
Hanya ada Xiu Jimei dan Tuit Tuit di depan pintu gerbang baja yang menjulang tinggi tersebut. Namun Xiu Jimei tidak berniat untuk mencari tahu lebih lanjut. Dia khawatir sesuatu terjadi jika berada di tempat ini lebih lama lagi.
Dia juga harus melaporkan ini pada pihak lain. Lalu cari tahu lebih dalam lagi tentang keberadaan pintu gerbang baja yang aneh.
"Kita akan kembali dulu dan beri tahu Ming Zise," ujarnya.
Tuit Tuit yang masih berpikir keras hanya bisa mengangguk. Dia sama sekali tidak ingat tentang aura yang familiar tersebut. Lebih baik meninggalkan tempat ini terlebih dahulu.
Hanya saja di permukaan pintu gerbang baja terdapat beberapa ukiran yang menggambarkan seekor binatang roh paling di hormati di dunia. Ukiran seekor naga. Mungkin ini pintu kandang naga?
Xiu Jimei berniat untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun hanya mengambil beberapa langkah saja, dia mendengar suara dengusan napas berat sayup-sayup menggema.
Dia menghentikan langkah dan mengerutkan kening. Sama sekali tidak ada tanda-tanda makhluk lain di sekitarnya kecuali tanah bebatuan dan berpasir lainnya.
"Tuan, apakah mendengar nya juga?"
"Aku tidak tuli."
"..." Tuit Tuit berkicau ringan.
"Dari mana asal suara itu?" gumamnya.
Tuit Tuit juga tidak tahu dari mana asalnya. Tapi yang pasti tidak da makhluk lain selain keduanya saat ini. Melihat kembali pintu gerbang baja raksasa, mungkin suara itu berasal dari sana?
Suara dengusan itu tidak lagi terdengar jadi Xiu Jimei kembali melanjutkan langkahnya. Kali ini tanpa sepengetahuannya, pintu gerbang baja berdaun dua sedikit bergetar dan terbuka perlahan.
Suara derit yang dihasilkan agak mengerikan sehingga Xiu Jimei yang awalnya berniat untuk meninggalkan gua bawah tanah tersebut lagi-lagi menghentikan langkah.
Kali ini dia melihat pintu gerbang baja yang benar-benar bergeser. Saat celah di antara kedua daun pintu raksasa itu cukup lebar, sesuatu yang bercahaya tiba-tiba saja mengejutkan Xiu Jimei.
Pupil hitam keunguan itu bergerak sedikit dan akhirnya terpaku ke arah Xiu Jimei.
__ADS_1
Tuit Tuit hampir saja berteriak. "Tuan, itu mata besar bercahaya!"
Xiu Jimei juga tahu bahwa itu adalah salah satu mata dari makhluk yang belum terlihat wujudnya. Ketika pintu gerbang baja terbuka lebih lebar lagi, makhluk di dalamnya bergerak. Xiu Jimei sekarang bisa melihat sepasang mata ungu kehitaman yang berkedip beberapa kali.
Lalu raungan rendah terdengar lagi. Raungan yang sama seperti malam sebelumnya.
Ternyata semuanya berasal dari makhluk yang berada di dalam pintu gerbang baja misterius.
Xiu Jimei tidak berniat untuk pergi saat ini. Dia ingin tahu makhluk apa yang bisa membuat Dunia Langit berguncang.
"Kamu tidak ingin pergi sekarang? Seperti makhluk itu sangat besar," kata Tuit Tuit.
"Kamu adalah phoenix api suci ilahi kuno. Kamu takut dengan makhluk seperti itu?" Xiu Jimei meremehkan.
"..." Aku masih burung kecil yang tidak berdaya saat ini. Tuit Tuit ingin menangis tapi tidak mampu mengeluarkan air matanya.
Pada akhirnya, ketika pintu gerbang baja terbuka sepenuhnya, Xiu Jimei bisa melihat sosok yang ada di dalam. Meski di dalam agak gelap, tapi dia bisa melihat jika sosok pemilik sepasang mata ungu kehitaman itu terlihat seperti seekor ular bertanduk dan memiliki kumis.
Sebelum Tuit Tuit bisa memastikan, makhluk itu meraung lagi. Kali ini suaranya lebih keras daripada sebelumnya. Aura spiritual pecah dari tubuh makhluk itu hingga menimbulkan embusan angin yang cukup kencang.
