Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Melawan Naga Ungu


__ADS_3

Di Dunia Kecil Array Kuno saat ini, Whitely yang sedang berkultivasi di dekat air terjun tiba-tiba saja membuka matanya. Ada sedikit riak di pikirannya. Pikirannya tiba-tiba menampilkan gambaran pedang naga es yang bertabrakan dengan energi spiritual asing yang merepotkan.


“Apa yang dihadapi anak majikan saat ini?” gumamnya.


Whitely segera bangkit dan dia langsung berubah menjadi naga putih. Dia terbang ke langit dan langsung menghilang.


Reddish, Bluewy dan Blacky melihat Whitely pergi dengan ekspresi serius, merasa bingung. Ketiganya saling melirik dan penuh tanda tanya.


“Apa yang terjadi dengannya?” tanya Blacky.


“Aku tidak tahu. Tapi dia meninggalkan tempat ini. Dia kembali ke Dunia Langit.” Bluewy mengerutkan kening.


Reddish khawatir ada sesuatu terjadi di Dunia Langit. “Haruskah kita menyusul?”


“Ya. Kita sudah cukup lama tinggal di sini. Tidak tahu apa yang terjadi dengan anak majikan. Jangan lupa, jika terjadi sesuatu dengannya, majikan tidak akan mengampuni kita,” kata Blacky kesal.


“Bukan majikan yang marah, tapi pria iblis itu.” Reddish mendengkus saat mengingat Xiu Jichen.


“…” Majikan kita masih baik hati tapi pria iblis itu sesuai dengan reputasinya, benar-benar bertindak sebagai iblis.


Ketiganya pun juga memutuskan pergi secepat mungkin agar tidak kehilangan jejak Whitely.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Dunia Langit.


Xiu Jimei yang melawan naga ungu menggunakan pedang naga es untuk menyerang dan menahan serangan. Naga ungu itu juga sedikit waspada dengan aura yang dipancarkan pedang naga es, tapi bukan berarti takut pada Xiu Jimei.


Xiu Jimei seperti semut di mata naga ungu yang jelas memiliki tubuh raksasa. Meski gua yang tercipta di bawah gunung, ternyata masih dipengaruhi oleh energi ruang sehingga tampak luas dan tanpa batas.


Saat ini, naga ungu hanya muncul setengah badan. Sebagian badannya masih berada di dalam pintu gerbang baja.


“Manusia, energi spiritual di tubuhmu sangat murni dan menggoda. Aku benar-benar ingin menyerapnya.” Naga ungu tampak antusias dengan Xiu Jimei.

__ADS_1


Tubuh Xiu Jimei memancarkan aura spiritual keemasan bercampur warna pelangi yang sangat murni. Hal ini membuat naga ungu rakus akan energi spiritual gadis itu.


Xiu Jimei tersenyum main-main. ‘Cobalah kalau mampu.”


“Sombong!” Naga ungu kembali menyemburkan api ungu kehitaman berkali-kali hingga Xiu Jimei berpindah tempat seraya menggunakan jurus pedang naga es.


Tak lama setelah itu, hujan panah es tiba-tiba saja menyerang naga ungu hingga api ungu kehitaman yang disemburkan padam dan menjadi uap di udara. Naga ungu terkejut saat ada pihak lain yang ikut campur.


Naga ungu kembali menyemburkan api tanpa memedulikan pihak lain.


“Gelombang dinding es!” Xuan Xing yang muncul kembali merapalkan mantra dan menggerakkan tangannya.


Tak lama, gelombang es tinggi muncul di depan naga ungu dan berhasil memblokir api yang menyembur. Xuan Xing akhirnya berhasil menyusul Xiu Jimei.


“Xiao Mei, apakah kamu baik-baik saja?”


“Tidak masalah, kenapa kamu menyusul? Terlalu berbahaya untukmu di sini.” Xiu Jimei akhirnya melihat Jin Long di leher Xuan Xing. Lalu mencibir. “Seperti ada yang pura-pura tidak peduli.”


Jin Long sangat menjaga harga dirinya. “Omong kosong apa? Aku hanya tidak mau dibantai oleh orang tuamu yang sombong itu,” elaknya.


Jin Long ingin tersedak sesuatu pada akhirnya tidak mengatakan apa-apa.


Naga ungu kembali menyerang mereka. Selain api ungu kehitaman yang mampu disemburkan naga ungu, ada juga hujan racun yang jika mengenai kulit akan terasa sakit. Hujan racun yang diciptakan oleh naga ungu ternyata menyerupai jarum kecil dalam jumlah banyak.


