
Roh Bunga seperti seorang ibu yang penuh perhatian. Jika bukan karena gender nya sendiri, mungkin mereka semua curiga jika Roh Bunga adalah wanita. Pria berpakaian serba merah muda itu memeriksa keadaan Xiu Jimei dan akhirnya menghela napas.
“Anak Majikan, kamu sudah koma selama tujuh hari. Bagaimana perasaanmu?” tanyanya.
Xiu Jimei yang masih agak bingung akhirnya terkejut. “Tujuh hari? Kenapa begitu lama? Aku sepertinya hanya melewati beberapa jam saja,” jawabnya.
Bukan hanya Tuit Tuit dan Roh Bunga saja, tapi teman-temannya juga ada di sana. Saat Xiu Jimei melihat sekeliling, tampaknya banyak pepohonan dan tumbuhan yang hancur. Sudah tujuh hari, keadaan daratan alam sekuler tampaknya tidak terlalu baik.
“Lalu, bagaimana situasinya sekarang?” Dia justru menanyakan keadaan semua orang saat ini.
Xuan Xing yang sedang mengaduk bubur di panci pun menggelengkan kepala. “Tidak terlalu bagus, namun karena pasukan Alam para Dewa, pasukan Dunia Langit dan pasukan Istana Langit membantu, pasukan iblis Alam Neraka kewalahan.”
Selama tujuh hari terakhir, mereka membantu menstabilkan keadaan. Memang korban yang berjatuhan kali ini tidak sedikit. Pasukan kultivator alam sekuler saja sudah kehilangan ribuan pasukan dan beberapa kultivator hebat pun gugur. Namun untuk mempertahankan kedamaian di dunia ini, kemenangan seperti harga mati.
Berkat ini juga, wilayah klan penyihir dibersihkan sepenuhnya. Mereka berkolusi dengan Alam Neraka untuk menghancurkan ketenangan alam sekuler. Dikatakan Lu Zheng sendiri berhadapan dengan Dewa Perang secara langsung. Sayangnya mereka tidak melihat pertarungan itu.
Entah itu karena rahasia para dewa atau memang tidak bisa dilihat, setidaknya banyak tempat yang hancur. Kali ini alam sekuler membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan keadaan.
Xiu Jimei melewatkan semua pertarungan selama tujuh hari terakhir. Gadis itu kecewa dan menyesal. Kenapa dia harus koma sebelumnya dan tidak ikut serta dalam pertarungan? Tapi mengingat sosok wanita bernama Mye Ai yang ditemuinya di padang rumput, entah kenapa memancarkan rasa keakraban.
Saat ini, Ming Zise, Xiu Jikai serta Yan Yujie masih membantu yang lain untuk menyelesaikan kekacauan. Yan Yujie sendiri adalah raja hantu dan kekuatannya tidak kecil sehingga
"Jadi, semuanya telah berakhir saat aku koma?"
Semuanya mengangguk.
"..." Xiu Jimei benar-benar ingin mengeluh pada para dewa. Kenapa dia tidak memiliki bagian dalam pertempuran?
Wang Xuyue telah selesai mengelus Cip Cip dan mencuci tangan sebelum makan bubur yang disajikan Xuan Xing.
__ADS_1
"Xiaomei, ayo makan bubur ayam dulu. Kamu telah koma selama tujuh hari, pasti lapar bukan?" Wang Xuyue segera menyeretnya untuk di sampingnya.
Sebenarnya, bubur ayam yang dimasak mereka merupakan resep Roh Bunga. Cita rasanya sama dengan bubur ayam yang ada di zaman modern. Lagi pula, semuanya merupakan resep yang diajarkan Fu Chan Yin pada Roh Bunga.
Aroma bubur yang begitu harum menyebar hingga ke luar array pelindung spiritual. Ye Jue yang sudah lama tidak muncul semenjak Xiu Jimei pingsan tiba-tiba saja menunjukkan diri di luar array pelindung.
"Makanan apa ini? Kenapa begitu harum?" tanyanya dengan nada lembut dan penuh godaan.
Semuanya menoleh ke arah suara dan mendapati seorang pria tampak berwajah putih. Xiu Jimei mengenalnya. Dan dia masih ingat bahwa pria itu berjanji akan membuatkan dia permen susu.
