
Yan Yujie masih merasa jika tubuhnya kesakitan akibat aliran petir di tubuhnya. Wajahnya sedikit pucat tapi tidak membahayakan hidup. Cip Cip yang terdiam di samping Wang Xuyue sepanjang waktu akhirnya merinding. Ayam besar itu tidak mau menjadi korban karena kecerobohannya sendiri.
“Cip Cip juga harus mencobanya.” Xiu Jimei tersenyum licik.
“…??!!” Cip Cip langsung mengeluarkan suara ayam yang rendah. Tentu saja dia tidak mau.
Namun melihat Xiu Jimei sudah mencabut rumput berwarna biru es itu, dia ragu-ragu. Bukankah tadi Yan Yujie tersengat aliran listrik? Lalu kenapa gadis itu baik-baik saja. Cip Cip tidak tahu jika rumput itu sebenarnya memiliki aliran petir di dalamnya. Hanya saja ayam roh kuno itu tidak menyadarinya.
“Xiao Mei, jangan menggoda Cip Cip.” Wang Xuyue tidak berdaya saat melihat Cip Cip ketakutan saat ini. Dia tahu Xiu Jimei hanya menggoda Cip Cip.
“Tidak apa-apa. Ini bukan rumput yang berbahaya. Sebenarnya bagus untuk terapi. Cip Cip, ayo makan,” ujar Xiu Jimei.
“Kamu pasti berbohong padaku,” kata Cip Cip.
Xiu Jimei berkedip biasa padanya. “Aku tidak berbohong padamu. Rumput biru es ini cocok untuk terapi tubuh agar terbebas dari rasa pegal dan lelah,” jelasnya.
Tentu saja Xiu Jimei tidak berbohong untuk ini. Saat Yan Yujie tersetrum rumput tersebut, dia bisa melihat jika rasa lelah dan pegal yang dialaminya langsung hilang. Jadi bisa dianggap jika rumput tersebut memiliki peran yang bagus untuk obat-obat. Mungkin salah satu tanaman herbal di wilayah jiwa petir.
Cip Cip melihat jika Xiu Jimei serius kali ini. Dia akhirnya mencoba untuk mempercayainya. Saat mematuk rumput biru es itu, Cip Cip seketika terdiam. Mendadak bulu-bulunya mengembang seperti ayam keriting.
Bahkan Wang Xuyue melihat Cip Cip memiliki penampilan yang belum pernah dilihatnya langsung terkikik. Cip Cip sangat lucu sekarang. Tubuhnya yang penuh daging dan bulu menjadi lebih gemuk.
“Cip Cip, apakah kamu baik-baik saja? Bulumu keriting,” kata Yan Yujie agak kasihan padanya.
“Apa? Buluku?!” Cip Cip yang pulih dari rasa terkejutnya mau tidak mau merasakan embusan angin membelai tubuhnya.
Cip Cip sedikit kedinginan saat ini saat bulu-bulunya yang keriting bergoyang tertiup angin. Dia akhirnya menyalahkan Xiu Jimei karena membuatnya jelek saat ini. Tapi entah kenapa, Cip Cip merasa jika rasa lelah dan pegalnya langsung hilang. Mungkinkah ini hanya perasaannya saja?
“Apakah kamu merasa lebih baik?” tanya Xiu Jimei.
__ADS_1
Cip Cip mengangguk bodoh. Dia memang merasa jika tubuhnya lebih ringan dan nyaman saat ini.
Akhirnya yang lain langsung menebak. Ternyata rumput tersebut bisa menyengat orang tapi memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh.
“Tidak heran aku merasa lebih nyaman saat ini. Ternyata ada hubungannya dengan rumput itu,” kata Yan Yujie. "Kalau begitu ayo kita ambil beberapa untuk dibawa pulang."
Mereka juga setuju. Tapi mereka masih ragu.
"Bagaimana kita bisa mengambilnya? Setiap kali disentuh bukankah akan menyengat orang?" Lei Mo tidak berani menyentuh rumput itu sama sekali.
Akhirnya mereka miaht Xiu Jimei yang sedang memegang rumput tersebut.
Xiu Jimei sepertinya sudah tahu apa yang mereka inginkan. Karena dirinya memiliki elemen petir dan es, jadi efek dari rumput berwarna biru es itu tidak mempan padanya sama sekali.
