
Xiu Jimei keluar dari lubang ledakan dan terbatuk ringan. Ledakan tadi cukup membuatnya terkejut hingga hampir saja terpental ke sisi lain. Jika bukan karena Kecepatannya untuk menahan tubuhnya tidak dilempar oleh ledakan, mungkin tubuhnya terluka lebih parah.
Karena tungku alkimia meledak, puing-puingnya berceceran di mana-mana. Setelah asap ledakan perlahan menghilang, keduanya melihat cahaya putih keemasan melayang di tengah-tengah lubang ledakan, tempat di mana tungku alkimia berada sebelumnya.
Pil putih keemasan itu tidak berbeda jauh dengan pil biasa, permukaannya mengkilap, menguarkan aroma harum yang memabukkan. Bukan hanya itu, tapi energi spiritual yang terpancar dari pil tersebut lebih kaya berkali-kali lipat dari pil kelas Dunia Langit, Istana Langit bahkan Alam Para Dewa sekalipun.
“Pil itu tidak hancur, ini benar-benar kejadian langka. Biasanya jika tungku meledak, pil yang dihasilkan juga akan ikut hancur.” Roh Bunga hampir pusing dengan penemuan baru ini.
Itu artinya bukan ledakan yang mengakibatkan pil hancur, melainkan kandungan herbal yang tidak cukup?
Roh Bunga ingin mengambil pil tersebut untuk melihatnya lebih jelas, tapi anehnya, pil putih keemasan itu menghindarinya dengan sengaja. Roh Bunga terkejut dan wajahnya lebih hitam. Ia mencoba untuk mengambil pil itu tapi tetap saja tidak biasa. Pil tersebut tampaknya memiliki kesadarannya tersendiri.
“Bagaimana bisa ini terjadi?” Roh Bunga kesal.
Tapi ketika Xiu Jimei yang mengulurkan tangan, pil itu langsung melayang dan mendarat di telapak tangannya. Total ada lima pil putih keemasan yang dihasilkan. Kualitas kelima pil sama dan tidak ada kotoran sisa penyaringan herbal sama sekali. Biasa dianggap pil murni dengan kualitas penilaian seratus persen.
“…” Roh Bunga yang tidak disukai oleh pil itu akhirnya hanya bisa menunjukkan tatapan sedih.
Kelima pil putih keemasan di tangan Xiu Jimei terus menerus memancarkan cahaya keemasan. Ini merupakan sesuatu yang jarang terjadi.
Xiu Jimei tidak tahu apa fungsi dari pil tersebut. Dia hanya tahu jika pil yang dibuatnya merupakan salah satu obat yang baik untuk kultivator.
"Pinky, apakah kamu tahu pil jenis apa ini?" tanyanya.
Roh bunga menggelengkan kepala. "Anak Majikan, pil seperti ini, aku belum pernah melihatnya. Mungkin kamu harus bertanya pada orang yang lebih mengerti tentang fungsi tanaman herbal Alam Para Dewa."
Roh Bunga bukannya tidak tahu tentang obat-obatan, tapi dia memang tidak tahu fungsi pastinya dari pil yang dibuat oleh Xiu Jimei. Gadis itu hanya bisa pergi menemui Ming Zise atau Dewa Obat jika ingin tahu kegunaan pil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Alam Para Dewa, Ming Zise sangat nyaman berbaring menyamping di kursi malas seraya menopang kepalanya. Dia melihat apa yang dilakukan Xiu Jimei dan Roh Bunga melalui bola kristal spiritual. Mulai dari menyiapkan bahan hingga tungku alkimia meledak.
__ADS_1
Sekilas, Ming Zise khawatir dengan keselamatannya. Tapi setelah melihat gadis itu baik-baik saja, dia merasa lega.
Ming Zise tidak menonton sendirian. Dia bersama ular putih Yamla yang ada di atas punggung kursi malas. Ular putih kecil itu berteriak ketika tungku alkimia meledak sebelumnya.
"Tuan, apa pil yang dibuat sang putri sebenarnya? Kenapa pil itu mengeluarkan cahaya?" Yamla bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.
