Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menolong Kelompok Huang Fu Shi


__ADS_3

Bai Huazhi yang tahu betapa nakalnya gadis itu, sekarang tidak berdaya. Akhirnya dia mengambil seember air untuk mencoba menghapuskan cat hitam dan putih tidak wajar di tubuh mereka.


Bai Huazhi menggosok tubuh zebra di sana dan sini, berbagai cara tapi tidak ada hasil. Coraknya masih ada, sama sekali tidak pudar sedikit pun. Yang ada, Bai Huazhi kelelahan.


Sepertinya cat di tubuh mereka tidak bisa dihilangkan. Saat tahu hasilnya, para zebra itu bahkan melolong sedih.


"Sepertinya warna ini akan hilang satu bulan kemudian. Kalian bersabar saja," kata macan kumbang roh kuno.


"Bagaimana kamu tahu?" Salah satu mereka curiga.


"Dulu sekali, aku pernah dicat menjadi polkadot oleh ibu gadis itu pada masa mudanya."


"..." Apakah ibu dan anak memiliki gen yang sangat kuat dalam berperilaku? Kelima zebra itu akhirnya tidak bisa berkata-kata lagi.


Untungnya, lima binatang roh lainnya selamat dari perlakuan buruk Xiu Jimei.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selama kurang lebih sebulan, para peserta ujian menjamah Dunia Kecil Array Kuno. Mereka berusaha untuk menjinakkan beberapa binatang roh terbaik agar bisa mendapatkan nilai lebih saat hari penilaian tiba.


Tapi sayangnya, ternyata hari penilaian ujian kali ini bergantung pada suasana hati pemilik Dunia Kecil Array Kuno.


Baru saja menginjak bulan kedua, hari penilaian telah ditentukan. Yaitu seminggu lagi.


Kelompok Xiu Jimei yang telah bermain ke beberapa tempat akhirnya memutuskan untuk kembali sebelum hari penilaian tiba.


"Begitu cepat?" Yan Yujie baru saja memancing ikan di sungai. Ikan sungai di dunia kecil ini ternyata lebih besar daripada ukuran di dunia luar.


Xuan Xing hanya menduga-duga, "Sepertinya sudah banyak peserta ujian yang berhasil mengumpulkan sepuluh binatang roh kuno."


"Benar. Kalau begitu, bersiaplah untuk kembali." Xiu Jimei juga tidak mau menunda waktu.


Mereka berkemas dan tidak jadi untuk memanggang ikan. Waktu di perjalanan setidaknya seminggu. Jika masih tidak sempat tiba tepat waktu, mereka akan menggunakan jimat teleportasi.


Di perjalanan kembali, mereka tak sengaja mendengar suara sekelompok orang bertarung. Ada juga suara binatang roh yang meraung ke langit. Sayup-sayup, beberapa orang tampak khawatir dan berteriak pada rekannya yang lain untuk berhati-hati.


"Ketua, kondisi wakil ketua tidak baik!" teriak salah satu dari murid sekte yang kini lengannya berlumuran darah. Tapi dia lebih mengkhawatirkan kondisi wakil ketuanya yang kini berwajah pucat akibat keracunan.

__ADS_1


Ketua yang mereka maksud adalah Huang Fu Shi. Kini laki-laki itu sedang bertarung melawan seekor ular hijau raksasa yang sangat berbisa. Ular itu menyemprotkan racun di taringnya ke arah mereka. Namun sayang, wakil ketua—Lei Mo masih tidak bisa terhindar oleh racun tersebut.


Huang Fu Shi juga melihat kondisi Lei Mo tidak baik. Dia harus segera mengeluarkan racunnya, jika tidak, maka bisa mengancam jiwa.


Guru pendamping mereka segera datang untuk melakukan pertolongan pertama. Tapi sepertinya ada sesuatu lain yang menyerang mereka selain ular hijau berbisa.


Shuuu!!


Sebuah panah kecil yang hampir tak terlihat melesat ke arah guru pendamping. Saat ini guru tersebut berusaha mengambil pil penawar racun ular dari cincin ruang penyimpanan nya.


Pada saat yang bersamaan, sosok ramping keluar dari bayang-bayang, berdiri di samping guru pendamping. Panah kecil yang melesat tadi seketika kaku di udara—satu meter jaraknya sebelum menyentuh sosok tersebut.


Panah tersebut akhirnya jatuh ke tanah dan menghilang begitu saja.


