
Mi Sai melihat boneka kanibalnya mundur dan seperti kehilangan kendali. Masih ada darah di kedua cakar tangannya. Mi Sai buru-buru mengendalikan bonekanya agar kembali. Namun tampaknya sedikit tidak terkendali.
Bagaimana bisa ini terjadi?
Boneka kanibal telah terkontrak dengan jiwanya dan dia bisa merasakan betapa tidak senangnya boneka kanibal.
Yan Yujie berlutut dan menopang tubuhnya dengan pedang. Wajahnya yang pucat malah lebih pucat. Suara seruling giok ilusi pelahap jiwa membuatnya yakin jika kali dia mungkin akan berakhir.
"Fan Li, lebih cepat! Ras hantu di sana tidak bisa menahan kelompok Xiu Jikai lagi!" Mei Rong mendapatkan pesan telepati. Wajahnya segera menjadi serius.
Fan Li tahu situasinya mendesak saat ini. Dia segera menggunakan tempo cepat lagi yang kini langsung diarahkan pada Yan Yujie.
Perlahan, Yan Yujie yang tidak kuat menahan kesadarannya lagi merasa jiwanya ditarik sedikit demi sedikit. Ada keengganan kuat di wajahnya. Terutama saat melihat anak beruang roh kuno berteriak seolah-olah menyadari bahaya.
"Setidaknya ... Kamu tidak bisa menyakiti beruang itu," katanya pada Fan Li. Dia hanya menunggu jiwanya ditarik keluar.
Lagi pula, cakaran yang ditinggalkan oleh boneka kanibal mengandung racun. Semua meridian di tubuhnya tampak lumpuh dan tidak lagi mengalirkan energi spiritual. Inikah rasanya akan mati?
"..." Fan Li tidak mau mengurus anak beruang.
Mi Sai masih mencoba mengendalikan boneka kanibalnya berulang kali.
"Kenapa seperti ini? Jelas ini boneka milikku! Kenapa tidak bisa aku dikendalikan?!" Dia kesal.
"Biar aku membantumu." Mei Rong mencoba menggunakan energi spiritualnya sendiri untuk menarik boneka kanibal kembali ke sisinya.
Mi Sai berteriak tidak senang. "Mei Rong, apa yang kamu lakukan? Kamu membuat bonekaku menjadi lebih gila!"
"Apa??! Aku hanya mencoba membantu! Dasar tidak tahu terima kasih." Mei Rong tidak suka dituduh.
"Terima kasih hantumu!" ejek Mi Sai marah.
Mei Rong menjitak kepala anak laki-laki di sampingnya. "Bodoh! Aku tidak akan membantumu lagi. Lakukan sendiri!"
Lalu tak lama setelah itu, suara anak beruang roh kuno yang berteriak tidak lagi terdengar. Mereka merasakan embusan angin yang cukup dingin di belakang serta suara geraman yang membuat bulu kuduk merinding.
__ADS_1
Ada bayangan hitam di depan mereka yang menghalangi sinar matahari.
Fan Li yang sibuk meniup seruling kini terhenti di tengah jalan. Wajahnya agak pucat dan keringat dingin tiba tiba saja memenuhi punggungnya. Suara geraman binatang buas tepat di belakang membuatnya menebak sesuatu.
Ada binatang roh yang menyerang mereka.
"..." Mei Rong dan Mi Sai yang bertengkar tiba-tiba saja kaku.
Bahkan Yan Yujie juga merasa tidak percaya saat melihat sosok binatang roh berbulu putih raksasa yang tiba-tiba saja muncul di belakang ketiga kultivator ras hantu itu.
Jiwanya yang sempat akan keluar dari tubuh seperti kembali lagi tubuhnya dengan benar. Dia masih merasakan pusing namun tidak berpikir akan mati.
Fan Li, Mi Sai dan Mei Rong melihat ke belakang secara perlahan dan bersamaan. Wajah ketiganya berubah menjadi ungu (menunjukkan ekspresi ketakutan). Fan Li sudah lupa nada seruling bagian mana yang digunakannya untuk menyerang Yan Yujie tadi.
Di depan mereka, ada seekor beruang roh kuno dewasa yang tingginya dua lebih dari dua meter. Berbulu putih, mata merah serta taring yang tampak bisa mencabik daging kapan saja. Beruang roh kuno itu menggeram pada ketiganya dengan ekspresi yang sangat marah.
Mi Sai tak bisa menahan diri untuk menelan salivanya dengan susah payah. "Ini ... Ini ... Beruang roh kuno. Beruang yang mana? Di mana anak beruang roh kuno?" tanyanya pelan pada Mei Rong.
