
Xiu Jimei memperhatikan beberapa buah roh kuno berwarna ungu kehitaman di pelukannya. Dia menggelengkan kepala. Ia memeriksanya karena merasa tertarik dengan aroma yang dihasilkan.
"Aku tidak tahu namanya."
"Ah? Ada buah hitam juga? Bukanlah itu beracun?" Lei Mo sedikit penasaran. Dia belum pernah melihat buah hitam seperti itu.
Huang Fu Shi memiliki indera penciuman yang tajam. Dia bisa tahu jika buah hitam di tangan Xiu Jimei sangat kaya akan energi spiritual gelap.
"Itu tidak beracun ... tapi akan sangat berguna bagi para kultivator gelap," katanya.
Sebelumnya, dia sedang mencari beberapa ramuan di hutan yang cukup dalam. Karena tempatnya berbahaya, dia pergi sendiri agar tidak membuat anggota kelompoknya dalam masalah.
Siapa yang tahu, saat dia mencoba menjelajahi tepian tebing, ada pohon yang cukup besar dan tinggi, batang berwarna hitam serta memiliki beberapa daun hitam seperti pohon yang sakit. Namun entah kenapa ada bunga dan buah yang sehat.
Buah dari pohon hitam itu mengeluarkan aroma harum seperti madu dan bunga. Jadi Xiu Jimei memetiknya.
Namun saat memetik buah tersebut, Xiu Jimei merasa ada yang mengawasinya dasi kegelapan. Tidak tahu apa makhluk apa yang mengawasi. Karena tidak ada masalah selama memetik buah tersebut, Xiu Jimei akhirnya memutuskan kembali ke gua.
Gadis itu tidak tahu jika saat ini, seekor rubah roh kuno sedang meratapi pohon hitam yang buahnya sudah dipetik oleh Xiu Jimei. Rubah roh kuno itu tidak berani melawan Xiu Jimei karena aura esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya.
Kenapa hidupnya begitu sial?
Buah kesayangan yang ditunggu untuk matang sempurna justru hilang dicuri manusia.
"Aku akan coba untuk memakannya." Xiu Jimei menyimpan sisa buahnya di samping Xiu jikai.
Seandainya Blacky ada di sini, dia pasti akan senang melihat buah tersebut.
Di sisi lain, Ming Zise mengerutkan kening. Buah ungu kehitaman itu, tampak nya tidak asing. Hingga saat mengamati lebih jeli dan mencium aromanya yang tidak biasa, Ming Zise teringat satu buah yang unik tersebut.
Sebelumnya Ming Zise merasa santai. Namun saat mendengar Xiu Jimei ingin memakan buah itu, ekspresi wajahnya berubah panik.
"Jangan dimak—" Sayangnya Ming Zise terlambat memperingati.
Ketika Xiu Jimei mendengar suara Ming Zise yang memperingatinya, dia sudah menggigit buah ungu kehitaman tersebut sebanyak dua kali.
__ADS_1
Awalnya rasa manis madu dan lembutnya daging buah membuat Xiu Jimei dalam suasana hati yang baik. Mereka yang menyaksikan juga ingin mencobanya. Terutama para gadis dari dua kelompok tersebut.
Sayangnya, ekspresi senang di wajah Xiu Jimei tiba-tiba saja membeku. Tubuhnya menegang serta wajahnya pucat.
Buah yang dipegangnya jatuh ke tanah hingga menyebabkan mereka yang melihatnya juga terkejut.
"Xiao Mei, apa yang terjadi? Apakah kamu baik-baik saja?" Xuan Xing merasakan ada yang salah dengan suhu tubuh Xiu Jimei.
Saat ini, Xiu Jimei mengalami rasa sakit yang hebat di tubuhnya. Energi spiritual yang terkandung pada buah ungu kehitaman itu ternyata menyerang energi di tubuhnya.
Gadis itu akrab dengan rasa sakit ini. Biasanya ini akan terjadi jika dirinya mengonsumsi atau melakukan latihan berbasis energi spiritual gelap seperti milik saudara kembarnya.
Tidak tahu kenapa, Xiu Jimei tidak cocok dengan energi spiritual kegelapan. Setiap kali mencoba melakukan latihan tersebut, esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya menolak dengan keras.
Padahal harusnya tidak ada yang salah. Ayahnya juga seorang kultivator ras iblis yang dominan dengan energi spiritual gelap. Jika kembarannya bisa, kenapa Xiu Jimei tidak bisa?
Kenapa esensi delapan dewa-dewi menolak kultivasi energi spiritual gelap yang dilakukannya?
