
Wajah Ning Siyu pucat saat ini. Namun ketika melihat beberapa catatan tentang dirinya yang biasa, dia menghela napas. Setidaknya masih belum ketahuan saat ini.
Dia tidak menyangkal. Jika dia mengelak lagi dan lagi, hukumannya akan tambah berat. Setidaknya dengan perbuatan tidak baiknya selama beberapa ratus tahun terakhir, posisinya sebagai Dewi Kecantikan tidak akan dihilangkan.
Jadi setelah mengakui ini, Dewa Hakim langsung menjatuhi hukuman.
Selama setahun ini, Ning Siyu akan ditangguhkan sebagai Dewi Kecantikan. Dia akan menjalani hukuman tahanan istana dengan penjagaan ketat dari Istana Dewa Hakim.
"Apakah kamu keberatan?" Dewa Hakim menatap Ning Siyu yang sedikit pucat di depannya lalu menggulung surat hukuman.
"Tidak. Aku tidak keberatan. Aku akan menerima hukuman ini," jawabnya.
Ning Siyu tidak menolak dan memilih untuk menjalani hukuman tersebut. Setahun baginya tidak lama. Ini seperti setetas air di dunia manusia fana. Jadi dia dengan patuh dikawal kembali ke Istana Dewi Kecantikan. Pada saat itu juga, beberapa penjaga Dewa Hakim langsung mengawasinya.
Di Istana Dewa Hakim, Ming Zise belum pergi. Dia masih memiliki beberapa keraguan untuk dijelaskan. Bahkan Dewa Hakim sendiri tak berdaya untuk saat ini.
Keduanya duduk di gazebo halaman belakang. Dua cangkir teh serta makanan ringan seperti kue kering disajikan oleh pelayan.
"Kamu berpikir jika Alam Neraka menyerang diam-diam?" Dewa Hakim menyesap tehnya.
__ADS_1
"Mungkin lebih dari itu," jawabnya.
"Sudah lama sekali sejak iblis neraka menyerang Alam Para Dewa. Waktu itu, kamu juga terluka parah hingga merusak meridian kultivasimu. Tapi ..." Dewa Hakim melihat tubuh Ming Zise baik-baik saja saat ini, dia terkejut. "Sejak kapan tubuhmu sembuh?"
Ming Zise tersenyum. "Belum lama ini. Semuanya berkat bintang phoenix."
"..." Kamu sedang pamer bukan? Batin Dewa Hakim dengan sudut mulut berkedut.
"Seriuslah, bagaimana bisa sembuh begitu saja? Bintang phoenix mu bukan anak Dewa Obat. Dewa Obat sendiri tidak mampu menyembuhkan luka dalammu sepenuhnya."
"Kekuatan esensi delapan dewa-dewi sangat bagus."
Akhirnya Dewa Hakim menelan kue kering dengan susah payah. "Ternyata kamu menggunakan esensi delapan dewa-dewi gadis itu. Ini memang inti energi spiritual di dunia. Dia benar-benar harta karun. Bisakah dia menyembuhkanku juga?"
"..." Sekarang aku merasa kamu ingin memeras gudang harta di istanaku, batinnya lagi.
Keduanya kembali lagi ke topik awal.
"Jangan khawatir tentang ini. Jika Ning Siyu benar-benar ada hubungannya dengan Alam Neraka, maka Alam Para Dewa tidak bisa mentolerir nya. Sebenarnya aku menemukan beberapa catatan kejahatannya yang lebih dalam. Tapi aku sengaja tidak mengekspos nya dan biarkan ular tenang dulu di sarangnya. Masalah ini harus dibicarakan dengan dewa lainnya," tutur Dewa Hakim serius.
__ADS_1
Ming Zise mengangguk. "Kalau begitu, serahkan padamu."
"Saat itu, ratu Alam Neraka dijatuhkan oleh Dewa Pencipta Alam Para Dewa tapi tidak tahu apakah masih hidup atau tidak. Kemungkinan besar jika masih hidup, pasti akan membalas dendam." Dewa Hakim sedikit sakit kepala. Memikirkan peperangan di masa lalu, dia tidak mau terjadi pertumpahan darah lagi.
"Mungkin dia juga bersembunyi di suatu dunia atau menyamar untuk menjadi mata-mata. Ning Siyu ini ... Lebih baik tidak ada hubungannya dengan mereka," timpal Ming Zise.
Pada hari berikutnya, Ming Zise pergi ke Istana Dewa Pencipta Alam Para Dewa untuk membahas sesuatu dan mencari tahu apakah ada celah dunia lain yang bocor saat ini.
Dia curiga jika iblis neraka sedang mengintai dalam kegelapan dan mencari waktu untuk menyerang. Hanya saja tidak tahu apa yang mereka inginkan kali ini.
Di masa lalu, iblis neraka ingin menguasai Alam Para Dewa dan membuat kehidupan baru untuk memusnahkan semua dewa-dewi. Tapi para dewa-dewi berhasil menggagalkan rencana mereka untuk menguasai pohon keabadian yang menjadi simbol Alam Para Dewa.
"Karena mereka gagal untuk menguasai pohon keabadian dan mengambil alih Alam Para Dewa, maka tujuannya kali ini pasti berbeda." Dewa Pencipta Alam Para Dewa terlihat mewah dan megah. Jubah brokat kuning keemasannya seperti baru dan tidak berdebu.
Ming Zise duduk di seberangnya dan tidak berniat untuk meminum teh lagi. "Kira-kira, apa yang mereka inginkan?" tanyanya.
"Aku khawatir kali ini tujuannya lebih besar lagi," jawab Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Dia melirik Ming Zise sejenak. "Mungkin ... Esensi delapan dewa-dewi."
Karena Ning Siyu dicurigai menjadi salah satu bagian dari Alam Neraka, Dewa Pencipta Alam Para Dewa hanya bisa menebak kasar. Tidak ada yang berharga di Alam Para Dewa selain pohon keabadian. Tapi jika menyangkut energi spiritual lain yang diinginkan ratu Alam Neraka, pasti esensi delapan dewa-dewi menjadi incarannya.
__ADS_1
Untuk berjaga-jaga, Dewa Pencipta Alam Para Dewa meminta Ming Zise untuk waspada dan memastikan jika Xiu Jimei aman.
"Aku tahu itu," kata Ming Zise pelan. Benar Saja, lagi-lagi bintang phoenix nya yang harus menderita.