
Xiu Jimei yang telah bermain-main dengan Alam Neraka sedikit lelah. Dia mengantuk dan ingin tidur sementara waktu. Mungkin karena terlalu lama di perbatasan Alam Neraka yang penuh energi Yin, energi spiritual Xiu Jimei terkuras terlalu banyak. Karena itu setibanya di Istana Minglan, Xiu Jimei memilih untuk kembali ke kamar dan tertidur pulas.
Bawahan Ming Zise melaporkan apa yang terjadi di perbatasan. Ning Siyu dan Lu Zheng dikabarkan akan menjadi pasangan raja dan ratu Alam Neraka. Dengan begitu, maka Alam Neraka akan memiliki dua pemimpin yang kuat. Alam Para Dewa tidak takut tentang ini. Tapi urusannya akan menjadi lebih merepotkan.
Ming Zise berada di ruang istirahat, menikmati secangkir teh, mendengarkan laporan Wuming dan Yamla. Dia merasa jika Xiu Jimei sudah cukup untuk melawan Ning Siyu. Belum lagi Xiu Jimei belum menunjukkan semua kekuatannya. Sebagai mantan dewa, Ming Zise mungkin tahu sejauh mana Xiu Jimei memiliki kekuatan. Dia hanya tidak ingin gadis itu berjuang begitu keras.
Menjadi istrinya suatu hari nanti, Xiu Jimei cukup menikmati berkah tanpa harus menanggung banyak kesulitan. Inilah tujuan Ming Zise saat mengakui keberadaan bintang phoenix nya.
"Tuan, apakah menurutmu, sang putri akan bertarung dengan Ning Siyu di sama depan?" tanya Yamla. Dia segera berubah menjadi manusia.
"Tidak tahu secara pasti, tapi kemungkinan besar ini akan terjadi. Ning Siyu atau Alam Neraka membutuhkan energi spiritual yang besar untuk menguasai dunia kultivasi. Tapi ..." Ming Zise yakin sangat sulit bagi Ning Siyu untuk menggali esensi delapan dewa-dewi dari tubuh gadis itu.
Esensi delapan dewa-dewi membenci energi dingin atau energi gelap manapun. Sebagai esensi delapan dewa-dewi yang suci, energi spiritual kegelapan dianggap musuh. Tidak heran Xiu Jimei akan jatuh sakit saat bersentuhan dengan energi spiritual kegelapan.
Tapi di masa lalu, Fu Chan Yin tidak mengalami hal-hal tersebut. Mungkin karena darah Fu Chan Yin sebagai energi spiritual suci serta Xiu Jichen berdarah iblis, keturunan keduanya memiliki darah campuran.
Jika Xiu Jikai dilahirkan dengan energi spiritual kegelapan seperti ayahnya, maka Xiu Jimei memiliki elemen cahaya dan kegelapan secara bersamaan. Dan kedua elemen ini harus berdampingan satu sama lain tanpa berat sebelah.
Karena keberadaan esensi delapan dewa-dewi sebagai elemen cahaya suci para dewa, elemen kegelapan di tubuh Xiu Jimei ditekan sepenuhnya. Oleh karena itu, Xiu Jimei akan takut dingin dan jatuh sakit.
Tiba-tiba saja terdengar teriakan dari kamar utama. Para pelayan dan penjaga gelap terkejut. Ming Zise tak terkecuali. Dia segera bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar setelah mendengar teriakan Xiu Jimei.
Pintu dibuka dengan keras dan sosok Ming Zise muncul. Ekspresinya tegang. Tapi setelah mengetahui jika Xiu Jimei baik-baik saja di tempat tidur, dia menghela napas. Namun tampaknya gadis itu terkejut akan sesuatu.
"Mei'er, apakah kamu bermimpi buruk?" tanyanya segera menghampiri Xiu Jimei.
"Tidak! Coba lihat ini!" Xiu Jimei menyentuh tanduk naga kecil di dahinya.
__ADS_1
Xiu Jimei awalnya merasa gatal saat tidur dan kepalanya sakit. Saat dia mencoba menggaruk dahinya yang terasa gatal, tiba-tiba saja merasakan tanduknya muncul. Dia terbangun dan terkejut ketika melihat ke cermin.
"Kenapa tandukku muncul? Padahal aku sudah melewati masa dewasa klan naga ayahku." Xiu Jimei masih tidak terlalu mengerti tentang tanduk kecil yang kadang muncul di dahinya.
Ming Zise menghela napas lega dan duduk di sampingnya. Dia menyentuh tanduk naga kecil Xiu Jimei yang terlihat mudah rapuh.
