
Dewa Jodoh mengangguk. “Ya, gadis itu memiliki esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya. Bukankah itu menurun dari ibunya?”
“Benar juga …” Dewi Takdir akhirnya menghela napas. Sepertinya orang yang memiliki esensi delapan dewa-dewi sama sekali tidak bisa diketahui masa depannya.
Belum lagi, dia juga mendapatkan berita bahwa cermin langit milik Dewi Kecantikan telah hancur oleh gadis itu karena memaksanya untuk melihat sikap dan sifat asli Xiu Jimei.
Ini pembalasan.
Sebenarnya Dewi Takdir tidak suka dengan Dewi Kecantikan karena terlalu sombong dan merasa yang paling cantik di Alam Para Dewa ini sendiri.
Dewi Kecantikan mendengkus dan mengusir Dewa Jodoh. “Kembalilah ke istanamu, jangan sampai ada yang bergosip jika kamu sedang berkencan denganku hari ini,” katanya tidak peduli.
“…” Dewa Jodoh yang sudah seperti ayah dan kakek di mata anak muda itu hanya bisa pergi dengan sedih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Dunia Bawah.
Halaman Istana Putri Mo Yue
Xiu Jikai awalnya merasa sakit kepala setelah membujuk Mo Yue dan membiarkannya makan. Awalnya Mo Yue tidak mau makan jika ayahnya masih mau menjodohkannya dengan iblis lain. Dia hanya mau bersama dengan Xiu Jikai. Bahkan jika itu hanya menjadi selir, dia tidak akan menyesalinya.
Butuh sekitar satu jam untuk bisa membujuk Mo Yue agar tidak mengurung diri lagi dan tidak membuat Raja Kegelapan khawatir sepanjang waktu. Xiu Jikai hanya membuat alasan di hatinya jika Raja Kegelapan gelisah sepanjang waktu hanya karena memikirkan putri murahnya ini, bagaimana urusan Dunia Bawah bisa berjalan lancar?
“Kaisar, apakah kamu mau menjadikan Yue Yue selir?” tanya gadis bertelinga rubah merah itu seraya makan potongan paha ayam goreng. Dia suka makan daging.
Sudut mulut Xiu Jikai berkedut. “Jangan panggil aku ‘Kaisar’. Aku belum menjadi kaisar,” jawabnya.
“Tapi ….”
“Panggil dengan namaku saja di masa depan.” Xiu Jikai menyela.
“Kalau begitu aku akan memanggilmu Jikai di masa depan. Xiao Kai? Kai Kai? Kai’er?”
“…” Tidak, terima kasih. Panggil aku Jikai, pikir Xiu Jikai tidak berdaya.
“Aku akan memanggilmu Jikai.”
__ADS_1
Mo Yue menghela napas, dia suka memanggilnya seperti itu atau memanggilnya ‘Putra Mahkota’ karena berpikir jika Xiu Jikai akan menjadi kaisar iblis atau raja iblis di masa depan. Dia ingin menjadi salah satu selirnya dan berdiri di sampingnya di masa depan.
Xiu Jikai sangat tampan, temperamen dingin dan tidak banyak bicara. Selain itu memiliki tubuh bagus dan rambut putih keperakan saat berada dalam wujud ras iblisnya. Mo Yue jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Xiu Jikai di masa lalu.
Ayah Xiu Jikai adalah mantan kaisar iblis di masa lalu dan naik menjadi dewa iblis. Mo Yue tahu cerita tersebut dari ayahnya.
Ibu Xiu Jikai adalah manusia yang diberkati para dewa. Jika iblis dan manusia kultivator bisa menikah, Bisakah dia menikahi naga setengah manusia?
“Kamu masih muda saat ini, jangan terlalu memikirkan pernikahan. Aku akan bicara dengan ayahmu nanti,” kata Xiu Jikai membujuknya lagi.
Dia khawatir gadis rubah merah ekor sembilan ini marah dan berguling-guling di halaman dengan wujud binatang berbulunya. Dan nanti Xiu Jikai akan merasa seperti tuan yang baru saja menganiaya seekor rubah.
“Aku ingin menjadi selir Jikai,” kata Mo Yue kekanak-kanakan.
Tentu saja ini hanya di permukaan. Dia hanya ingin menciptakan putri lembut dan baik hati di depan Xiu Jikai, tapi tidak berani menggunakan kemampuan rubah untuk memikat hatinya. Jika dia melakukan itu, dia khawatir saudara kembar Xiu Jikai akan datang dan menguliti semua bulu rubahnya.