Fan Li dan Mi Sai tanpa sadar menatap Mei Rong yang kini juga tak lebih baik dari keduanya.
"..." Mei Rong benar-benar melupakan anak beruang. Namun yang jelas suara anak beruang menghilang.
Mungkinkah ... Anak beruang roh kuno menjadi dewasa tiba-tiba?
Jika ini benar-benar terjadi, maka ketiganya tidak bisa membayangkan betapa marahnya anak beruang itu pada mereka karena menyerang majikannya.
"Apa yang harus kita lakukan?" Mi Sai tidak setenang sebelumnya.
Ini beruang dewasa yang ada di depan mereka, bukan macan kecil bergigi panda. Sepertinya istilah ini tidak cocok ....
Pada akhirnya, berubah roh kuno dewasa di depan mereka langsung mengaum keras hingga burung-burung terbang menjauh dan binatang roh lainnya lari ketakutan. Ini lebih menakutkan dari pada bertemu raja hutan sekalipun.
"..." Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong akhirnya mengubah wajah mereka dan melarikan diri.
Beruang roh kuno tidak melepaskan mereka dan mengejar tanpa rasa kesulitan sedikit pun. Boneka kanibal yang ditinggalkan Mi Sai segera mengikuti tuannya yang melarikan diri.
__ADS_1
"..." Yan Yujie yang kebingungan terbatuk darah. Dadanya sedikit sesak. Sepertinya karena racun yang menyebar ke tubuhnya.
"Syukurlah, semuanya baik-baik saja ...," gumamnya.
Setelah itu, Yan Yujie jatuh pingsan.
Di sisi lain, Fan Li, Mei Rong dan Mi Sai dikejar beruang roh kuno ke dalam hutan lebat yang memiliki banyak ilalang. Ketiganya tidak bisa menggunakan energi spiritual lebih banyak karena sebelumnya telah digunakan untuk menyerang Yan Yujie.
Belum lagi ini adalah alam sekuler yang tidak memiliki energi spiritual melimpah. Jadi mau tidak mau hanya bisa kehilangan banyak energi spiritual lebih cepat tanpa menyerapnya lebih banyak.
Yang jelas ketiganya berwajah pucat. Mei Rong berhasil terkena tamparan kaki depan beruang roh kuno yang memiliki kuku agak tajam dan terlempar ke sisi lain hingga menabrak pohon.
Mei Rong langsung mengeluarkan darah dari mulutnya. Sakit sekali!
"Mei Rong!" Fan Li mengubah ekspresi wajahnya dan menghampiri Mei Rong yang hampir sekarat.
"Fan Li, sepertinya aku akan mati dan menjadi hantu," kata Mei Rong lemah seolah-olah akan dijemput dewa kematian.
"Kamu memang sudah mati dan menjadi hantu!" Fan Li tidak sabar. Apakah otak Mei Rong terganggu?
Mei Rong langsung pingsan saat menyadari jika dirinya memang hantu saat ini.
"..." Fan Li tidak peduli.
Dengan Mei Rong yang pingsan seperti ini, dia hanya bisa membawanya di pundak seperti mengangkat karung. Dia segera mengejar Mi Sai yang sudah berteriak nyaring sepanjang jalan karena dikejar beruang roh kuno raksasa.
Hingga akhirnya, dia tersandung bebatuan saat keluar dari rumput ilalang yang tinggi. Karena tidak waspada, dia langsung jatuh tengkurap ke kubangan lumpur.
Posisi jatuh Mi Sai sedikit lucu hingga suara teriakannya menghilang seketika. Dia masih belum sepenuhnya sadar jika dirinya jatuh ke kubangan lumpur yang sangat bau kotoran binatang roh.
Fan Li mengutuk dalam hatinya karena direpotkan oleh keduanya. "Sungguh rekan tidak berguna!" gumamnya.
Fan Li segera meriah tubuh Mi Sai dan langsung melompat ke pepohonan tinggi agar beruang roh kuno tidak berani mengejarnya. Dia menggunakan energi spiritual lebih banyak untuk membawa dua orang. Lalu menjauh lebih cepat.
Untungnya beruang roh kuno berhenti dan menatap mereka dengan kebencian. Seolah-olah berkata jika semua ini belum selesai. Fan Li merinding dan tidak mau berurusan dengan Yan Yujie saat ini.
__ADS_1
Anak beruang roh kuno itu tiba-tiba menjadi dewasa. Sepertinya memiliki kemampuan untuk mengendalikan ukuran tubuh.
"Ini belum berakhir!" gumamnya.