Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kondisinya Tidak Diketahui


__ADS_3

Yidao membuka kipas lipat yang memiliki pola ular hitam saat menemukan Roh Bunga sedang menyirami tanaman di kebun bunganya. Jika dia tidak tahu gender pria itu, mungkin akan mengira sebagai wanita cantik bertubuh tinggi.


Melihat Yidao datang, Roh Bunga menaikkan sebelah alisnya. "Tidak berkencan?"


"Yamla dibawa pergi anak majikanmu," jawabnya.


"Oh ... Aku dengar Alam Neraka melakukan serangan awal terhadap Alam Para Dewa. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi."


"Kenapa dia tidak bilang sejak awal? Aku juga ingin pergi." Yidao menyesal karena tidak menanyakan maksud kepergian gadis itu.


Tanpa diduga, Roh Bunga membuka kamus modern. "Untuk apa kamu pergi? Jadi ‘provokator’?"


"..." Dari mana munculnya buku aneh itu? Pikir Yidao.


Pada akhirnya selama Yamla pergi, Yidao berpikir keras untuk membuat wanita itu terpesona olehnya. Setidaknya menarik ular betina harusnya tidak sulit. Tapi siapa yang menjadikan Yamla sebagai pengikut Ming Zise?!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xiu Jimei dan Xiu Jikai tiba di Alam Para Dewa, tepatnya di gerbang kultivasi tertutup. Salah satu daun pintu besar yang menjulang tinggi itu telah hancur setengahnya. Masih ada sisa asap ledakan serta beberapa puing berserakan.


Beberapa petugas di Alam Para Dewa sibuk untuk memastikan jika semua dewa yang berada di dalam sebelumnya baik-baik saja. Kultivasi tertutup mereka yang terganggu jelas membuat sebagian organ internal mengalami serangan energi spiritual.


"Apakah Ming Zise tidak ada di antara mereka?" tanyanya pada Han Yuye yang juga ada di sana.


Han Yuye melihat Xiu Jimei datang lalu tersenyum. "Dia tidak ada di dalam. Sebenarnya beberapa dewa juga tidak ada di sana. Kami tidak tahu di mana mereka. Dewa Mimpi sebelumnya pergi untuk memeriksa. Tapi dia juga tidak kembali," jelasnya.


"Dewa Mimpi? Apakah tempat itu bisa dimasuki?"


Xiu Jimei menatap pintu kultivasi tertutup yang sudah setengah hancur. Ming Zise berkata selain para dewa, tak ada yang bisa masuk. Ia ingin mencoba masuk tapi tidak berani.


"Apakah kamu ingin masuk?" Han Yuye menatapnya.


"Bukankah tidak bisa?"

__ADS_1


"Memang. Tapi sekarang pintunya sudah rusak, kenapa tidak bisa masuk? Tapi mungkin kamu tak akan menemukan apapun di dalamnya."


Yamla yang kini sudah berubah menjadi manusia akhirnya teringat dengan Wuming. "Wuming juga tidak ada?" tanyanya.


"Wuming?" Han Yuye tidak tahu tentang penjaga gelap Ming Zise yang ikut bersamanya. "Dia juga ikut?"


Yamla mengangguk. "Tuan berkata jika Wuming akan mengikutinya selama kultivasi tertutup."


Mendengar hal ini, Han Yuye mengelus dagunya yang tidak berjanggut. "Sepertinya Wuming menjadi pendamping kultivasi tertutupnya. Tapi dia juga tidak ada."


Xiu Jimei memutuskan untuk memasuki gerbang pintu kultivasi tertutup yang sudah hancur. Karena tidak lagi melanggar aturan, saat masuk, Xiu Jimei tidak merasakan adanya perlawanan sama sekali.


Yamla juga mengikuti untuk mengetahui lebih jauh.


Di dalam pintu tertutup, suasananya tidak beda jauh dengan alam biasa. Kebanyakan hutan dan bebatuan besar. Setiap lokasi ternyata bisa ditempati para dewa yang berkultivasi dengan ketenangan pikiran.


Keduanya berharap menemukan Wuming. Setidaknya bisa mencari petunjuk.


Lama mencari, akhirnya Yamla merasakan ada sesuatu yang bergerak dari tumpukan bebatuan yang telah hancur. Mungkin karena serangan pasukan Alam Neraka sebelumnya.


"Wuming!" Yamla segera menghampiri Wuming. Pria itu menyingkirkan bebatuan yang menimpa tubuhnya.


Xiu Jimei juga melihatnya. Kondisi Wuming tidak terlalu baik. Dia setidaknya terluka parah hingga muntah darah.


