
Xiu Jimei serta yang lainnya menjelajahi kedalaman gua tempat tinggal beruang cokelat. Mereka menggunakan batu spiritual binatang roh yang mampu mengeluarkan cahaya sebagai penerangan sekitar.
Gua yang cukup besar dan luas itu ternyata juga menjadi sumber mata air segar yang bisa dikonsumsi. Mereka akhirnya tak perlu repot mencari air untuk memasak hari ini. Ada daun yang berserakan di dekat kolam mata air. Dan mereka akhirnya menemukan sebuah pohon yang cukup tinggi, memiliki buah merah api yang mengkilap.
Pada pandangan pertama, mereka mengira jika buah merah itu hanyalah ceri biasa. Tapi tampaknya tidak demikian. Belum lagi. Pohon ceri itu mengeluarkan aroma harum yang manis. Siapapun pasti tidak tahan untuk mencicipinya.
“Mungkinkah ini harta yang dimaksud oleh beruang cokelat itu?” Yan Yujie memetik salah satu buah ceri yang gemuk. Benar saja, aroma harumnya berasal dari buah ceri tersebut. “Bisakah kita memetiknya?”
“Tentu saja kita bisa memetiknya. Benar ‘kan, Xiao Mei?” Wang Xuyue melirik Xiu Jimei.
“Ya.” Xiu Jimei setuju.
Akhirnya mereka memetik semua buah ceri tanpa ada yang tersisa. Mereka ingin mencobanya dan penasaran dengan rasa ceri yang sangat harum tersebut. Tanpa ragu-ragu, mereka langsung memakannya tanpa ragu.
Kecuali Xiu Jimei yang terlihat santai saat makan ceri dengan dua kali gigitan untuk merasakan rasa buah ceri merah api tersebut. Awalnya mereka terlihat baik-baik saja, tersenyum setelah merasakan manisnya ceri menggoyang lidah. Tapi tak lama setelah itu, ekspresi mereka jadi terdistorsi.
Wajah Yan Yujie kemerahan dan air mata menggenang di pelupuk matanya. Tak lama setelah itu, dia berteriak panik.
"Ahh!! Pedas! Pedas sekali! Mulutku rasanya akan terbakar! Air, air! Aku butuh air!" Laki-laki itu segera menemukan sumber air di kolam. Tanpa ragu menampungnya dengan kedua telapak tangan dan meminumnya.
Yan Yujie minum begitu rakus namun rasa pedas di mulutnya tidak hilang. Yang lainnya juga sama. Mereka juga merasakan sensasi panas dan pedas setelah mengunyah ceri yang terasa manis dan harum. Namun mereka tidak menduga jika rasa pedas juga akan mengikuti.
Ekspresi mereka langsung beragam. Kecuali Xiu Jimei dan Xiu Jikai yang terlihat hanya mengerutkan kening. Xiu Jimei sendiri suka dengan makanan pedas sehingga pedasnya buah ceri merah api sama sekali tidak membuatnya kepedasan.
"Yah, ini memang pedas," gumam Xiu Jimei seraya memakan buah ceri kedua.
Walaupun rasanya sangat pedas seperti cabai tapi masih menyisakan rasa manis. Tanpa diduga, buah ceri api ini memiliki efek spiritual yang cukup membuat orang gemuk bahagia.
__ADS_1
Buah ceri merah api bisa membuat lemak di tubuh terbakar sehingga tubuh pasti akan kurus dalam waktu seminggu saja. Belum lagi, manfaat lainnya untuk mengeluarkan kotoran yang ada di tulang setiap kultivator. Manfaat buah ini hampir mirip dengan buah pencuci sumsum kelas atas.
Wang Xuyue serta yang lainnya minum air terlebih dahulu tapi rasa pedasnya masih ada sehingga Xiu Jimei menebak mereka pil khusus untuk meredakan rasa pedas.
Setelah sedikit lebih baik, Jia Lishan dan Kin Wenqian kompak meminta es pada Xuan Xing.
"Kenapa ada buah sepedas ini? Apakah ini benar-benar buah ceri atau cabai merah bulat?" tuduh Yan Yujie.
Jia Lishan dan Kin Wenqian sudah mengunyah es batu yang dibuat oleh Xuan Xing. Menyerahkan semua buah itu pada Xiu Jimei. Buah pedas seperti ini, hanya akan menjadi sampah ketika bersama mereka.