Rasa sakit dan panas yang dia rasakan di tubuhnya merupakan efek esensi delapan dewa-dewi. Saat ini esensi delapan dewa-dewi sedang berusaha keras untuk menelan aura kegelapan dari sari buah tersebut.
"Mei'er!!" Xiu Jikai langsung bangkit dan menangkap tubuh saudari kembarnya sebelum Ming Zise bertindak.
"Ada apa dengan Xiao Mei? Apakah dia keracunan?" Wang Xuyue panik.
"Adik sepupu, apa yang terjadi?" Yan Yujie juga bangkit dari duduknya.
Xiu Jikai tidak menjawab. Dia membiarkan kepala Xiu Jimei berada di pangkuannya lalu mengecek keadaan dantian.
Energi spiritual Xiu Jimei sangat kacau saat ini sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman di tubuh. Tak lama setelah itu, aura esensi delapan dewa-dewi menguar di gua tersebut, menyebabkan kelompok Huang Fu Shi serta rekan satu tim Xiu Jimei memuntahkan darah segar.
"Oh, ada apa ini?" Lei Mo menyeka darah di sudut mulutnya.
Mereka merasakan tekanan aura yang luar biasa dari tubuh Xiu Jimei hingga menyebabkan muntah darah. Lalu Xiu Jimei sendiri terbatuk beberapa kali. Ada sesuatu di tenggorokannya, sangat tidak nyaman.
"Mei'er, apakah kamu masih bisa mendengar ku?" tanya Xiu Jikai langsung berusaha untuk menyerap energi spiritual gelap yang berada di tubuh adiknya.
__ADS_1
Ternyata buah berwarna ungu gelap itu mengandung energi spiritual gelap. Kini energi spiritual gelap itu mengalir di tubuh Xiu Jimei. Sedangkan aura esensi delapan dewa-dewi sedang membersihkannya secara besar-besaran.
"Kakak," jawab Xiu Jimei. Dia bisa mendengar suara kakaknya. "Kakak, aku tidak memiliki masalah pendengaran, tapi masalah tubuh. Tubuhku panas. Oh, ini tidak nyaman!" Gadis itu mengeluh padanya.
"Jangan khawatir, kakak akan mengeluarkan energi spiritual gelap ini dari tubuhmu," ujar Xiu Jikai sedikit lega saat adiknya hanya merasa panas.
Ming Zise tanpa diduga sudah ada di dekat keduanya. Dia menyentuh dahi Xiu Jimei. Sangat panas. Wajah gadis itu bahkan memerah tidak wajar.
Xiu Jikai tidak menghentikan apa yang dilakukan Ming Zise. Dia fokus menyerap energi spiritual gelap dari tubuh adiknya.
"Kenapa Xiu Jimei mengalami hal ini?"
Guru pendamping kelompok Huang Fu Shi penasaran. Dia juga berpikir, apakah buah ungu kehitaman itu beracun?
Ming Zise tidak menjawabnya dan menatap Xiu Jikai sebagai gantinya. "Adikmu tidak bisa menerima energi spiritual gelap di tubuhnya bukan? Bahkan tidak bisa mengolahnya?"
"Ya." Xiu Jikai mengangguk lemah.
Bagi Xiu Jimei, energi spiritual gelap hanya senjata yang bisa menyakiti tubuhnya.
Ming Zise melihat jika esensi delapan dewa-dewi di tubuh Xiu Jimei terus memerangi energi spiritual gelap yang terus mencoba mengalir di meridian. Sangat mengerikan jika bisa dilihat oleh mata telanjang.
Dia mencoba menyentuh perut di bawah pusar Xiu Jimei.
"Apa yang kamu lakukan?" Xiu Jikai menghentikan gerakannya, menatap Ming Zise seperti induk harimau yang melindungi anaknya.
"Menenangkan inti spiritual di tubuh adikmu. Jika terus dibiarkan seperti ini, dia akan terus merasa kesakitan dan panas. Dengan begitu juga, kamu bisa menyerap aura spiritual gelap secara bertahap tanpa terburu-buru. Dengan tindakan mu yang tergesa-gesa, bagaimana jika menyakiti tubuhnya?" Ming Zise dengan sabar menjelaskan semua itu pada Xiu Jikai.
Bagaimana mungkin dia melihat calon istrinya menderita seperti ini?
Jika bukan karena kehadiran orang-orang di sekelilingnya, Ming Zise sudah menggunakan aura dewa untuk mengeluarkan energi spiritual gelap di tubuh Xiu Jimei.
Xiu Jikai sedikit canggung. Jika bersangkutan dengan adiknya, dia rela melakukan apa saja. Orang tuanya juga meminta dirinya untuk menjaga Xiu Jimei.
"Haruskah menyentuhnya di sana?" tanyanya tidak yakin.
__ADS_1