
Api hantu bercampur dengan api biasa, lalu menelannya dan menjadi ganas. Api hantu itu juga memiliki jiwa. Jadi ketika menelan api biasa, jiwanya bangun. Gumpalan api hantu memiliki dua mata dan mulut seperti kebanyakan hantu api di Dunia Hantu.
Mi Sai berteriak lagi dan khawatir masakannya tumpah. Dia meletakkan wajan di tempat yang aman dan segera melarikan diri dari kejaran hantu api.
Mei Rong kebingungan. Fan Li sudah menepuk jidatnya dengan ketidakberdayaan. Bisakah dia tidak memiliki dua rekan yang bodoh ini? Pikirnya.
"Lari, api hantu mengamuk! Tidak, tidak, hantu api mengamuk!" Mi Sai menjerit hingga membuat kelompok yang lain panik.
Segera, acara masak-masak itu menjadi sebuah keributan tanpa henti. Mei Rong juga berlari untuk menghindari semburan api dari hantu api tersebut.
"Kenapa menjadi seperti ini? Seharusnya baik-baik saja," kata Mei Rong masih kebingungan. Yang dilihatnya saat ini memang hantu api.
"Ada apa sebenarnya? Bagaimana bisa ini terjadi?"
Guru pendamping kelompok Mei Rong sudah kesal dan kewalahan untuk menangkap hantu api yang mengamuk dan mengejar Mi Sai, Fan Li serta Mie Rong. Ras hantu di kelompok lain juga kena getahnya.
Anehnya, hantu api itu hanya mengejar ras hantu.
Mei Rong seperti sedang melihat penyelamat, dia segera berlari ke arah guru pendampingnya tanpa memikirkan apapun.
"Aku hanya membuat api hantu untuk memasak. Siapa tahu tiba-tiba menjadi hantu api setelah menelan api biasa."
"Apakah hantu api ini hanya mengejar ras hantu saja?" Guru pendamping harus mendapatkan informasi lebih jauh lagi jika ingin mencari tahu penyebabnya.
"Benar. Kami para hantu tidak berani mendekati hantu api. Dia bisa membakar kami dan menelan aura kultivasi kami. Oleh karena itu, kelompok hantu api tidak pernah dibiarkan meninggalkan kawasan kawah api hantu." Mei Rong tidak mau berpikir lebih banyak dan memberikan beberapa informasi. Mungkin itu berguna untuk menangani hantu api ini.
Yang lain juga merasa ngeri saat mendengar nya. Hantu api jahat bukan? Ras hantu saja takut berurusan dengan hantu api.
Saat ini, hantu api memiliki tinggi dua meter. Kedua mata bulatnya berkedip beberapa kali dan mulut apinya yang terbelah juga menyemburkan api. Meski tidak menargetkan manusia, semburan api biru keputihan itu memiliki jangkauan luas. Jika kultivator ras lain tak sengaja terkena apinya, mungkin bisa melepuh.
Saat hantu api melihat Mei Rong bersembunyi di belakang guru pendamping, semburan api mengarah padanya.
Guru pendamping kelompok itu segera menggunakan perisai spiritual untuk menghalau semburan api hantu.
"Kalian para hantu seharusnya memiliki senjata untuk mengusirnya kan?"
Mei Rong tersenyumlah pahit dan melupakan kebenciannya terhadap manusia untuk sementara waktu.
__ADS_1
"Kultivasi kami ditekan saat menjadi wujud manusia. Di mana kami bisa melawannya. Ini bukan Dunia Hantu."
"Sangat merepotkan," gumam guru pendamping.
Tidak heran kelompok ras hantu yang mengikuti ujian kali ini terlihat biasa saja dan kesulitan menggunakan energi spiritual, ternyata kultivasi nya ditekan.
Memang, ras hantu tidak bisa meninggalkan Dunia Hantu begitu saja. Dunia mereka sudah berbeda. Oleh karena itu, jika ingin meninggalkan Dunia Hantu karena suatu alasan, mereka hanya bisa mengambil wujud manusia.
Di sisi lain, Xiu Jimei yang sedang memasak hidangan kedua terganggu oleh suara teriakan banyak orang di kejauhan. Dia dan kelompoknya memperhatikan apa yang terjadi.
Ada api biru keputihan yang cukup tinggi, bergerak ke sana dan kemari untuk mengejar ras hantu. Terutama mereka mengenali Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong yang kini tidak beruntung.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Kin Wenqian. "Kenapa ada api seperti itu?"
