Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Mimpi Buruk Poppy


__ADS_3

Apa yang terjadi dengan Poppy saat ini jelas mengalami mimpi buruk berkepanjangan. Di dalam mimpi itu, dia dikejar oleh gerombolan serigala pemakan tanaman beracun, lalu jatuh ke kolam obat yang sangat mujarab hingga jatuh dari ketinggian.


Yang lebih buruk lagi, dalam mimpi itu dia bertemu dengan Roh Bunga. Roh Bunga dalam mimpi buruknya jelas tidak baik. Dia seperti kaisar bunga penyembuh yang ganas, memasukkan Poppy ke panci raksasa berisi obat.


Lalu mimpi buruk terus berlanjut hingga Poppy berusaha untuk mengakhiri mimpi buruk tersebut dengan berbagai cara. Semakin takut dia, mimpi buruk semakin parah. Belum lagi Poppy memiliki sifat lekas marah, jadi setiap kali dia terkena sial dalam mimpi, pasti mengumpat.


Semua kepingan itu seperti nyata bagi Poppy. Jelas dia tahu ini hanya mimpi buruk tapi kenapa rasa sakitnya seolah-olah nyata?


"Hua Mei!! Aku pasti mengutukmu di kehidupan sebelumnya, bukan? Kenapa kamu selalu muncul di mimpiku?!" teriaknya seraya melepaskan diri dari sukur hijau berbunga yang menjerat tubuhnya.


Roh Bunga dalam mimpinya tidak pernah bicara sama sekali. Seolah-olah tidak pernah mendengar nya. Jadi sepanjang mimpi berlangsung, Poppy hanya bicara sendiri.


Setelah lepas dari jeratan sulur bunga, Poppy pergi melarikan diri. Sesekali akan melawan dan bersembunyi. Namun tak ada tempat yang baik di mimpi buruk, jadi bagaimana bisa bersembunyi dengan aman.


Sialan! Semua ini gara-gara Xiu Jimei! Dia memberikan racun mimpi buruk untuknya. Racun ini lebih kuat daripada milik Pak Tua itu!!


Dia janji jika bisa keluar dari mimpi buruk ini, ia akan lebih patuh pada Bai Shiyu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jika Poppy sedang melawan mimpi buruk, maka Ming Zise saat ini kembali ke Alam Para Dewa dan menemukan Dewa Obat. Dia menyerahkan racun mimpi buruk yang dibuat Xiu Jimei padanya.


"Kenapa kamu ingin aku membuat penawar untuk racun ini? Hmmm ... Racunnya sangat kuat. Bukan racun yang luar biasa tapi efeknya sangat besar. Ini pertama kali bagiku melihat racun sejenis ini." Dewa Obat mengelus dagunya yang berjanggut.


Jika diperhatikan lebih dalam, Dewa Obat sedikit lebih muda saat ini karena berhasil mengembangkan obat awet muda.


"Kaisar bunga racun terkena racun ini dan sekarang tengah bermimpi buruk. Untuk menenangkan Mei'er, aku berjanji pergi padamu untuk membuat penawarnya."


"Bagaimana jika aku tidak bisa membuat penawarnya? Tuan Ming, kamu sangat memanjakan bintang phoenix mu. Khawatir kamu tidak bisa menyenangkannya?"


Ming Zise menyesap tehnya dengan santai dan tersenyum. "Jika kamu tidak bisa membuat penawar racun kecil seperti ini, apa gunanya masih menempati nama dewa obat?"


"..." Ini ancaman terselebung! Dewa Obat ingin berteriak ke langit.

__ADS_1


Namun pada akhirnya, Dewa Obat berhenti menggodanya. "Tidak sulit membuat penawarnya tapi aku butuh waktu."


"Aku bisa menunggu."


Dewa Obat memiliki banyak ramuan penawar di istananya. Tidak sulit untuk membuat penawar racun mimpi buruk. Hanya saja prosesnya agak rumit. Oleh karena itu, dia tidak menunda waktu dan pergi untuk meracik obat.


Setidaknya butuh satu hari untuk membuatnya tapi Ming Zise tidak terburu-buru. Dia kembali ke istana Minglan dan memanggil Butler Meng.


"Tuanku, apakah butuh sesuatu?" Butler Meng sudah akrab dengan kebiasaan Ming Zise.


Ming Zise biasanya akan menghabiskan waktu di ruang belajar. Entah menulis surat dan mengerjakan urusannya atau melukis sesuatu. Terkadang meracik teh dan membuat kerajinan tangan.