Xiu Jikai hanya bisa menahan napas untuk sementara waktu dan tidak berdaya lagi.
“Mari kita bicarakan di masa depan. Adikku saja belum menikah,” kata laki-laki itu.
“Oh, omong-omong, di mana Jimei?”
Mo Yue dan Xiu Jikai mengerutkan kening. Keduanya pergi ke halaman utama dan melihat ke kejauhan.
Asap hitam membumbung ke langit diiringi dengan suara lengkingan seekor ular hitam bercorak putih seperti sapi perah. Ular iblis raksasa itu memiliki tanduk kerbau di kepalanya, mata hitam dan tampaknya marah akan sesuatu.
Mo Yue mengenali ular itu. “Itu ular iblis hitam yang menjaga pohon durian iblis. Ada danau tak jauh dari sini dan ular itu tinggal di sana,” jelasnya. “Hari ini ular itu tampak marah. Sepertinya ada seseorang atau binatang roh lain yang melewati wilayahnya.”
Xiu Jikai merasa jika warna pada sisik ular itu sedikit tidak benar. “Bukankah kamu bilang itu ular hitam?”
“Ya.”
“Jadi sejak kapan dia mengubah corak tubuhnya?”
“…” Mo Yue juga tidak tahu, dia ingin tahu juga.
Jadi keduanya melihat lebih dekat ke tempat pertarungan.
__ADS_1
Di lokasi kejadian, air danau menimbulkan riak dan setengah tubuh ular iblis masih terendam air. Di tengah-tengah danau luas itu terdapat sebuah pohon durian hitam yang tengah berbuah lebat.
Ular hitam bertanduk kerbau itu sangat marah dan mencoba untuk menyerang manusia yang baru saja memetik buah durian hitam yang telah dia jaga selama seribu tahun.
“Manusia, beraninya memasuki wilayahku. Kamu pasti akan menjadi pupuk untuk pohon durianku!” Ular hitam bertanduk kerbau itu menyemprotkan bisa ularnya ke arah seorang gadis yang sedang memegang sebuah durian.
“Kamu juga berani mengecat tubuhku menjadi sapi jelek, tidak bisa dimaafkan,” imbuhnya.
Gadis yang dimaksudnya tak lain adalah Xiu Jimei yang baru saja memetik buah durian hitam tapi ketahuan oleh penunggunya. Xiu Jimei sama sekali tidak takut. Sebenarnya sejak awal, dia datang menyelinap ke danau untuk memancing ikan dan mencari domba iblis liar yang kemungkinan minum air.
Tapi siapa yang tahu, dia akan menemukan seekor ular iblis bertanduk kerbau sedang tidur melingkar di danau, mengelilingi sebuah pohon durian hitam yang memancarkan aroma aneh. Jadi Xiu Jimei mengubah strateginya.
Dia diam-diam mengecat tubuh ular iblis seperti corak sapi perah.
Ular iblis itu tambah kesal saat melihat Xiu Jimei beberapa kali menghindar dengan lincah sambil mencoba membelah durian.
“Manusia menyebalkan!” Ular iblis itu meliuk-liukkan kepala dan setengah badannya di udara.
“…” Xiu Jikai dan Mo Yue yang melihat ini merasa tidak bisa berkata-kata.
Akhirnya, ular iblis itu mengejar Xiu Jimei yang berputar-putar di danau. Tapi lama kelamaan ular itu juga akan lelah.
Xiu Jikai hanya bisa memijat pelipisnya. “Bukankah dia bilang ikut denganku untuk menangkap domba iblis? Kenapa malah bertemu ular iblis?” gumamnya.
Mo Yue sepertinya mendengar gumamannya. “Dia datang untuk menangkap domba?”
“Ya.”
“Bukankah itu dombanya?” Mo Yue sepertinya menunjuk ke satu sisi di mana ada banyak binatang bertanduk sedang makan rumput.
Xiu Jikai melihat ke arah di mana padang rumput kecil berada. “Apakah maksudmu binatang iblis bertanduk dan kurus itu?”
Jangan bercanda. Kenapa dia merasa jika sekumpulan binatang roh iblis di padang rumput itu botak dan kedinginan?
“Sepertinya baru saja dicukur.”
“…” Xiu Jikai menemukan tebakan kasar di hatinya.
__ADS_1
Adiknya baru saja mencukur bulu domba sebelum disembelih? Bukankah ini kekerasan terhadap binatang berbulu sebelum menemui ajal?