"Tidak apa-apa. Mungkin Mei'er terlalu lelah sehingga esensi delapan dewa-dewi di tubuhmu melakukan reaksi. Tidak jelek sama sekali," jawabnya.
"Tapi aku merasa gatal di sekitar tandukku," katanya.
"Baiklah, jangan digaruk. Aku akan mengoleskan salep dingin di sekitar tandukmu agar lebih nyaman." Ming Zise hanya bisa menenangkan gadis itu. Dia mengeluarkan salep dingin spiritual dan mulai mengoleskan nya ke sekitar tanduk Xiu Jimei.
Tak lama setelah itu, Xiu Jimei merasakan sejuk di dahinya. Dia tidak lagi mengeluh. Setelah merasa jika rasa gatalnya mereda, dia masih ingin tidur. Kali ini Ming Zise menemaninya agar mencegah gadis itu menggaruk dahinya saat tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xiu Jikai tidak mendapati adiknya ada di Istana Golden Lotus, mau tidak mau kesal. Ini sudah sore, tapi adiknya masih belum kembali. Ketika dia bertanya pada kedua orangtuanya, tidak ada rasa khawatir sama sekali. Tapi Xiu Jichen tampaknya memiliki insting seorang ayah. Kemungkinan besar Xiu Jimei menunjukkan tanduk naganya saat ini.
Tidak tahu ke mana Ming Zise membawa Xiu Jimei, tapi saat tanduk naga gadis itu muncul, pasti ada sesuatu yang tidak beres sebelumnya.
"Kai'er, teman-teman mu datang," ujar Fu Chan Yin seraya datang sambil membawa ayam panggang bumbu kecap yang baru saja selesai dimasak.
Xiu Jikai melihat Yan Yujie serta yang lainnya datang. "Kenapa kalian ke sini? Apakah ada sesuatu?"
Tiba-tiba saja dia mendapatkan gamparan di belakang kepalanya. Dan pelakunya masih Xiu Jichen. Xiu Jikai sedikit meringis. Pukulan ayahnya tidak ringan atau berat.
Xiu Jichen mengerutkan kening. "Bicaralah yang baik pada mereka. Bagus untuk datang ke sini dan bermain. Kamu terlalu menganggur."
__ADS_1
"..." Xiu Jikai yang telah mencapai ranah kekosongan justru merasa bosan. Kegiatan di sekte tidak terlalu banyak berpengaruh padanya.
Wang Xuyue yang juga datang tidak terlalu memedulikannya. "Xiao Kai Kai, ada lomba makan sebanyak-banyaknya di Negeri Alam Baka. Peserta yang bisa makan paling banyak sesuai penilaian akan mendapatkan kesempatan menjelajahi Hutan Alam Baka. Hutan itu terkenal memiliki banyak harta spiritual yang baik di dalamnya."
Xiu Jikai mengelus belakang kepalanya. "Jadi?"
"Siapa tahu Xiao Mei tertarik untuk mengikuti lomba ini. Setiap peserta yang menang bisa membawa beberapa orang lagi untuk menjelajah."
"Ya, itu benar. Aku juga ingin pergi ke sana." Yan Yujie menghela napas.
Di antara mereka semua, Xiu Jimei adalah orang yang paling rakus saat makan dan perut kecilnya mampu menampung banyak makanan.
Fu Chan Yin kebetulan mendengar mereka membicarakan ini. Dia juga cukup tertarik. "Apakah ada batasan usia?" tanyanya berharap.
"Usia tidak boleh lebih dari dua ratus tahun."
"Bagus! Bibi juga akan pergi! Kebetulan, usia bibi masih di bawah dua ratus tahun saat ini." Fu Chan Yin dan Xiu Jimei sama-sama bisa makan banyak.
Hobi Fu Chan Yin dan putrinya itu sangat mirip. Sayangnya Xiu Jichen tidak mengizinkan istrinya untuk mengikuti lomba itu. Dia membayangkan Fu Chan Yin sebagai wanita tercantik di Dunia Langit akan ditatap oleh banyak orang, terutama pria yang mengaguminya.
Wajah Xiu Jichen menjadi gelap. "Tidak!" Dia langsung menolak. "Kamu tidak diizinkan untuk pergi."
Fu Chan Yin marah padanya. Tapi sebelum wanita itu meledakkan kemarahan di depan semua orang, Xiu Jichen sudah menyeretnya ke halaman lain untuk urusan cinta dua orang.
Kini tinggal Xiu Jikai serta yang lainnya saja. Kin Wenqian segera memecahkan keheningan.
"Jadi ... bagaimana?" tanyanya.
__ADS_1