Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Serangan Balik Ye Jue


__ADS_3

Benar saja, setelah bersedih untuk waktu yang cukup lama, Ye Jue tidak lagi memandang Lin Yue dengan penuh kasih. Tapi tatapan tegas yang belum pernah terlihat sebelumnya. Lin Yue merasa heran untuk sementara waktu namun ia tidak punya banyak waktu lagi.


Ia meminta anak buahnya untuk segera menempatkan Ye Jue ke tengah pilar portal teleportasi spiritual. Lalu membiarkan Luo Chan yang memimpinnya.


Luo Chan tidak keberatan. Dia segera membuat lingkaran totem sihir teleportasi yang akan dihubungkan dengan darah dan energi spiritual Ye Jue.


Saat ini Ye Jue masih belum melawan ketika dirinya ditempatkan di tengah pilar portal teleportasi. Ia tidak panik sama sekali justru menundukkan kepala. Luo Chan sedikit mencemooh. Pria kecantikan yang tidak berguna ini setidaknya masih memiliki manfaat.


Untuk mencegahnya agar tidak kabur atau memberontak, Luo Chan menambahkan rantai lain yang membelenggu tubuhnya. Kemudian ia segera memulai ritual pembukaan portal teleportasi baru. Luo Chan bersiap untuk mengambil darah Ye Jue. Selama darah Ye Jue mengenai lingkaran totem teleportasi di sekeliling pilar, maka semuanya akan menjadi jelas.


“Sayang sekali kamu akan berakhir hari ini. Tapi tidak apa-apa, pengorbananmu tidak akan sia-sia. Aku pasti akan membakar dupa untuk mengingatmu di masa depan,” kata Luo Chan dengan senyum datar.


Tapi apakah Ye Jue akan membiarkan hal itu terjadi? Tentu saja tidak. Sebagai dewa, tidak ada satu pun orang yang berani mengambil darahnya. Ia menatap Luo Chan yang bersiap untuk menyayat tangannya. Ye Jue menatap tajam ke arahnya.


Luo Chan merasa sedikit tidak enak di hatinya. Ye Jue tidak sederhana sama sekali. Apakah tidak apa-apa jika dia melakukan hal ini? belum lagi punggungnya merasa dingin saat ini. Namun demi klan penyihir, ia masih harus melakukannya.


Luo Chan segera menggoreskan mata pedang ke lengan Ye Jue. Namun ia terkejut karena pedang sama sekali tidak bisa melukai kulit Ye Jue. Ia mencobanya lagi dan lagi tapi entah kenapa seperti tumpul saat mengenai kulit lengan Ye Jue.


“Luo Chan, jangan main-main! Cepat lakukan!” Lin Yue tidak sabar.


“Tidak bisa,” ujar Luo Chan langsung berwajah pucat. Ia mencoba untuk menyayat bagian tubuh lainnya tapi tetap sama saja. Ia tidak bisa melukai kulit Ye Jue.


Ini seperti lelucon di mata semua anak buah yang hadir. Bahkan Lin Yue sendiri tidak sabar saat melihatnya. Lin Yue segera mengambil alih pedang dan mencoba untuk menggores lengan Ye Jue. Tidak ada kasih sayang sama sekali di matanya. Benar-benar berbeda daripada saat pertama kali melihatnya.

__ADS_1


Sama halnya seperti yang dilakukan Luo Chan, ia juga tidak bisa menggores lengan Ye Jue. Bahkan bagian tubuh lainnya tidak terkecuali. Pada akhirnya, Lin Yue mencoba untuk menusuknya tapi tetap tidak bisa. Pedang itu seperti tidak mampu menembus tubuhnya.


Hal ini membuat dia kebingungan. Ye Jue tidak memiliki energi spiritual di tubuhnya. Bagaimana bisa memiliki kemampuan seperti itu?


Kemudian Lin Yue dan Luo Chan melihat Ye Jue tersenyum. Awalnya senyum itu tampak bisa saja tapi kemudian di mata keduanya, senyum Ye Jue agak menakutkan.


"Siapa kamu sebenarnya?" Luo Chan curiga dan menyipitkan mata di balik tudung besar yang menghalangi sebagian wajahnya.


Ye Jue tiba-tiba saja terkekeh, tidak langsung menjawab. Rantai yang membelenggunya secara ajaib pecah satu persatu. Ye Jue mendapatkan kembali kebebasannya tanpa kesulitan sedikit pun. Membuat Lin Yue sendiri membelalakkan mata.


