Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Raja Hantu, He Lang


__ADS_3

"Aku baru saja menggendongnya." Wuming berterus terang.


Xiu Jikai terkejut. Setelah memastikan jika itu memang Yan Yujie, keduanya kemudian kembali untuk mencari yang lain.


Kabut hitam sudah menghilang tapi beberapa murid dinyatakan hilang karena tersesat dan guru pendamping sibuk mencari mereka.


Wuming membawa anggota kelompok Xiu Jimei ke sebuah lembah yang tampaknya lebih nyaman untuk ditinggali.


Saat Wuming tiba lebih dulu, dia tanpa sengaja memergoki Ming Zise mencium Xiu Jimei di bawah pohon sambil memegang segelas air roh.


Wuming hampir saja menjatuhkan Yan Yujie di punggungnya. Kakinya lemas dan tubuhnya berkeringat dingin. Sungguh tidak sopan mendapati tuannya sedang bermesraan dengan bintang phoenix.


Untung saja Ming Zise tidak marah dan sedikit menjauh dari Xiu Jimei. Gadis itu sendiri memerah saat ini dan melihat Wuming membawa seseorang.


"Wuming, siapa yang kamu bawa?" tanya Xiu Jimei bersikap biasa.


Wuming akhirnya menenangkan hatinya dan segera menghampiri mereka. "Ini ... Ini Yan Yujie," jawabnya.


"Kakak sepupuku? Bagaimana mungkin? Kenapa dia memiliki rambut merah? Apa yang terjadi dengannya?"


Wuming segera meletakkan Yan Yujie di dekat Xiu Jimei. Tak lama kemudian, Xiu Jikai serta yang lainnya segera kembali dan tampak mengkhawatirkan Yan Yujie.


Kemudian Wuming menceritakan apa yang terjadi selama dia dan Yamla mengamati dari kegelapan. Yan Yujie membangkitkan sisi raja hantunya dan hampir membunuh Mei Rong, Fan Li dan Mi Sai.


Xiu Jimei sedikit menyesal. "Kenapa tidak membunuh mereka? Ini lebih dibenarkan."


"Ujian masih berlangsung," kata Xiu Jikai.


"Rasanya aku segera cepat menyelesaikan ujian." Gadis itu tidak suka.


Kin Wenqian melihat penampilan Yan Yujie yang berbeda, akhirnya bertanya, "Apakah dia baik-baik saja sekarang?"


"Dia hanya kelelahan. Nanti juga bangun sendiri, biarkan saja seperti ini." Ming Zise tidak terkejut saat melihat Yan Yujie mengubah penampilan raja hantunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Yamla dalam wujud ular putih raksasa memasuki Istana Raja Hantu dan menakuti hampir semua penjaga dan pelayan yang ada di sana. Ekornya melilit tiga kultivator hantu yang tak lain adalah Mei Rong, Fan Li dan Mi Sai.


Kemunculan ular itu segera dilaporkan pada raja hantu.


"Yang ... Yang Mulia, ada seekor ular putih besar dari dunia luar yang menerobos istana," lapor salah satu penjaga sedikit gemetar.


Pria hantu paruh baya berambut merah yang duduk di singgasana itu sedang meneguk segelas anggur. Lalu menatap penjaga pintu gerbang dengan ekspresi tidak senang.


"Hanya seekor ular, apa yang membuat kalian takut?"


"Ini ... Ini bukan ular biasa. Dia tidak mempan dengan semua jenis serangan kami. Dan ular putih itu masih membawa tiga murid Sekte Hantu," jelasnya.


"Tiga murid Sekte Hantu?"


He Lang, raja hantu saat ini yang memiliki empat tangan dan tiga mata. Mata ketiganya ada di dahi dan sesekali akan berkedip. Mata di dahinya ini bisa meramalkan calon raja hantu berikutnya. Di Dunia Hantu, memilikinya empat tangan, empat kaki atau sejenisnya dianggap wajar.


Sebelum dia memerintahkan anak buahnya untuk menangkap ular putih raksasa, gerbang istana utama akhirnya dihancurkan.


Seekor ular putih melemparkan tiga kultivator hantu ke aula utama.


"Siapa kamu?" tanya He Lang langsung berdiri.