"Itu hantu api." Ming Zise memperhatikan. Sekali melihat saja sudah langsung mengenalinya.
"Hantu api?" Mereka berkata serempak.
Yan Yujie sedikit menggigil. "Sangat ganas?"
"Hantu api mampu menyerap aura ras hantu hingga habis. Di Dunia Hantu, hantu seperti itu dijauhi." Ming Zise sedikit memberikan penjelasan singkat.
"Bagaimana cara menghentikan hantu api ini? Kenapa bisa ada di sini?" Xuan Xing cemberut. Jika seperti ini, kapan ujian memasak ini selesai?
"Hantu api sama seperti api abadi. Tidak bisa dilenyapkan kecuali menjinakkan mereka atau membawanya kembali ke Dunia Hantu."
"Menjinakkan hantu api? Apakah mereka anjing?" Yan Yujie bahkan tidak berani berpikir untuk menjinakkan hantu api.
Sudut mulut yang lain berkedut. Yan Yujie terlalu berterus terang.
"Eh, coba lihat. Apakah hantu api itu melayang ke arah kita?" Wang Xuyue memiliki firasat buruk.
"Benar!" Xiu Jikai menanggapi dengan tenang.
"??!!" Mereka bingung.
Benar saja, hantu api datang ke arah mereka. Wang Xuyue serta yang lain sedikit takut. Namun saat mereka tahu jika hantu api ini hanya menyerang ras hantu saja, hati mereka tenang.
__ADS_1
Tapi kenapa tiba-tiba datang ke arah mereka?
Tanpa sadar, mereka melirik Yan Yujie. Oh, jangan lupa ... ayah Yan Yujie dulunya adalah hantu yang memiliki tubuh sendiri dan menjadi manusia. Dengan kata lain, Yan Yujie ini keturunan ras hantu secara tidak langsung.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" Yan Yujie frustasi, perasaannya tidak enak.
"Hantu api untuk mungkin datang untukmu," jawab Jia Lishan.
"..." Jangan bercanda! Yan Yujie ingin melarikan diri tapi dicegah Xiu Jimei.
"Kenapa harus lari. Tetap di sini dan serahkan padaku jika api jelek itu menyerangmu," katanya.
"Adik sepupu, kamu sangat baik! Tapi ... Adik sepupu, apa yang akan kamu lakukan? Hantu api tidak bisa dilenyapkan." Yan Yujie merasa terharu saat dilindungi oleh sepupu kecilnya ini.
"Jinakkan saja seperti kata guru Ming." Xiu Jimei berkata tanpa ada beban apapun di hatinya.
"Bisakah kamu melakukannya?"
"Serahkan pada saudaraku. Benar 'kan, kakak?" Xiu Jimei melirik saudara kembarnya.
"..." Xiu Jikai yang kena sasaran adiknya hanya bisa mengangguk lemah.
Hantu api ini memiliki aura Yin dan juga energi spiritual gelap. Meski aura hantu api tampak lemah, Xiu Jikai tidak mau terjadi sesuatu pada saudarinya.
Ketika api hantu berada di dekat kelompok Xiu Jimei, ada sedikit kebingungan. Hantu api itu tidak menyemburkan api seperti sebelumnya, namun tampak mendekati Yan Yujie secara perlahan.
Adapun Yan Yujie saat ini, keringat dingin sudah mengucur di punggungnya. Dia siap untuk melarikan diri seandainya hantu api mau membunuhnya.
Sayangan apa yang dipikirkan tidak terjadi. Hantu api justru berperilaku baik di depan Yan Yujie seperti hewan peliharaan.
"Hantu api mungkin menyukaimu," kata Xiu Jimei.
"Bagaimana mungkin?" Yan Yujie tidak percaya. Benarkah tidak akan menyemburkan api?
Hantu api sangat baik dan ingin lebih dekat dengan Yan Yujie. Tapi pihak lain tidak kuat dengan panasnya hantu api. Kecuali Xiu Jimei yang sedikit tidak nyaman saat merasakan aura Yin dari tubuh hantu api.
Namun dia masih berani untuk menyentuh hantu api yang cukup padat saat disentuh. Rasanya dingin? Apakah api pada hantu api ini sangat dingin? Pikirnya.
__ADS_1
"..." Hantu api yang disentuh Xiu Jimei sedikit mengecilkan tubuhnya. Lalu menjadi kecil dan kecil lagi hingga bisa muat di kedua telapak tangannya.
"Kenapa bisa begini?" Wang Xuyue terkejut.