Setelah menggunduli pohon ceri tanpa tersisa buah, mereka kembali ke sisi beruang roh. Saat ini, aroma ikan bakar tercium. Rupanya, beruang roh itu sedang memanggang ikan untuk dirinya sendiri.
Ketika sekelompok manusia itu beruang roh tampak sedikit penasaran. Kenapa ekspresi semuanya menjadi sedikit aneh setelah kembali dari kedalaman gua?
"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanyanya.
Sebelum Wang Xuyue yang kepedasan menjawab, Xiu Jimei mewakili mereka. "Semuanya baik-baik aja saja. Kami menemukan harta itu dan akan pergi besok."
Wang Xuyue sendiri merasa aneh saat Xiu Jimei mengatakan demikian. Dia hanya ingin protes pada awalnya tapi Xiu Jimei tersenyum padanya dan menggelengkan kepala.
"Burung kolibri itu masih menatap kita?" gumamnya.
Lalu yang lainnya mengerti jika Xiu Jimei tidak ingin mengatakan yang sebenarnya di depan burung mata-mata yang ada tak jauh dari bibir gua, memantau mereka.
Lalu Xuan Xing bekerja sama dengannya. "Benar saja, buah ceri merah api itu sangat enak dan manis. Tidak heran jika cocok sebagai harta yang menyehatkan tubuh. Kaisar juga harus mencobanya juga bukan?"
Seraya menahan pedas di mulut, Jia Lishan dan Kin Wenqian mengangguk. "Benar," timpal keduanya.
__ADS_1
"Kalau begitu, mari kirim ke kaisar beberapa dulu untuk dicoba?" Jia Lishan menyarankan.
"Ide bagus." Xiu Jikai jarang bekerja sama dengan kenakalan mereka.
Akhirnya, Xiu Jimei meminta Tuit Tuit untuk mengantarkan dua buah ceri merah api pada Kaisar Alam Baka. Hutan ini mungkin dilindungi oleh array tapi Tuit Tuit bisa menembusnya. Lagi pula, sebagai binatang roh suci ilahi kuno, malu rasanya jika tidak bisa menembus penghalang kecil.
Tuit Tuit akhirnya pergi dengan menjepit dua tangkai buah ceri merah api di paruh kecilnya. Kaisar Alam Baka yang melihat semuanya dari burung mata-mata merasa senang. Dia tidak tahu jika Xiu Jimei diam-diam menyeringai saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana Kekaisaran Negeri Alam Baka, Kaisar Alam Baka gugup dan senang. Dia tidak menyangka jika kelompok Xiu Jimei masih akan mengingatnya saat menemukan harta yang dijaga oleh beruang roh Alam Baka.
Duduk dengan gelisah seraya menunggu burung jingga kemerahan, Kaisar Alam Baka minum secangkir lebih dulu. Dia pura-pura tidak memperhatikan apapun.
"Yang Mulia, apakah semuanya baik-baik saja? Aku merasa jika ada sesuatu yang buruk akan terjadi," kata kasim kepercayaannya.
"Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja. Benar kan, Tuan Wang?" Kaisar Alam Baka menatap Wang Zheming yang duduk tak jauh darinya.
"Yah, tidak apa-apa." Wang Zheming tidak menunjukkan kekurangan apapun. Jelas dia bisa melihat jika senyum Xiu Jimei sedikit misteri. Mana mungkin ada hal baik.
Dia sendiri melihat ekspresi putrinya yang terlihat seperti baru saja memakan makanan pedas. Dia yakin pasti ada hubungannya dengan ceri merah api itu. Tapi Wang Zheming tidak mau memberi tahu kaisar. Biarkan pemimpin negeri itu mencobanya sendiri akibat membohongi Xiu Jimei.
Meski Wang Zheming tidak peduli dengan hal kecil ini, dia sangat ingin tahu reaksi kaisar setelah memakan ceri merah api.
Tak lama, Tuit Tuit terbang memasuki istana dan bertengger di kepala Wang Zheming.
"Manusia, tuanku mengirim dua buah ceri yang manis ini untukmu untuk dicoba," kata Tuit Tuit pandai menipu.
__ADS_1
Wang Zheming mengambil dua buah ceri merah api itu dan berterima kasih padanya.
Kaisar tampak tidak sabar. "Cepat berikan padaku, biarkan aku mencoba nya!"