Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Para Peramal & Penyihir Spiritual (6)


__ADS_3

Yan Chan memerah setelah mendengar ini. Tapi dia belum menyadari tingkatan kultivasi Xiu Jimei sehingga masih percaya diri. Tapi apa yang dikatakan Xiu Jimei sungguh menyinggungnya.


Apakah gadis itu tidak tahu bahwa tidak banyak di dunia ini yang mencapai tingkat kedewaan? Jika tuannya bisa naik ke kultivasi ranah, mungkin memiliki kesempatan untuk pergi ke alam sekunder.


"Kamu— kamu sungguh tidak meremehkan orang!" Yan Chan tidak tahu harus berkata apa saat ini.


"Bukankah kamu dulu yang meremehkan orang? Kalian bukan dewa, apa yang harus kuhormati?" Xiu Jimei mencibir.


Jangan bercanda. Bahkan Xiu Jimei tidak perlu membungkuk untuk para dewa-dewi. Merekalah yang harus membungkuk. Apa lagi orang-orang seperti Yan Chan dan Zhongkui, bahkan tidak layak disebut.


Zhongkui menyipitkan mata, masih menyimpan ketenangan. "Gadis ini, kalau boleh tahu, kenapa memecahkan jimat yang dibuat olehku?"


"Oh, bukankah kamu menggunakan itu untuk menemukan naga dan phoenix kemudian menyegel mereka?" Xiu Jimei memegang segelas air roh dan meminumnya dalam beberapa teguk.


Jika Zhongkui tahu bahwa yang diminum oleh gadis itu adalah itu adalah air roh, mungkin bisa muntah darah. Zhongkui juga tahu kegunaan air roh. Sulit untuk menemukannya selama ini. Sekali ditemukan, pasti akan mengundang banyak sensasi.


Siapa yang berani meminumnya dengan santai selain Xiu Jimei?


“Masalah ini demi kemakmuran negara. Naga dan phoenix telah lama memusuhi manusia dan ingin menguasai dunia ini. sebagai manusia, kita hanya bisa melakukan pencegahan dan menjaga mereka agar tidak merajalela di dunia.” Zhongkui tidak memiliki alasan yang tepat untuk pertanyaan tersebut dan hanya menyebutkannya secara acak.


“Kalau begitu, jubah naga dan phoenix yang dikenakan kaisar dan ratu harus berubah di masa depan. Mereka tidak perlu bergantung lagi pada istilah naga dan phoenix untuk menggambarkan berbagai situasi. Bukankah akan dianggap sebagai menghormati musuh?”


Xiu Jimei tersenyum, membuat Zhongkui dan Yan Chan mengubah ekspresi mereka. Siapa yang tahu jika gadis itu bahkan lebih sulit untuk dihadapi. Bahkan Elder Chi terkejut dengan maksud Xiu Jimei.


“Bagaimana bisa seperti itu? Naga dan phoenix adalah simbol kemakmuran negara selama ribuan tahun. Mereka harus dihormati, bukan sebaliknya.” Elder Chi menggelengkan kepala, sangat disayangkan dengan perkataan Xiu Jimei, bahkan lebih tidak setuju lagi dengan kata-kata Zhongkui.

__ADS_1


Naga dan phoenix merupakan lambang kemakmuran dan kekuatan di daratan ini. Jika sampai terdengar oleh kaisar, maka hukumannya tidak ringan.


Zhongkui sudah menahan emosinya sejak lama dan dia tidak tahan lagi. "Gadis ini, sepertinya kamu tidak akan tahu langit dan bumi jika tidak diberi pelajaran. Kata-kata mu benar-benar licin!"


Ia mengeluarkan beberapa jimat penyegel dari dalam lengan bajunya. Biarkan dia memberi tahu gadis itu, siapa yang paling kuat saat ini. Hanya seorang gadis kecil, apa yang harus ditakutkan?


Xiu Jimei tersenyum. Zhongkui tidak tahan, sungguh temperamen seorang penyihir. "Para penyihir suka berpura-pura selama ini. Tidak heran."


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Tapi hari ini kamu benar-benar merusak jimatku, tentu saja harus membayarnya!" Zhongkui menggertakkan gigi.


Yan Chan yang paling bersemangat saat ini. Dia sudah menduga jika gadis itu tidak baik. Pasti akan melawan tuannya di mana-mana.