Ye Jue tahu ada array pelindung di depannya. Tapi dia tidak tahu untuk menerobos. Sayangnya tidak semudah itu. Setelah menyentuh array, dia justru sedikit terpental dan wajahnya kesakitan setelah menerima efek perlawan array pelindung.
"Ohh!" Ye Jue sedikit terkejut dan mau tidak mau menyentuh array dengan ekspresi luar biasa. Kemudian dia teringat seseorang. "Apakah Ming Zise yang membuat array ini?" tanyanya kesal.
"Jika tahu, tidak ada gunanya bertanya," kata Xuan Xing acuh tak acuh. Dia tidak peduli dengan identitas pihak lain. Lagi pula, Ye Jue terlihat rendah hati dan tidak berbahaya.
Ye Jue tersenyum lembut saat melihat Xuan Xing menatapnya dengan tidak suka. "Gadis cantik itu benar," ucapnya.
Selama dia mengenal Ye Jue ketika dibawa ke istana klan penyihir, sepertinya tidak pernah mengatakan sesuatu yang begitu menggoda. Bahkan pada Lin Yue pun tidak pernah. Sekarang apa yang terjadi dengan pria itu? Apakah dia dirangsang sesuatu sebelumnya?
Segara jenis pertanyaan melintas di benak Xiu Jimei. Namun untungnya tidak ada yang memperhatikannya.
Ye Jue yang tahu array pelindung dibuat oleh Ming Zise, akhirnya menerobos masuk dengan cara lain. Kali ini dia tidak banyak berkomentar dan duduk di antara mereka.
"Apakah ini yang namanya bubur ayam?" tanya Ye Jue saat menerima semangkuk bubur ayam yang disajikan oleh Xuan Xing.
"Apakah kamu tidak pernah memakannya?"
"Oh, tidak pernah. Aku sibuk."
__ADS_1
Ye Jue tidak berbohong, dia memang sibuk dengan pekerjaannya. Lagi pula sebagai seorang dewa, ia jarang memakan sesuatu yang dimakan kultivator atua manusia alam sekuler.
Meski di Alam Para Dewa juga ada banyak jenis makanan yang disajikan, namun tidak semua dewa suka makan. Selain berkultivasi, kebanyakan waktu dihabiskan untuk menyeleksi tugas masing-masing.
Dulu Ming Zise memiliki wewenang di Alam Para Dewa dan hampir memerintah semua dewa untuk menyelesaikan tugas. Namun semenjak Ming Zise berhenti dari posisi tersebut, Dewa Pencipta Alam Para Dewa mengambil alih semuanya.
Ye Jue mengambil suapan pertamanya. Tekstur bubur yang lembut dan rasanya gurih langsung menggoyang lidah nya. Belum lagi dengan berbagai toping yang enak dan gurih, rasanya lebih enak lagi.
Untuk pertama kalinya Ye Jue makan bubur ayam. Rasanya ternyata sangat enak.
"Cobalah dengan sambal, rasa pedasnya lebih enak," kata Wang Xuyue.
"Aku tidak terlalu suka makanan pedas." Ye Jue menggeleng kepala.
Semua orang menghabiskan semangkuk bubur dengan tenang. Cuaca di alam sekuler saat ini tidak lagi hujan seperti sebelumnya. Tidak ada kabut atau awan gelap. Semuanya tampak normal.
Setelah sarapan, mereka menunggu yang lainnya kembali.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Ye Jue melihat Xiu Jimei siuman semenjak koma.
"Tidak apa-apa. Hanya sedikit lelah."
"Kalau begitu istirahatlah. Jangan khawatir sisanya. Mereka semua bisa mengatasinya."
"Lalu kenapa kamu tidak ikut berpartisipasi?"
Ye Jue terbatuk ringan. "Ini bukan tugasku. Tugasku jelas untuk membawa kembali di orang-orang ke jalan dewa," bisiknya. Dia hanya memberi hal ini pada Xiu Jimei saja.
"Jadi, berapa banyak anak buah yang kamu panen kali ini?"
__ADS_1
"... " Ye Jue penuh kekesalan dan akhirnya hanya bisa diam. Artinya jelas, tidak ada ada satupun yang berhasil.
Tapi sebagai Dewa Welas Asih, Ye Jue tidak akan membiarkan orang-orang jatuh ke dalam jurang yang gelap. Sebelum mereka benar-benar menghitam, maka ia harus menyelamatkan hati mereka lebih dulu.