
Dewa Binatang meliriknya. "Itu karena—" tiba-tiba saja dia membelalakkan mata bulat kecilnya yang indah. "Aku lupa, semua ini gara-gara bintang phoenix tuan Ming. Dia membuatku menjadi burung merak permanen saat ini. Dia padahal berjanji untuk mencabut doanya lagi."
"Apakah kamu memprovokasi dia?" Dewa Hakim mencoba untuk memastikan apakah Dewa Binatang berbohong atau tidak.
"Itu ..." Kali ini Dewa Binatang langsung menciutkan leher panjangnya dan menatap Dewa Hakim sedikit takut.
Sebelum dia bisa bicara dan mencari alasan, tanpa diduga Dewa Obat yang menyimak sedikit langsung buka suara.
"Dia sedikit membuat gadis itu tidak bahagia dan tanpa sadar gadis itu mengucapkan beberapa kata."
"Oh, ternyata seperti itu," gumam yang lain. Mereka segera bersimpati dengan Dewa Binatang.
Pasti sangat nyaman bagi Dewa Binatang berada dalam waktu merak sepanjang waktu. Untuk masalah itu, Dewa Pencipta Dunia Langit sedikit memiliki kesan. Mungkin dia harus memberitahu Xiu Jimei. Siapa tahu saja gadis itu lupa tentang Dewa Binatang yang masih dalam berwujud meraknya.
Dewa Obat merasa aneh saat ini. “Tapi bukankah kamu sudah mengembalikan wujud manusiamu sebelumnya? Kenapa ini masih menjadi merak?” tanyanya seraya memandang merak biru curiga.
“Tentu saja … tapi ternyata tidak bertahan lama. Saat aku tertidur lagi, aku sudah menjadi merak lagi dan kepala pelayanku tidak berdaya saat itu. Kupikir karena aku kelelahan. Namun siapa yang tahu wujudku tidak kembali ….”
Dewa Binatang mengira jika Xiu Jimei sedang membohonginya saat ini. Jika tidak, bagaimana bisa dia kembali ke wujud meraknya tanpa bisa mengubah wujudnya. Jika terus seperti ini, dia akan mati dengan penuh penyesalan.
Untungnya Dewa Jodoh memiliki sedikit hubungan dengan Ming Zise sehingga dia bisa mengirim pesan dan menceritakan apa yang terjadi pada Dewa Binatang saat ini. Tapi Dewa Binatang ingin pergi sendiri ke Dunia Langit untuk melihat-lihat suasana di sana.
__ADS_1
Saat Dewa Binatang berencana untuk pergi menemui Xiu Jimei secara pribadi, Yuu berbinar. “Kamu benar-benar akan pergi ke sana? Aku juga ingin pergi,” katanya.
Sebelum Dewa Binatang mengatakan sesuatu, Dewa Pencipta Alam Para Dewa langsung tidak setuju. “Kamu tidak bisa pergi.”
Yuu sudah kesal dengan semua batasan yang ada pada dirinya saat ini dan menatap Dewa pencipta Alam Para Dewa seperti anak kecil yang tidak diizinkan bermain dengan teman-temannya secara acak.
“Kenapa kamu selalu melarangku? Aku juga bisa pergi jika dia bisa,” teriak Yuu polos.
“Ingat identitasmu saja saat ini. Pantaskah untuk meninggalkan Alam Para Dewa?”
“…” Sebagai pohon keabadian, Yuu juga tahu bahwa meninggalkan Alam Para Dewa sangat berbahaya.
Ketika meninggalkan Alam Para Dewa, kemampuan Yuu akan ditekan setengahnya. Tak terkecuali untuk dewa-dewi lain yang meninggalkan Alam Para Dewa. Tapi jika pergi ke Alam Neraka tidak akan terpengaruh sama sekali. Mungkin karena sama-sama alam abadi tingkat tinggi.
“Tidak bisakah aku pergi sebentar? Lagi pula bukankah Xiu Jimei dan Ming Zise ada di sana saat ini?”
Kali ini Dewa Jodoh ingat sesuatu. “Apakah tuan Ming dan gadis itu tidak ada di Alam Para Dewa sekarang? Bukankah keduanya tinggal di Istana Minglan?”
Bahkan sekarang Ming Zise tidak datang dalam pertemuan singkat.
“Tiga ras hantu mengacaukan Dunia Langit saat ini dan Ning Siyu masih berpartisipasi di dalamnya,” jawab Han Yuye.
__ADS_1
Yuu mencibir. “Berarti tepat bagiku untuk datang ke sana dan mengecek situasinya.”
“…” Han Yuye menatap Yuu dan berpikir jika dirinyalah yang tepat untuk datang ke sana. Sebenarnya siapa yang menciptakan Dunia Langit dulu, bukankah dirinya sendiri. Jadi kenapa Yuu yang harus pergi?
Dewa Pencipta Alam Para Dewa mengerutkan kening. Dia menatap Yuu selama beberapa saat dan mulai berbicara lagi.
“Jika aku tidak mengizinkanmu pergi, apakah kamu akan diam-diam pergi?”
“Tentu saja, tidak buruk untuk melarikan diri dari pandanganmu.” Yuu menjawab penuh percaya diri.
“…” Kalau begitu Dewa Pencipta Alam Para Dewa tidak memiliki kata-kata lain untuk melarangnya pergi. Lebih aman pergi dengan Dewa Binatang ke sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ning Siyu yang melarikan diri kini tiba di Alam Neraka dengan tubuh kesakitan. Wajahnya menjadi lebih keriput daripada sebelumnya. Rambutnya juga memutih sedikit. Dia benci dengan keadaannya saat ini.
Walaupun Ning Siyu sudah ribuan tahun hidup tapi dengan kultivasi, tubuhnya selalu awet muda serta penuh vitalitas. Dia juga ratu Alam Neraka yang cantik walaupun memiliki tanduk yang tak bisa dihilangkan.
Hanya dengan berpura-pura menjadi dewi untuk mendekati Ming Zise, dia rela menghilangkan dendam masa lalunya.
Tapi sekarang Alam Para Dewa tahu dia adalah ratu Alam Neraka. Belum lagi Ming Zise tidak menyukainya. Ning Siyu bahkan lebih membenci di hatinya.
__ADS_1
"Jika bukan karena Xiu Jimei, aku pasti tidak akan bernasib seperti ini!" geramnya. Sorot matanya dipenuhi aura membunuh.