
Xiu Jichen sudah lama tidak pergi ke Alam Para Dewa akhir-akhir ini. Dia menghabiskan banyak waktu dengan istrinya mengelilingi Dunia Langit dan pergi ke berbagai tempat lainnya untuk bersenang-senang.
Tapi siapa yang tahu jika Dewi Kecantikan adalah mata-mata Alam Neraka.
Xiu Jikai bercerita jika Ning Siyu menginginkan esensi delapan dewa-dewi. Dan kali ini pasti tidak akan lepas dari masalah ini lagi.
Fu Chan Yin merasa tertekan. "Esensi delapan dewa-dewi ini sombong dan tidak akan cocok dengan kultivator Alam Neraka. Ning Siyu menginginkan esensi ini, bukankah itu cari mati?"
"Benar!" Xiu Jimei mengangguk. "Aku sengaja memperlihatkan esensi delapan dewa-dewi pada Ning Siyu dan membiarkan dia menyerapnya sendiri. Tapi dia malah terbakar. Saat itulah wajah aslinya mulai terlihat."
"Bagus. Mei'er tidak perlu khawatir tentang ini. Esensi delapan dewa-dewi tidak tertandingi di dunia. Ayahmu bahkan harus memeras keringat saat itu juga."
"..." Xiu Jichen tersenyum canggung. Karena dia mungkin mantan Dewa Iblis yang membudidayakan kultivasi kegelapan. Tentu saja esensi delapan dewa-dewi tidak akan senang.
Namun Ming Zise berbeda. Esensi delapan dewa-dewi seperti aura terlezat yang bisa dicicipinya. Karena itulah saat ini Xiu Jichen sangat cemburu pada Ming Zise.
"Mei'er bertarung dengan naga ungu sebelumnya. Untungnya tidak terjadi apa-apa. Jika sesuatu tejadi, Ayah akan meratakan setengah tanah Alam Neraka," ucap Xiu Jichen sombong.
"Bisakah Ayah melakukannya?"
"Tentu saja. Ayah hanya enggan untuk menunjukkan kekuatan."
"Harusnya Ming Ming juga bisa bukan? Bukankah Ming Ming adalah mantan dewa tertinggi?" Xiu Jimei menyipitkan mata.
Xiu Jichen merasa jika rasa teh tidak lagi enak di mulutnya. "Meski kedudukan Ayah lebih rendah daripada Ming Zise, tapi kekuatan kami tidak beda jauh. Ayah memilih untuk pensiun dan menjadi Kaisar Iblis waktu itu dan memimpin Dunia Bawah wilayah kegelapan. Jika ayah masih di Alam Para Dewa, statusku dan Ming Zise setara."
Ia mendengkus. Kenapa putrinya begitu suka mencubit hatinya? Apakah dia lebih lemah daripada Ming Zise? Tentu saja tidak.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan saat ini?" Bai Huazhi akhirnya kembali pada topik.
"Aku akan pergi ke Alam Para Dewa untuk mencari tahu. Dewa Iblis yang sekarang seharusnya bisa lebih diandalkan," jawabnya.
"Ayah, aku ingin ikut denganmu." Xiu Jikai mengajukan diri.
"Tidak masalah. Sudah waktunya bagimu untuk melihat dunia." Xiu Jichen tidak menolak. "Kita akan pergi setelah pertunangan adikmu selesai. Ming Zise tidak bisa mempermalukan keluarga mu. Dia harus memberikan hadiah yang murah hati."
__ADS_1
Lagi-lagi Xiu Jimei memerah ketika membicarakan masalah pertunangan.
Ming Zise akan datang dalam beberapa hari lagi. Xiu Jimei hanya bisa menunggu. Tapi bukan berarti Ming Zise tidak datang saat ini. Faktanya, Ming Zise datang saat Xiu Jimei mempersiapkan barbeque.
Fu Chan Yin juga kangen barbeque. Saat masih pacaran dengan Xiu Jichen, dia juga suka makan. Kali ini hobi makan itu menular pada putrinya. Dia tentunya sangat senang.
"Lain kali, kita akan barbeque di rumah keluarga besar kakekmu. Paman, bibi dan sepupu-sepupumu pasti senang." Fu Chan Yin mengelus kepala putrinya.
Saat ini, kedatangan Ming Zise membuat Xiu Jichen memiliki sedikit permusuhan. Jika bukan Fu Chan Yin yang membujuknya, mungkin keduanya akan adu mulut sejak lama.
"Guru," sapa Xiu Jimei.
Ming Zise tersenyum. "Mei'er masih memanggil ku Guru? Bukan Ming Ming?"
