
Xiu Jimei yang datang ke lokasi akhirnya merasa lega karena Roh Bunga baik-baik saja. Dia melihat akting Roh Bunga saat ini, mau tidak mau hanya bisa bekerja sama.
"Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja. Hantu kecil itu tidak akan mengganggumu lagi," katanya.
Xiu Jimei menunjukkan bola kaca transparan yang mirip dengan akuarium kecil ikan hias. Di atasnya ditutupi oleh alas berisi tanaman berbunga warna-warni yang indah. Sementara di dalam bola kaca itu terdapat tanah berumput yang tumbuh subur.
Hanya saja kali ini Roh Bunga dan Poppy melihat Mi Sai yang memiliki tinggi tak lebih dari dua inci berada di dalam bola kaca.
"Ini ..." Poppy terkejut.
Xiu Jimei terkekeh dan tersenyum penuh. "Bagaimana? Apakah ini cantik?" tanyanya.
"Cantik ..." Poppy mengangguk meski dia masih bingung.
Berbohong saja dulu untuk menyenangkan anak majikan. Jika tidak, dia mungkin akan menjadi korban berikutnya.
Dalam bola kaca, Mi Sai terkurung seperti boneka hidup. “Apa yang kamu lakukan padaku? Kenapa aku menjadi kecil seperti ini? Cepat lepaskan aku!” teriaknya.
Xiu Jimei tidak menghiraukan teriakannya sama sekali. Roh Bunga lebih senang dan Poppy acuh tak acuh. Hobi Xiu Jimei mungkin akan berubah akhir-akhir ini? Kalau begitu, Poppy harus lebih berhati-hati ketika ingin mengatakan sesuatu di masa depan.
"Kamu tidak sendiri," kata Roh Bunga seraya mengetuk bola kaca.
"Apa maksudmu?" Mi Sai menyipitkan mata.
Terdengar suara malas dari belakangnya. "Berhentilah berteriak, tidak ada gunanya. Kita semua sama."
"..." Mi Sai berbalik dan melihat Fan Li dan Mei Rong berada di satu bola kaca yang sama, mau tidak mau tercengang.
Bagaimana bisa seperti ini? Dia belum membalas dendam pada Yan Yujie.
Mei Rong memutar bola matanya. Dia kehilangan semua kekuatannya saat ini karena tidak beruntung bertarung dengan Yan Yujie. Laki-laki itu tidak menghargai kecantikan.
Sedangkan Fan Li sendiri berhadapan dengan Xiu Jimei sebelumnya. Dia sudah lama menyerah sebelum terluka. Xiu Jimei adalah kultivator abnormal yang tidak bisa dilawan. Dia tak mau mati begitu saja.
Ujung-ujungnya, ketiganya kini berada di bola kaca yang sama. Mereka yang mengabdi pada Ning Siyu telah menjadi bawahan yang tidak berguna.
"Kenapa kalian di sini? Bukanlah kalian harusnya membunuh raja hantu?" Mi Sai berteriak pada keduanya, kesal.
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganmu? Kalah dari dua pria ras tanaman roh?" Mei Rong tidak senang dan mencibir lagi padanya.
"..." Dia hanya tidak menduga jika Roh Bunga memiliki kekuatan yang begitu mesum.
Walaupun ketiganya gagal membunuh Yan Yujie, setidaknya berhasil mengacaukan Dunia Langit sesuai dengan keinginan Ning Siyu. Mereka hanya tidak ingin mati.
Sekarang mereka ditangkap, Ning Siyu mungkin akan segera membunuhnya karena gagal dan jatuh ke tangan musuh.
Tak lama setelah itu, Yan Yujie dengan penampilan raja hantunya datang. "Adik Sepupu," katanya saat melihat Xiu Jimei. "Apakah semuanya baik-baik saja?"
"Tidak ada masalah." Xiu Jimei menguap malas.
Lalu pandangan Yan Yujie tertuju pada tiga kultivator hantu yang ada di dalam bola kaca.
"Katakan, siapa yang memberimu keberanian untuk mengacau Dunia Langit dan mencoba membunuhku?" tanyanya sangat dingin dan tidak berperasaan.
Melihat tatapan Yan Yujie yang penuh harus darah, Mi Sai merinding lebih dulu. Dia langsung bertingkah seperti anak kecil.