Semua anak buah Lin Yue waspada padanya. Ye Jue tampak tidak berbahaya. Namun karena itu lah, sesuatu yang tidak berbahaya kadang merupakan ancaman tersembunyi.


Ye Jue tidak lagi terlihat lemah seperti sebelumnya. Dia benar-benar menyingkirkan ekspresi lemah lembutnya yang penuh kasih sayang.


Tapi tidak tahu kenapa, Lin Yue yang masih mengagumi wajah putih kecil Ye Jue tidak ambil pusing. Dia mengangguk dan mengepal kedua tangannya. Tidak peduli siapa Ye Jue ini, dia hanya ingin rencananya berhasil. Jangan biarkan raja marah atau dia sendiri akan dalam bahaya.


"Ya, tidak peduli siapa kamu sebelumnya, aku tidak peduli. Selama kamu membantuku membuka array teleportasi spiritual, aku akan mengampuni nyawamu," jawabnya tanpa berpikir lebih jauh.


Namun Luo Chan jelas merasa jika Ye Jue ini tidak sesederhana kelihatannya. "Ratu, kamu tidak bisa berkata seperti itu. Kita tidak bisa mempercayainya."


"Diam!!" Lin Yue sudah pusing saat memikirkan masalah pilar array teleportasi yang hancur sebelumnya. "Aku adalah pemimpin di sini, apakah kamu masih memiliki pendapat?"


Luo Chan tidak lagi bersuara. Dia hanya merasa tidak nyaman. Intuisinya tidak pernah salah. Sepertinya Ye Jue ini mengincarnya sekarang?

__ADS_1


Ye Jue masih memperhatikan senyumnya yang biasa. "Baik, tidak masalah. Aku akan membantumu. Tapi aku harap kamu tidak akan marah."


Ye Jue—sebagai Dewa Welas Asih yang penuh kasih sayang, sebenarnya tidak pernah mengampuni orang-orang yang kehilangan cahaya pengampunan para dewa. Ia memiliki tugasnya sendiri.


"Tidak masalah. Aku tidak akan marah!" Lin Yue hanya bisa bertaruh sekarang.


Anak buahnya yang lain terlihat tidak nyaman. Mereka khawatir Ye Jue akan menyakiti ratu mereka. Namun tanpa diduga, Ye Jue justru meraih leher Luo Chan dan mencekiknya.


Luo Chan tentu tidak mengharapkan ini. Dia hampir tidak bisa bernapas karena cekikan Ye Jue yang terlalu kuat. Lin Yue juga terkejut. Dia ingin menghentikannya tapi ragu-ragu.


Luo Chan adalah orang kepercayaannya. Namun jika dibandingkan dengan array teleportasi yang harus diaktifkan kembali, ia masih mementingkan raja.


Kali ini Luo Chan ingin melawan. Firasat buruknya benar-benar menjadi kenyataan. Ye Jue ini memang mengincarnya. Namun tidak tahu kenapa, kemampuannya tidak berguna saat ini. Dia tampak seperti orang sia-sia yang bisa mati kapan saja.


Tak butuh waktu lama, Lupa Chan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya dengan cara yang benar-benar konyol. Mati karena dicekik. Lin Yue tidak bisa berkata-kata. Dia dan Luo Chan sebenarnya tidak berbeda jauh. Dari segi kekuatan, Lin Yue mungkin lebih unggul tapi dalam kemampuan bertarung, Luo Chan paling bagus.


Siapa tahu bahwa hari ini, Luo Chan mati begitu saja di tangan Ye Jue. Bahkan Xiu Jimei yang berada di kegelapan bersama Ming Zise juga tidak percaya. Ye Jue tampak tidak seperti dewa yang suka membunuh. Bukankah dia adalah Dewa Welas Asih?


"Berikan pedang itu," kata Ye Jue.


Lin Yue seperti tersihir oleh sesuatu. Sejak kapan dia berpikir jika suara Ye Jue sangat menyenangkan?


Wanita itu menyerahkan pedang pada Ye Jue. Pedang itu digunakan untuk menyayat tubuh Luo Chan. Darah dari wanita itu mengalir ke lingkaran totem di sekitar pilar array teleportasi spiritual.

__ADS_1


Lin Yue masih bingung dengan tindakannya. Bukankah array teleportasi spiritual hanya akan terpicu oleh darah langka Ye Jue? Bagaimana bisa menjadi Luo Chan sekarang?


__ADS_2