"Tuan, segel dia dan beri tahu semua orang jika gadis itu seorang penyihir. Hanya seorang penyihir yang memiliki wajah cantik untuk menipu banyak orang. Mungkin dia siluman rubah yang sedang mencari mangsa untuk mempercantik dirinya sendiri." Yan Chan tidak tahu banyak tentang tuannya. Dia mengikuti Zhongkui sebagai murid dan jarang bertanya tentang asal-usul kekuatan tuannya.


"..." Zhongkui tidak bisa berkata-kata dan apa yang ingin dikatakannya tersangkut di tenggorokan.


Sementara Xiu Jimei yang dikatakan sebagai penyihir, mau tidak mau sudut mulutnya berkedut. Penyihir berteriak penyihir, ini memalukan.


Elder Chi melihat jika situasinya buruk. Dia ingin melerai dan membiarkan semuanya dibicarakan baik-baik. Tapi Xiu Jimei menahannya.


"Jangan hentikan dia. Kamu akan tahu siapa dia sebentar lagi," katanya dengan nada yang masih santai dan acuh tak acuh.


Tapi Elder Chi tidak tenang. "Nona Xiu, Tuan Zhong telah dihormati oleh kaisar. Jika sesuatu terjadi, kaisar pasti akan menangkapmu atas percobaan penyerang pada peramal," jelasnya sedikit berisik.


"Ini tidak akan terjadi jika kaisar tahu dia adalah penyihir." Xiu Jimei masih bertekad.

__ADS_1


Elder Chi bingung. Bagaimana Xiu Jimei mendapatkan kepercayaan diri seperti itu? Namun jelas Xiu Jimei sangat yakin jika Zhongkui dan Yan Chan adalah penyihir.


Elder Chi serta yang lainnya ingin pergi cukup jauh untuk menghindari pertarungan. Namun Xiu Jimei menghentikannya.


"Tidak perlu pergi. Duduk saja dan makan dengan tenang. Masalah ini tidak akan lama," katanya.


Elder Chi serta pengikutnya bahkan lebih bingung. Mereka merasa jika Xiu Jimei gila. Tetap di tempat saat Zhongkui dan Yan Chan menyerang? Mereka tidak bodoh. Tapi melihat Xiu Jimei yang bersantai, neraka ragu-ragu lagi.


Bukan tidak percaya jika Xiu Jimei bisa mengatasi Zhongkui dan Yan Chan. Hanya saja pihak lain dihormati oleh kaisar. Bisakah diserang begitu saja?


Jika Xiu Jimei bukan berasal dari tempat ini, maka tidak masalah. Belum lagi yang kuat dihormati. Kaisar tidak akan terlalu marah bahkan jika memiliki dendam di hatinya.


"Tapi ... Masalah ini ..." Elder Chi masih khawatir. Dia sudah tua. Bisakah dia menikmati waktu santai di hari tuanya?


Zhongkui mendengkus ketika melihat Xiu Jimei begitu tenang. "Nak, kamu terlalu sombong! Jika hari ini aku tidak memberimu pelajar, maka aku tidak pantas dipanggil Zhongkui!"


Napas Zhongkui sedikit berat dan jejak kemarahan tersembunyi hampir meluap.


Xiu Jimei sama sekali tidak panik. "Kamu bisa mencobanya." Ia menatap Reddish yang masih berwujud seekor merak merah. "Kamu bisa mengurusnya kan?"


Merak merah itu pemarah sejak awal. Zhongkui dan Yan Chan sudah lama tidak disukainya saat pertama kali datang.


"Ini hanya dua penyihir rendah yang tidak bisa dibandingkan dengan binatang roh ranah surga. Bagaimana mungkin aku tak bisa mengatasinya?" Reddish yang kesal tidak peduli dengan suasana hati lawan.


Zhongkui dan Yan Chan terkejut mengetahui merak merah yang cukup mencolok di samping Xiu Jimei bisa bicara. Tidak banyak binatang roh yang bisa berbicara di dunia ini, kecuali jika tingkatan binatang roh itu sendiri lebih tinggi. Setidaknya telah mencapai alam bawaan kultivasi, binatang roh ilahi atau binatang roh kuno.

__ADS_1


Jadi, merak merah roh itu jenis yang mana?


Awalnya Reddish mengira jika penyihir yang datang masih memiliki tingkatan yang lumayan. Tapi Zhongkui dan Yan Chan ini seperti seorang penipu, berpura-pura sangat kuat dan luar biasa. Apa lagi mencoreng nama seorang peramal. Apakah alam sekuler begitu berantakan sekarang?


__ADS_2