Awalnya mereka ingin mengatakan sesuatu. Tapi tiba-tiba saja tenggorokan mereka sakit dan tidak ada kata-kata yang bisa keluar. Hanya ingin mengucapkan sesuatu yang terhubung dengan Dewi Kecantikan, tapi tidak bisa.
Sepertinya mereka telah disegel saat ini dan Xiu Jimei mengetahuinya.
Mi Sai mengangguk ringan tanpa memikirkan sesuatu. Pikirannya yang kosong tidak akan menyakiti tubuhnya.
"Alam Para Dewa?" Yan Yujie menyipitkan mata. "Siapa itu? Sepertinya aku tidak memiliki masalah dengan Alam Para Dewa bukan?"
Yan Yujie adalah raja hantu dan tidak ada hubungannya antara Dunia Hantu dengan Alam Para Dewa.
"Sepertinya bukan ini masalahnya." Xiu Jimei terlihat berpikir. Dia menghilangkan kecerobohannya saat ini.
Aura ketiga kultivator hantu ini mirip dengan aura kegelapan dari Alam Neraka. Memikirkan ini, Xiu Jimei memiliki tebakan jika mungkin ... Ning Siyu membuat gerakan.
Lagi pula, Ning Siyu dan raja hantu sebelumnya yaitu He Lang memiliki kerja sama. Karena gagal, komunikasi keduanya terputus. Sekarang Ning Siyu ingin membuat masalah, tidak mudah untuk keluar sendiri sehingga menggunakan ketiganya untuk menjadi umpan.
"Kalian benar-benar datang untuk mati," katanya pada Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong.
Roh Bunga kesal dan ingin menggoreng mereka menjadi camilan. "Tuan, apa yang akan dilakukan dengan ketiganya? Kenapa tidak membunuhnya saja?"
__ADS_1
"Tidak perlu. Mereka cocok jadi pajangan," jawab Xiu Jimei.
"Kamu ingin menjadikan kami peliharaan? Apakah kamu masih manusia?" Mi Sai berteriak pada gadis itu.
Mei Rong dan Fan Li memutar bola matanya kesal. Lebih baik tidak memprovokasi Xiu Jimei saat ini karena dia lebih mengerikan daripada Yan Yujie.
Xiu Jimei terlihat berpikir saat ini. "Entahlah. Seperti aku manusia dan bukan manusia."
"..." Jawaban polos yang tidak diinginkan Mi Sai sama sekali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Alam Para Dewa.
Ning Siyu yang berada di gua lagi-lagi marah dan memuntahkan sesuap darah. Dia kesal. Wajah cantiknya perlahan meninggalkan jejak keriput samar.
"Tidak berguna! Kenapa mereka begitu tidak dapat diandalkan?!" teriaknya.
Menyentuh wajahnya yang memiliki kulit kendur, Ning Siyu membenci kelemahannya.
Dia sudah lama berada di sini tanpa mengisap energi spiritual atau menggunakan aura kecantikan wanita lain untuk mempertahankan tubuh awet mudanya.
"Aku sudah bilang padamu, jangan macam-macam dan berurusan dengan dunia lain. Kenapa kamu tidak mendengar kan?" Dewa Bencana yang berada tak jauh darinya menatap Ning Siyu dengan dingin. "Sekarang ketiganya tertangkap dan tak bisa mati. Apa yang akan kamu lakukan?"
"Kamu bantu aku!" Ning Siyu menggertakkan gigi.
Selama dia menjadi ratu Alam Neraka, tidak pernah ada rasa malu seperti ini. Untuk kali pertama baginya memohon untuk bantuan pada dewa. Benar-benar membuat harga dirinya jatuh.
Dewa Bencana tersenyum dingin. Tapi dia tidak marah. Cepat atau lambat, Alam Neraka juga akan jatuh padanya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Sekali aku membuat kecerobohan, dewa lain akan curiga," katanya.
"Buat saja bencana di beberapa dunia untuk mengalihkan perhatian. Lalu aku meminta anak buahku untuk mengambil kembali tiga kultivator hantu yang tidak berguna itu."
Usulan Ning Siyu memang bagus tapi tidak sepadan dengan risikonya.
"Kamu benar-benar ingin membuatku diadili oleh Dewa Pencipta Alam Para Dewa!"
__ADS_1
"Lalu apa lagi?" Ning Siyu kesal. Apakah Dewa Bencana begitu tidak berguna juga?
"Aku akan memikirkan ini. Lebih baik kamu menahan diri selama beberapa waktu. Terlalu banyak membuat gerakan akan membuat para dewa curiga."