Ujian bakat spiritual gabungan sudah selesai dan Ming Zise bukan lagi guru pendamping kali ini. Dia menggunakan identitas mantan dewanya.
"Yah, Ming Ming," rapat Xiu Jimei.
"..." Xiu Jichen yang melihat interaksi keduanya tidak memiliki wajah yang baik. Dia menggertakkan gigi, ingin menegurnya.
"Jika kamu berani membuat masalah dengan calon menantuku, tidur di luar malam ini!"
Xiu Jichen ingin muntah darah. Istrinya juga terpesona oleh mantan dewa sialan itu.
Malam itu, segalanya menjadi suram di mata Xiu Jichen ....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian, Ming Zise benar-benar datang dengan kerta kuda yang membawa banyak kotak hadiah pertunangan. Karena Ming Zise bukan dari Dunia Langit, dia harus pergi ke Istana Kekaisaran Langit untuk meminta izin.
Salah seorang kasim datang sambil membaca semua hadiah pertunangan yang diberikan Ming Zise untuk Xiu Jimei.
Ketika masyarakat sekitar tahu bahwa Xiu Jimei, kultivator berbakat di Dunia Langit baru saja bertunangan, semua pria patah hati. Tapi saat tahu bahwa pria yang menjadi tunangan Xiu Jimei adalah Ming Zise yang pernah menjadi guru pendamping ujian, mereka lebih iri.
Ming Zise sangat tampan. Kekuatannya tidak bisa diukur saat ini. Jadi tidak ada yang tahu seberapa kuat Ming Zise.
__ADS_1
Hanya saja melihat dari rambut putih keperakannya, mereka seharusnya bisa menebak jika identitas Ming Zise bukan bangsawan biasa. Konon, orang yang memiliki warna rambut selain hitam merupakan kultivator misterius di dunia.
Hadiah pertunangan setidaknya ads puluhan kotak besar. Pelayan kebingungan harus menaruhnya di mana lagi. Gudang penyimpanan harta tidak akan muat untuk menyimpan semuanya.
Mau tidak mau, Xiu Jichen harus membuka ruangan lain untuk menyimpan hadiah pertunangan sementara. Xiu Jimei tidak bisa menyimpan semuanya di ruang spiritual bawaan sebelum pernikahan tiba. Ini adalah aturannya.
Setelah mengambil hadiah pertunangan, Xiu Jimei ikut dengan Ming Zise untuk jalan-jalan. Keduanya berada di kereta kuda yang tidak terlalu mencolok tapi di dalamnya sangat nyaman.
Ada bantal empuk dan juga kasur lantai yang lembut. Xiu Jimei bisa berbaring dengan nyaman di sampingnya.
"Mei'er, aku sangat senang hari ini karena bertunangan denganmu," ujar Ming Zise. Dia memeluknya.
"Aku juga." Xiu Jimei terbiasa menghirup parfum di tubuh Ming Zise. "Ming Ming, jangan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi," katanya.
"Tidak akan ada hari seperti itu!" Ming Zise menegaskan.
"Ke mana kita akan pergi?" tanya gadis itu.
"Mari pergi ke pemandian air panas yang ada di salah satu penginapan. Aku sudah meminta Wuming untuk menyewa penginapan selama sehari," katanya.
"Menyewa satu penginapan? Bukankah berlebihan?"
"Tidak berlebihan. Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Mei'er," bisiknya.
Xiu Jimei pura-pura tidak mendengar.
Tak lama kemudian keduanya tiba di penginapan yang dimaksud. Ming Zise dan Xiu Jimwi disambut dengan baik oleh pemilik penginapan. Rahasia ini tentunya dipastikan tidak akan bocor.
Ming Zise telah membayar banyak yang untuk menyewa penginapan. Jadi pihak penginapan juga murah hati untuk keduanya.
Ada dua kolam pemandian air panas besar di penginapan tersebut. Biasanya digunakan untuk pria dan wanita secara terpisah. Keduanya berendam bersama sambil membicarakan banyak hal.
Tapi Ming Zise tidak akan jujur hari ini. Dia memiliki pemikirannya sendiri. Ketika dia menekan gadis itu ke dinding kolam, ciuman berapi-api langsung menyerangnya.
Untuk sementara waktu, Xiu Jimei tidak siap dan wajahnya memerah. Di saat akan kehabisan banyak napas, Ming Zise melepaskan tautan bibit keduanya. Lalu dia beralih untuk mencium lehernya.
__ADS_1
"Ming Ming ..." Xiu Jimei merasakan sesuatu menonjol di bawah tubuhnya. Wajahnya langsung merona parah.