Xuan Xing memiliki elemen es tapi tidak memiliki elemen petir. Pasti masih memiliki pengaruh. Huang Fu Shi memiliki elemen petir tapi tidak memiliki elemen es. Dia juga tidak cocok.
Mau tidak mau Xiu Jimei mengambilnya untuk mereka. Dia memasukkannya ke botol kaca. Selama tidak bersentuhan dengan kulit, semuanya akan baik-baik saja.
"Selamat datang di wilayah jiwa petir. Maaf karena kami tidak menyambut kalian sebelumnya." Ketua Petir Alami yang pertama berbicara.
"Tidak, tidak apa-apa. Kamilah yang datang tanpa menyapa lebih dulu." Wang Xuyue sedikit takut dengan tiga pria berjubah brokat tak jauh dari mereka.
Ketiga pria itu tak beda jauh daripada manusia lainnya. Tapi jelas kulit mereka lebih putih pucat dengan simbol petir di dahinya.
"Apakah kalian menyentuh rumput petir ini?" tanya Ketus Petir Hukuman seraya melihat Xiu Jimei sedang berjongkok di dekat sekumpulan rumput putih kebiruan itu.
"Oh, ini namanya rumput petir?" Yan Yujie menunjukkan rumput petir yang ada di dalam toples kaca.
Ketua Petir Hukuman mengangguk. "Rumput ini tumbuh liar tapi tidak ada satupun bintang roh yang mendekatinya kecuali memiliki dua elemen yang sama yaitu petir dan es. Kalian bisa mengambilnya sebanyak yang diinginkan."
__ADS_1
"Rumput ini mampu membuat rasa lelah dan pegal di tubuh kami menghilang." Kin Wenqian memberi tahunya.
"Benarkah?" Ketua Petir Hukuman tampaknya benar-benar tidak tahu tentang khasiatnya. Tapi dia segera menghela napas panjang. "Sayangnya kami hanyalah makhluk yang terbuat dari esensi petir, bukan manusia yang berdarah dan berdaging. Jadi rumput ini tidak berguna bagi kami."
"..." Mereka sepertinya memahami hal ini. Ternyata rumput ini dianggap gulma oleh mereka.
"Kalau begitu, aku akan mengambil semuanya. Aku akan menanamnya di ruang spiritual ku." Xiu Jimei memiliki ide.
Wang Xuyue berbinar. "Kalau begitu Xiao Mei, tanam cepat. Kami akan memintanya nanti sehingga lebih mudah untuk dilakukan," katanya.
"Baiklah." Xiu Jimei mengangguk. Lalu menatap ketika ketua petir yang berdiri sejajar. "Tidak masalah bukan jika aku mengambil semuanya?"
"Tidak, tidak masalah. Ambil saja, bagus untuk mengurangi gulma," jawab Ketua Petir Badai sedikit pelan.
Ketiganya melihat Xiu Jimei memegang rumput petir seperti sedang mencabuti rumput di halaman belakang. Bagaimana mungkin mereka tidak tahu jika Xiu Jimei ini kebal terhadap dua elemen yang terkandung dalam rumput petir.
Salah satu dari ketiganya melirik Cip Cip yang bulunya keriting. "Apakah dia juga korban rumput petir?"
"Benar. Ini ayam roh kuno kontraktualku. Namanya Cip Cip." Wang Xuyue mengelus bulu keriting Cip Cip. Entah kenapa rasanya sangat nyaman. Seperti sedang menyentuh bulu kemoceng.
"Peliharaan mu sangat gemuk."
"..." Cip Cip yang dikatakan gemuk sedikit tidak senang. Tapi dia lebih takut disambar petir. Jadi lupakan saja.
Setelah Xiu Jimei mengemasi semua rumput petir ke ruang spiritual bawaan, ketiga ketua petir mengundang mereka untuk datang ke istana. Setidaknya dijamu lebih dulu sebelum melanjutkan jalan-jalan.
Mereka sesekali akan melihat roh petir berkeliaran lalu melarikan diri setelah melihat Xiu Jimei. Untungnya tidak semua roh petir tahu tentang Xiu Jimei. Beberapa di antara mereka bahkan tidak peduli.
Wang Xuyue sangat tertarik melihat roh petir. Dia ingin menyentuhnya lagi tapi khawatir akan diserang balik.
__ADS_1
"Apakah roh petir ini bertugas untuk membuat petir kecil di banyak alam?" tanya Huang Fu Shi.