Yamla menjulurkan lidahnya beberapa kali dan menatap He Lang dengan mata ungu gelapnya. "Tidak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, kamu bukan lawanku. Aku membawa tiga orang pengganggu ini kembali padamu. Oh, ini hadiah dari calon raja hantu," jawabnya sombong.


Tak menunggu He Lang mengatakan sesuatu lagi, Yamla pergi tanpa memedulikan pilar dan gerbang yang hancur. Dia menghilang begitu saja.


He Lang melihat istananya dihancurkan seekor ular, wajahnya pucat. Tapi ular putih raksasa itu benar. Dia tak bisa mengalahkannya karena kultivasi ular itu lebih besar. Kemungkinan besar dari ras siluman dewa. Mana berani dia melawan ras siluman dewa?


Tatapan He Lang tertuju pada Mei Rong, Fan Li dan Mi Sai.


"Apa yang sebenarnya terjadi hingga kalian menjadi sampah seperti ini?" geramnya.


Mei Rong menggigil saat merasakan hawa dingin menusuk tubuhnya. "Yang ... Yang Mulia, laki-laki itu telah membangkitkan jiwa raja hantunya. Aku dilubangi olehnya," jelasnya sedikit takut.


Dia masih ingat bagaimana rasa sakit di dadanya saat Yan Yujie membuat lubang. Kini dadanya masih berlubang. Jika dia adalah manusia, kemungkinan besar sudah mati di tempat.

__ADS_1


Mei Rong kini telah berubah menjadi wujud hantu untuk mengurangi rasa sakit. Dia berlutut di untuk He Lang. Lalu Fan Li dan Mi Sai mengikuti.


Kali ini He Lang memecahkan gelas anggurnya dan tampak lebih marah. Yan Yujie, calon raja hantu berikutnya ini lebih sulit diatasi daripada calon-calon sebelumnya. Belum lagi ular putih dari ras siluman dewa itu ... apa yang harus dilakukannya lagi kali ini?


Jika terlalu beruntun memberikan serangan, dia khawatir Dunia Langit akan menargetkannya. Sekarang, ujian bakat spiritual gabungan ini melibatkan Dunia Hantu. Namun itu hanya sebatas formalitas. Dia juga tidak bisa mengganggu ujian.


"Mundur dulu dan jangan membuat gerakan besar. Setelah ujian berakhir, bertindaklah kembali. Kali ini kumaafkan."


"Terima kasih, Yang Mulia." Ketiganya bersujud untuknya.


Setelah ketiganya pergi untuk memulihkan diri, He Lang duduk kembali dan berpikir lebih dalam. Siapa yang harus dia mintai bantuan untuk membunuh calon raja hantu ini?


Dunia bawah? Tidak mungkin. Dunia bawah adalah milik ras iblis putih dan hitam. Calon pemimpinnya saat ini adalah anak Xiu Jichen yang tak lain adalah Xiu Jikai. Dan Xiu Jikai adalah adik sepupu Yan Yujie. Sangat sulit.


"Merepotkan!" gumamnya. Dia menggertakkan gigi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di lembah pegunungan batu, Yan Yujie yang telah pingsan selama seharian akhirnya siuman. Hari sudah mulai gelap dan api unggun sudah menerangi sekitar.


Aroma daging panggang dan tumis sayuran hijau juga sudah disiapkan. Makan malam hampir tiba. Yan Yujie yang masih kebingungan akhirnya bisa melihat Xiu Jimei di sampingnya.


"Kakak Sepupu, apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana perasaanmu sekarang?"


"Xiao Mei?" gumamnya. Yan Yujie duduk perlahan dan meminum segelas air roh yang disodorkan Xiu Jimei


"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa jika energi spiritualku terkuras banyak dan badanku pegal. Apa yang terjadi denganku sebelumnya?" tanyanya tidak ingat kejadian terakhir. Yang dia ingat ....


Yan Yujie terkejut dan segera menyentuh dadanya. Dia ingat jika Mei Rong menusuk dadanya dengan sebilah pedang tajam dan dia merasa pusing setelahnya. Kemudian tidak ingat lagi.


"Jelas aku ditusuk di sini? Apakah sudah sembuh?" gumamnya.


"Itu sembuh dengan sendirinya," kata Wuming yang kini menjadi pelayan di sana, bertugas membolak-balik ayam roh panggang gemuk yang telah menguning saat ini.


Wuming lebih suka menjadi seorang penjaga gelap daripada asisten koki.

__ADS_1


__ADS_2