Xiu Jimei menggunakan pedang naga es lagi untuk memblokirnya. Sedangkan Xuan Xing menggunakan elemen esnya untuk menciptakan perisai es.


“Apakah itu naga yang menyebabkan raungan di malam tadi?” Xuan Xing menebak.


“Benar, ini makhluk Alam Neraka. Berhati-hatilah. Level kultivasimu belum mampu untuk bertarung lama dengannya.” Xiu Jimei memperingatinya.


“Jangan khawatir. Jika sesuatu terjadi padaku, ayah akan segera bergegas untuk menampar baji*gan.”


“…” Masalahnya naga ungu bukan manusia, tapi ular berkumis, batin Xiu Jimei.

__ADS_1


Memang, Xuan Xing tidak bisa berbuat banyak karena kultivasi naga ungu lebih besar darinya. Mungkin bukan lawannya sama sekali. Tapi dia masih mampu memblokir api ungu dan hujan racun pihak lain.


Tapi Xiu Jimei berbeda, dia lebih kuat. Dengan kultivasi ranah kekosongannya, dia masih bisa menyeimbangi kekuatan pihak lawan.


Naga ungu tampak meremehkan. “Manusia, kalian hanya cari mati.”


“Apa tujuanmu datang ke Dunia Langit? Sepertinya tidak pernah ada masalah antara Alam Neraka dengan Dunia Langit,” tanya Xiu Jimei.


Naga ungu tertawa sombong. “Tentu saja karena Dunia Langit ini lebih nyaman untuk ditinggali. Energi spiritual di sini mungkin tidak seberapa tapi … menjadikan dunia ini rumah kedua juga nyaman.”


Xiu Jimei mencibir. “Sepertinya bukan itu alasanmu tapi alasan dari ratu kalian.”


Tanpa diduga, naga ungu menyipitkan mata. “Manusia, aku tidak menyangka kamu mampu menebak sebagian dari kebenaran.”


Naga ungu menguarkan energi spiritual kegelapan yang ada di tubuhnya. Tiba-tiba saja suhu di tempat tersebut jatuh ke titik rendah hingga Xuan Xing harus muntah darah karena tekanan tersebut.


Xiu Jimei masih baik-baik saja. Dia hanya merasa tidak nyaman di tubuhnya. Dia tidak menyadari jika esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya menyebar lebih kuat lagi, melindungi tubuh Xiu Jimei dari tekanan energi spiritual kegelapan.


Naga ungu memperhatikan jika energi spiritual keemasan di tubuh Xiu Jimei menelan energi spiritual kegelapan. Dia kesal. Karena dia tidak tahu sebelumnya jika energi spiritual di tubuh gadis itu mampu menelan energinya sendiri. Jika begitu, maka sulit untuk menelan energi keemasan Xiu Jimei bukan?


“Aku pikir kamu sangat berguna. Tapi ternyata itu hanya akan menghalangi jalanku. Lebih baik aku menghabisimu lebih awal!”


Naga ungu tidak lagi bermain kali ini. Dia sepenuhnya berani di mode membunuh lawan kali ini. Sisik-sisik di tubuhnya perlahan berubah menjadi merah darah bersamaan dengan matanya berubah merah darah. Aura di tubuhnya menjadi lebih berat dan kuat.


Xiu Jimei sedikit pucat. Dia memegang pedang naga es dengan tangan yang sedikit kebas. Dia terlalu lama menggunakan pedang naga es yang jelas terlalu dingin untuk tubuhnya. Jin Long yang melingkari leher Xuan Xing belum mau bergerak saat ini. Dia masih mengamati situasinya.


“Gadis, berhati-hatilah, naga itu sepenuhnya berubah menjadi naga pembunuh. Ini adalah teknik terlarang setiap naga yang berada di jalur kegelapan,” jelas Jin Long.


“Tidakkah kamu ingin bertarung?” tanya Xiu Jimei.


“Jika kamu dalam bahaya, aku akan membantu. Jika tidak, lupakan saja. Aku tidak mau menyia-nyiakan energi.”


“Kupikir karena kamu sudah tua.”

__ADS_1


Jin long tersedak. “Tidak mungkin. Aku telah hidup ribuan tahun. Tua bukan berarti menjadi lebih lemah. Tapi semakin berpengalaman.”


Xiu Jimei mencibir. Alasan naga emas selalu ini dan itu, dia sudah bosan mendengarnya.


__ADS_2