Xiu Jimei menyipitkan mata dan menahan tubuhnya agar tidak terpental. Namun dia masih terdorong sedikit hingga menimbulkan bekas yang cukup dalam di bawah kakinya.
"Ya Tuhan, sangat kuat!" Tuit Tuit khawatir akan diterbangkan oleh aura spiritual dari makhluk itu dan langsung menyusup baju bagian atas Xiu Jimei.
Xiu Jimei merasa geli di dadanya dan melihat jika burung jingga kemerahan itu mencoba untuk mengebor dadanya. Xiu Jimei memerah dan ingin mencubit burung bodoh itu. Tapi kali situasinya sedikit serius.
Sebelum Xiu Jimei mengambil tindakan untuk melindungi diri, makhluk raksasa di dalam pintu gerbang baja akhirnya keluar dan mencoba menyerang Xiu Jimei.
Makhluk itu membuka mulutnya dan berniat menelan Xiu Jimei hidup-hidup. Kali ini Xiu Jimei menghindar. Dia langsung mengeluarkan kertas jimat kuning dan melemparkannya ke arah makhluk itu.
Ternyata benar, makhluk itu adalah seekor naga ungu raksasa, bertanduk besar serta memiliki sisik yang tampaknya lebih keras dan tebal. Saat jimat kuning menyentuh tubuh naga ungu, ledakan terjadi dan makhluk itu meraung rendah.
__ADS_1
Naga ungu tampaknya sangat marah. Dia tidak terpengaruh oleh jimat kuning yang dilontarkan oleh Xiu Jimei. Setelah terkejut sesaat, naga ungu itu kembali menyerang Xiu Jimei.
“Ha ha ha … Manusia, kematianmu tidak akan lama lagi,” kata naga ungu itu begitu arogan.
“Ternyata kamu bisa bicara.” Xiu Jimei terkejut.
Naga ungu tidak merespons lagi dan menyemburkan api ungu kehitaman ke arah Xiu Jimei. Semburan api ungu kehitaman membuat sekitar gua menjadi terang. Pada saat itulah Xiu Jimei mampu melihat naga ungu dengan jelas.
Xiu Jimei langsung memasang array di sekeliling tubuhnya. Saat api ungu kehitaman mengenai array, retakan sedikit terlihat. Kali ini Xiu Jimei terlihat serius. Dia tidak menyangka jika api naga ungu itu lebih kuat daripada bayangannya.
Tuit Tuit yang bersembunyi di balik baju Xiu Jimei segera menyembulkan ke kepalanya. “Tuan, sekarang aku ingat. Naga ungu ini berasal dari Alam Neraka.”
“Alam Neraka?” gumam Xiu Jimei. “Kenapa gerbang Alam Neraka ada di sini?”
Ketika Xiu Jimei mendengar tentang Alam Neraka, dia akan teringat dengan Ning Siyu. Karena dia selalu mengira jika Ning Siyu berasal dari Alam Neraka.
Tuit Tuit tidak bisa langsung menjawab. Naga ungu menyemburkan api lagi. Kali ini Xiu Jimei tidak bisa mempertahankan array yang melindungi tubuhnya. Mau tidak mau mengeluarkan pedang naga es untuk melawan panasnya api ungu.
Ketika dinginnya energi spiritual dari pedang naga es bertemu dengan api ungu, ledakan terjadi lagi. Ternyata energi spiritual kedua elemen saling bertentangan sehingga membuat Xiu Jimei dan naga ungu harus mundur.
Jika dilihat dari luar, gunung tampak bergetar. Hanya sebagian kultivator di sekitar gunung yang akan menyadari ada sesuatu yang salah. Energi spiritual kegelapan bocor keluar bersamaan dengan energi spiritual keemasan milik Xiu Jimei.
Di luar gunung, Jin Long yang mencari Xiu Jimei bersama dengan Xuan Xing melihat ke arah gunung. Bocornya energi spiritual dari kedua sumber langsung menarik perhatian keduanya.
“Gadis itu pasti ada di sana. Manusia, cepat datang ke sana,” kata Jin Long yang sengaja melingkar di leher Xuan Xing.
“Apakah kamu yakin?” Xuan Xing mengerutkan kening.
Jin Long kesal. “Tentu saja. Aku masih bisa membedakan energi spiritual esensi delapan dewa-dewi milik gadis itu. Cepat!”
Pada akhirnya Xuan Xing tidak berkata lagi dan langsung melompat dari atap bangunan. Ketika melompat, sepasang sayap es muncul dan dia terbang menuju gunung yang dimaksud.
__ADS_1