"Wuming, apa yang terjadi? Di mana Mingming?" tanyanya.


Wuming batuk dan menyentuh dadanya yang kesakitan. "Maaf, Tuan Putri, aku gagal menjaga tuan Ming. Aku tidak terlalu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saat tuan sedang berkultivasi, tiba-tiba ada serangan dari langit dan gerbang utama pintu kultivasi tertutup hancur. Pada saat yang sama, tuan tampaknya mengakhiri kultivasi secara paksa hingga tubuhnya terluka. Kemudian ...."


Pria itu menceritakan apa yang menimpa dirinya dan Ming Zise. Xiu Jimei sudah menebak sesuatu. Mungkin Ming Zise diserang oleh Ning Siyu atau Lu Zheng. Tak ada yang tahu secara pasti.


Kultivasi para dewa selalu berjauhan. Sehingga apapun yang menimpa Ming Zise, dewa lain tak akan tahu. Mereka hanya menyadari jika gerbang kultivasi tertutup sudah hancur akibat serangan pasukan Alam Neraka.


Xiu Jimei memikirkan semua mimpi buruk dan perasaan tidak nyamannya selama sepuluh tahun terakhir. Ini menjadi kenyataan.

__ADS_1


Ming Zise menghilang dan kabarnya tidak diketahui. Tidak tahu di mana pria itu berada.


"Kalau begitu ayo keluar dari sini dulu." Yamla membantu Wuming yang berjalan dengan tertatih-tatih.


"Maaf, merepotkanmu, Yamla." Wuming merasa sangat lemah saat ini.


"Tidak masalah."


Ketiganya segera meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke istana milik Ming Zise.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Alam Neraka, Ning Siyu dan Lu Zheng kembali bersama setelah menyerang gerbang kultivasi tertutup Alam Para Dewa. Ini semua ide Ning Siyu sepenuhnya. Lu Zheng hanya mengikutinya hanya untuk berjaga-jaga.


Jika Ning Siyu yang nekat dan gagal melancarkan rencananya, ia bisa ditangkap dan diadili. Sulit untuk membebaskannya ketika jauh ke tangan Dewa Pencipta Alam Para Dewa.


"Kenapa kamu ingin menculik Ming Zise? Bahkan masih menggunakan bola array mimpi padanya? Mungkinkah kamu tak bisa mendapatkannya di dunia nyata, kamu ingin memasuki alam mimpi dan hidup bersamanya?" Lu Zheng menyeringai. Pikiran wanita itu sungguh tak terduga dan mengerikan.


Menurutnya, terlalu mudah untuk menangkap Ming Zise hari ini. Tapi dia sudah memastikan jika Ming Zise yang saat ini berada dalam bola array mimpi tidak palsu.


Ning Siyu memikirkan Ming Zise yang selalu bersama Xiu Jimei. "Kenapa tidak? Aku akan memutar waktu dalam mimpi, di mana gadis itu belum muncul! Hanya aku yang bisa bersamanya! Dalam mimpi itu, Xiu Jimei hanya bisa menjadi pelayan ku!"


Saat ini, Ning Siyu mengeluarkan bola array mimpi seukuran bola kristal. Di dalam bola array mimpi itu, ada sosok Ming Zise yang bersila dengan tenang, memejamkan mata seolah-olah masih dalam kondisi meditasi sebelumnya.


Ning Siyu rakus saat melihatnya. Pria ini hanya miliknya. Bahkan jika dia hanya memilikinya dan hidup bersama dalam mimpi, ia rela.


Dunia ini tidak berpihak padanya. Jadi kenapa harus memikirkan takdir dunia?


Ning Siyu ingin memberi tahu Xiu Jimei bahwa Ming Zise hanyalah miliknya.


Sekarang gadis itu pasti sangat khawatir karena Ming Zise tidak ditemukan. Sudah sepuluh tahun sejak Ming Zise berada di pintu tertutup. Dia tahu jika Xiu Jimei selalu merindukannya. Tapi saat ini, Ming Zise yang harusnya mengakhiri kultivasi tertutupnya dan keluar, harus jatuh ke tangannya.


Ini memang tepat!

__ADS_1


Ning Siyu ingin Xiu Jimei menunggu lebih lama dan lebih lama lagi. Biarkan gadis itu jatuh dalam kerinduan yang dalam. Sedangkan dirinya akan hidup bahagia dengan Ming Zise di alam mimpi. Hingga pada waktunya tiba, dia bisa mengumumkan pada seluruh alam jika Ming Zise dan dirinya adalah pasangan.


__ADS_2