Tapi setelah menemukan bintang phoenix nya, kebiasaan itu mulai jarang terlihat. Dan Ming Zise akan sibuk menemani Xiu Jimei di Dunia Langit.


"Apakah kebutuhan dapur masih lengkap?" tanyanya.


"Kebutuhan dapur?" Butler Flir agak terkejut. "Apakah Tuanku ingin memasak?" tebaknya.


"Semua kebutuhan di dapur selalu terpenuhi. Tuan bisa memasak kapan saja."


Ming Zise mengangguk dan pergi ke dapur tanpa mengubah ekspresi. Bahkan tidak berniat untuk mengganti pakaiannya lebih dulu. Butler Meng tahu Ming Zise pandai memasak namun jarang pergi ke dapur untuk menyiapkannya sendiri. Siapa sangka kali ini akan turun tangan untum berurusan dengan api.


Ming Zise tidak sulit untuk memikirkan apa yang harus dimasak. Xiu Jimei suka makan apa saja, terutama daging. Gadis itu juga agak benci dengan sayuran. Namun karena inilah Ming Zise memasak aneka makanan dengan bahan utama sayuran. Ia juga membuat pangsit dan ayam panggang utuh.


Butler Meng hanya memperhatikan dengan cermat dan merasa keahlian tuannya sangat luar biasa. Ming Zise memasak dengan rapi tanpa kesalahan. Sebagai mantan dewa yang serba bisa, keahlian memasaknya lebih baik dari siapapun.


Sangat beruntung bagi Xiu Jimei dan teman-temannya bisa mencicipi masakan Ming Zise. Di Alam Para Dewa saja, tidak semua dewa-dewi bisa mencicipi masakannya.


Butuh setengah hari bagi Ming Zise untuk membuat beberapa jenis masakan. Lalu dia membungkusnya dengan rapi agar suhunya tetap terjaga.


"Aku mungkin tidak kembali dalam waktu dekat. Perhatikan urusan di sekitar dan kirimi aku surat jika ada sesuatu." Ming Zise siap untuk pergi.


"Ya, Tuanku." Butler Meng sedikit membungkuk, mematuhi perintahnya.

__ADS_1


Ming Zise pun pergi dengan menunggangi angsa roh dewa. Dia pergi ke Istana Dewa Obat untuk melihat kemajuan pembauran penawarnya. Tanpa diduga, penawarnya juga sudah siap.


"Tuan, apakah kamu memasak?" tanyanya penasaran.


"Ya, Mei'er pasti lapar saat ini," jawab Ming Zise santai.


"..." Tidakkah kamu bertanya, apakah dewa ini lapar? Batin Dewa Obat sedikit tidak berdaya.


"Apakah ini efektif?" tanya Ming Zise seraya menerima botol giok kecil berisi penawar.


"Tentu saja, obat dewa ini tidak mungkin tidak efektif. Jangan lupa bayar."


"Jangan khawatir, Mei'er harusnya punya sesuatu untuk bisa membayar penawar ini."


Dewa Obat buru-buru berkata. "Tidak sulit untuk membayar. Buatkan saja aku beberapa makanan, aku senang."


"Tidak masalah."


Ming Zise tidak keberatan. Makanan yang dibuat gadis itu ternyata membuat Dewa Obat menyukainya. Mungkin karena setiap kali Xiu Jimei memasak, esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya juga berperan. Belum lagi jenis bumbu dan hidangannya juga berbeda.


Setelah mendapatkan penawarnya, Ming Zise pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Poppy tidak tahu sudah berapa lama dia bermimpi buruk. Namun pakaiannya sudah tidak lagi utuh. Dia berkeringat di mana-mana dan rambutnya juga agak acak-acakan. Mimpi buruk sangat menyeramkan. Lebih menyeramkan daripada saat dia bertemu ras hantu.


Roh Bunga selalu menghantuinya di mana-mana. Sungguh bencana.


"Tidak, aku tidak akan lagi memarahi atau mengumpat. Aku berjanji. Cepat keluarkan aku dari mimpi buruk ini!" Poppy berbaring seperti ikan asin yang dijemur. Tidak peduli dengan Roh Bunga yang siap memasukkannya dalam panci obat lagi.


Tak lama setelah itu, cahaya terang muncul di langit dalam mimpi buruknya. Poppy menyipitkan mata. Semakin terang cahayanya, dia pun menutup mata.


"Poppy? Poppy! Bangun!" Suara Xiu Jimei membuatnya sadar kembali dan segera membuka mata.

__ADS_1


__ADS_2