanya untuk ujian tersebut.


Mereka sangat pelit hingga tidak mau berbagi harta pagoda dua puluh lantai.


"Bisakah kita berhenti dulu? Aku terlalu lelah," pinta Kin Wenqian seraya mengatur napas.


"Aku juga." Jia Lishan duduk di lantai dan mulai terkapar. Dinginnya lantai membuat dia merasa lebih nyaman.


Xiu Jimei tidak protes. Dia mencari benda atau sesuatu yang kemungkinan menjadi saluran transmisi spiritual. Setelah beristirahat, mereka juga membantu mencarinya.


Namun Jia Lishan yang berbaring tanpa sengaja memperhatikan langit-langit. Dia merasa ada sedikit cahaya yang berkelip di atas sana.


"Kalian, coba lihat apa itu? Apakah hanya ilusiku saja?" Jia Lishan menunjuk.

__ADS_1


Yang lain segera menengadah. Ada sebuah lingkaran yang cukup besar di langit-langit. Lingkarannya sesekali mengeluarkan cahaya dan ada sesuatu yang berkelip di tengah-tengahnya.


Pencahayaan di setiap lantai selalu buram sehingga mereka menggunakan batu cahaya untuk melihat lingkaran tersebut.


Ming Zise juga menengadah sebentar tapi tidak memiliki kejutan. "Mungkin ini tempatnya. Periksa saja," katanya.


"Guru, apakah ini benar-benar portal teleportasi spiritual? Kenapa ada di langit-langit?" Wang Xuyue merasa heran.


"Suka hati yang membuatnya, 'kan?" Ming Zise berkomentar ringan.


"..." Kami memang tidak bisa menyalahkan siapapun untuk ini, batin mereka.


Xiu Jikai turun tangan untuk memeriksanya. Lalu mengangguk pada mereka. Akhirnya, setelah menjelajahi lima empat belas lantai yang aneh, penderita mereka akhirnya selesai.


Terutama Yan Yujie yang terus menerus dikejar kesialan setiap kali ada binatang roh penjaga lantai pagoda. Untung ada anak beruang roh kuno yang pemberani. Semua binatang roh itu tidak berani menyerang lagi.


"Bagaimana cara mengaktifkan portal teleportasi spiritual ini?"


Xuan Xing tidak merasakan energi apapun dari lingkaran giok portal teleportasi spiritual. Benda itu hanya mengeluarkan cahaya namun tidak memiliki lorong untuk pergi ke alam sekuler.


"Jangan khawatir, guru akan melakukannya." Ming Zise segera maju.


"Tidak, ujian berikutnya ada di alam sekuler bukan saat pencarian portal teleportasi spiritual nya."


"..." Kalau begitu sejak awal guru harusnya membantu kami, bukan? Batin mereka tidak berdaya.


Ingin marah tapi tidak berani. Mereka khawatir Ming Zise akan menghukum mereka dengan keras di masa depan. Oleh karena itu, mereka hanya bergantung pada si kembar. Dengan adanya dua orang ini, Ming Zise tidak akan macam-macam.


Ming Zise hanya malas untuk bergerak. Untung saja para murid yang ada di bawah bimbingannya jauh lebih pintar dari pada kelompok lain.


Ming Zise segera mengembunkan bola energi biru di telapak tangan kanannya lalu dilemparkan ke tengah portal. Saat bola energi biru menyentuh permukaan langit-langit, embusan angin yang kuat muncul dari lingkaran portal hingga mereka menyipitkan mata.


"Apakah ini berhasil?" tanya yang lain.


Ming Zise mengangguk. Sangat mudah baginya untuk melakukan semua ini. Dia adalah mantan dewa. Di Alam Para Dewa, penghuni manapun akan saling membantu.


Tak lama, portal teleportasi spiritual yang mengeluarkan embusan angin itu membentuk sebuah lubang berwarna hitam hitam. Mereka segera terisap ke dalam lubang tersebut dan tidak tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Lubang transmisi spiritual tersebut seperti lorong waktu yang membuat siapapun yang memasukinya tidak bisa menggunakan energi spiritual.


Ming Zise sendiri tentunya sudah memeluk Xiu Jimei.


Tidak butuh waktu lama bagi mereka keluar dari lubang transmisi spiritual. Sangat disayangkan, saat mereka keluar, embusan angin kencang juga menerpa tubuh lagi.


Saat itulah mereka menyadari apa yang baru saja terjadi.


"Ahhh! Kenapa kita jatuh dari langit?" Yan Yujie berteriak.


Yang lain juga segera jatuh bebas. Mereka langsung menggunakan perisai spiritual agar embusan angin tidak menabrak tubuh mereka. Tapi tetap saja terlambat.


Di bawah mereka adalah hutan luas yang rimbun oleh pepohonan. Saat terjatuh, mereka hanya mencoba untuk mengurangi beban badan alih-alih melindungi diri dari luka-luka.


Xiu Jimei dan Xiu Jikai baik-baik saja di samping Ming Zise. Namun Yan Yujie tersangkut di salah satu dahan pohon. Xuan Xing serta yang lain hanya bisa berguling di tanah berumput kering dengan badan pegal-pegal.


"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Xiu Jimei.


"Uh ... yah, tidak apa-apa. Tapi badanku sakit semua," keluh Wang Xuyue.


Jia Lishan, Kin Wenqian serta Xuan Xing segera bangun dan meluruskan pinggang mereka. Untung saja tidak ada yang mengalami cedera berat. Mereka hanya memar di beberapa bagian tubuh.


"Tolong aku!" Suara Yan Yujie dari atas pohon membuat mereka menengadah.


Seekor anak beruang putih roh kuno di tangan Yan Yujie seperti sedang bermain ayunan dengan tuannya, mengeluarkan suara yang menyenangkan.


Xiu Jimei serta kelima lainnya menghela napas. Bahkan jika Yan Yujie tidak terlalu kena sial lagi saat ini, tetap saja masih tidak bisa menghindari bencana kecil lainnya.


"Xing Xing, buat tangga es," kata Xiu Jimei.


"Baik." Xuan Xing segera mengerahkan energi spiritualnya membentuk tangga es sehingga Xiu Jikai bisa membantu kakak sepupunya turun.


Setelah menyelamatkan Yan Yujie, mereka memperhatikan sekitar. Hutan di alam sekuler sungguh berbeda dengan Dunia Langit. Pepohonan di sini tidak terlalu tinggi dan besar, hanya sedikit lebih tua saja. Belum lagi, kualitas energi spiritual di udara juga agak buruk.


"Sepertinya kita tidak bisa berkultivasi di sini," kata Xiu Jimei. Dengan energi spiritual selemah ini, mungkin hanya bisa menyentuh lapisan meridian kecilnya saja.


Jika kultivator alam sekuler mendengarnya, pasti akan muntah darah. Para kultivator Dunia Langit tentu saja tidak mungkin tergoda dengan kualitas energi spiritual di tempat ini.

__ADS_1


"Kita sudah sampai. Ke mana kita harus pergi sekarang?" tanya Kin Wenqian.


__ADS_2