Xiu Jimei yang sebenarnya muncul dan melihat panah tersebut pun langsung menaikkan sebelah alisnya.


"Panah hantu?" gumamnya.


Apakah ini ulah kelompok Sekte Hantu lagi? Pikirnya.


Tak lama setelah itu, Xiu Jikai juga muncul karena khawatir adiknya dalam masalah.


"Kamu baik-baik saja?" tanyanya.


"Ya. Barang-barang kecil seperti itu tidak akan mampu melukaiku," jawabnya.


"Dua murid ini, terima kasih sebelumnya. Kami tidak tahu apa yang terjadi saat tiba-tiba seekor ular roh kuno muncul," ujar guru pendamping kelompok Huang Fu Shi.


"Bukan masalah. Kebetulan kami sedang lewat sini," kata Xiu Jimei.


Ia memperhatikan sekitar. Tapi aura dari ras hantu sudah menghilang bersamaan dengan panah hantu yang lenyap begitu saja.


Sepertinya ras hantu ini sangat licik dan pandai membunuh tanpa meninggalkan bukti. Hanya saja Xiu Jimei yakin, mereka tidak berani untuk datang langsung padanya.


Sejak awal kelompok murid Sekte Hantu mengincar Yan Yujie. Apakah ini ada hubungannya dengan ayah Yan Yujie yang sebelumnya merupakan hantu? Jika benar, maka Yan Yujie sangat penting bagi Dunia Hantu bukan?


Pihak lain ingin membunuhnya. Menunjukkan jika Yan Yujie membahayakan posisi seseorang di Dunia Hantu.

__ADS_1


Xiu Jimei berjalan di sekitar kelompok Huang Fu Shi untuk mencari petunjuknya lain. Sedangkan Xiu Jikai sudah memastikan jika Lei Mo tidak dalam bahaya hidup.


"Apakah ular hijau ini muncul tiba-tiba?" tanya Xiu Jimei pada Huang Fu Shi.


"Ya, itu benar." Huang Fu Shi mengangguk. "Xiao Mei, kebetulan sekali," imbuhnya.


"Aku hanya lewat. Apakah kalian bermaksud untuk pergi ke tempat penilaian?"


"Benar. Tapi siapa yang tahu, kami bertemu ular hijau roh kuno di sini," jelasnya. "Sepertinya ini bukan wilayahnya. Kami sudah memeriksa tempat ini sejak awal dan tidak ada masalah. Siapa yang tahu jika ular hijau raksasa akan muncul dan menyerang kami."


Xiu Jimei menatap ulat hijau raksasa yang ada di depan mereka. Ekspresinya tidak takut sama sekali. Justru mengerutkan kening. Melihat penampilan ular hijau raksasa dari sisik hingga wajahnya yang tampak masih muda.


Dia melirik Huang Fu Shi dengan senyuman polos. Sedangkan laki-laki itu memiliki firasat jika kali ini Xiu Jimei akan berulah lagi.


Ular hijau roh kuno tidak berani menyerang saat melihat Xiu Jimei. Entah kenapa dia merasa jika hawa di sekitarnya menjadi sedikit tidak benar.


Siapa gadis manusia di depannya ini?


Kenapa tidak takut padanya?


"Pangeran pernah makan daging ular?" bisik Xiu Jimei pada Huang Fu Shi.


"Tentu saja. Itu makanan yang lazim untuk para kultivator. Terutama jika ularnya memiliki kualitas energi spiritual yang tinggi dan baik untuk tubuh," jawab Huang Fu Shi bahkan lebih polos dan aneh.


Kenapa Xiu Jimei tiba-tiba bertanya tentang ini?


Tidak mungkin untuk memanggang daging ular hijau raksasa di depannya 'kan?


"Kebetulan, ular hijau ini masih muda dan kaya akan energi spiritual. Kulitnya juga tahan api, cocok dibuat jubah. Sedangkan batu energinya memiliki elemen kayu, warnanya hijau."


"Bagaimana Xiao Mei tahu warna batu energinya berwarna hijau?" Huang Fu Shi tidak bisa melihat warna batu energi ular hijau roh kuno itu. Tidak tahu tersembunyi di mana.


Namun mengejutkan jika Xiu Jimei mengetahuinya hanya dengan melihatnya begitu saja.


"Aku merasakan pancaran energi spiritual warna hijau dari ular itu. Lokasinya ada di tenggorokannya."


"Jadi ...?"

__ADS_1


__ADS_2