Ming Zise menyipitkan mata. "Masalah ini, kemungkinan besar Dewa Obat sedang gelisah sekarang ...."
Bukannya Ming Zise tidak tahu pil roh yang dibuat Xiu Jimei. Hanya saja dia bingung saat ini. Gadis itu mampu membuat pil roh dewa. Tanaman herbal roh dewa dicampur dengan esensi delapan dewa-dewi serta air roh dari ruang spiritual bawaan Xiu Jimei. Lalu melahirkan sebuah pil baru.
Ming Zise khawatir jika Dewa Obat akan mengejar gadis itu untuk meminta pilnya. Bukannya Dewa Obat tidak bisa membuat pil tersebut, tapi tanpa adanya esensi delapan dewa-dewi, pil putih keemasan seperti yang dibuat Xiu Jimei hanya bisa dikatakan setengah sempurna.
Memikirkan bintang phoenix nya yang sangat luar biasa, Ming Zise sakit kepala. Apa yang harus dia lakukan untuk tunangan yang sangat biasa ini? Dia tak bisa menahannya di istana setelah menikah di masa depan bukan?
Di saat Ming Zise merasa pusing untuk memikirkan masa depan, Wuming tiba-tiba saja datang dengan gerak-gerik kekhawatiran.
"Wuming, apa yang terjadi?" Yamla tak bisa menahan diri untuk bertanya.
"Apa katamu?!" Yamla berteriak lagi hingga Ming Zise tidak tahan dengan kebisingannya. Yamla dilempar ke luar jendela oleh pria itu. Ular itu berteriak tidak terima.
Ming Zise mendapatkan kembali ketenangannya. "Aku akan pergi menyusulnya." Dia bangkit dan bersiap untuk pergi.
"Ini ... Apakah ada sesuatu yang terjadi di Dunia Langit?" tanya Wuming ragu-ragu.
"Seharusnya masih ada hubungannya dengan bintang phoenix ku."
"Ah? Apa yang dilakukan putri Xiu?" Wuming bahan belum mengerti.
"Tanya Yamla." Ming Zise malas untuk memberitahu nya. Dia segera menghilang dari pandangan Wuming.
Tak lama, Yamla yang telah dilempar ke luar jendela dan nyangkut di pohon, akhirnya berhasil memanjat jendela. Dia masih mengeluh.
__ADS_1
"Tuan tidak menginginkanku lagi hingga aku dibuang dengan cara yang jelek," ujar Yamla. Kemudian dia melihat Wuming berjalan ke arahnya dengan tatapan menyelidik.
"..." Apakah dia menyinggung Wuming saat ini? Yamla bingung.
Wuming meraih ular putih kecil itu. "Apa yang terjadi dengan putri Xiu hingga Dewa Obat terlibat?"
"Hah? Oh ... Sebenarnya ..." Yamla menceritakan apa yang terjadi saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Dunia Langit, Xiu Jimei meminta Roh Bunga untuk membereskan kekacauan di yang dibuatnya. Bahkan saat Xiu Jikai datang, ekspresinya tidak senang.
"Mei'er, apa yang terjadi di sini? Apakah kamu terluka?" Xiu Jikai melihat adiknya penuh dengan jelaga, menurutnya kotor.
"Aku tidak terluka." Xiu Jimei menghela napas. "Kakak, coba lihat ini." Ia menunjukkan botol kaca berisi lima pil putih keemasan.
"Apakah kamu berhasil membuatnya?" Xiu Jikai sedikit terkejut.
"Ya. Bagaimana menurutmu?"
"Bagus. Adikku selalu berhasil." Xiu Jikai tersenyum. Tiba-tiba saja senyumnya memudar dan tergantikan dengan ekspresi serius.
Dari langit, ia melihat sebuah cahaya yang turun dengan cepat menuju ke arah mereka. Xiu Jikai sangat waspada. Khawatir ada musuh yang akan menyerang adiknya. Xiu Jimei tidak khawatir atau waspada sama sekali. Ia tampak tidak peduli. Dengan kakaknya di sini, apa yang harus dia khawatirkan?
Ketika bola cahaya yang melesat semakin mendekat dan hampir saja menyentuh tanah, Xiu Jikai langsung menyerangnya dengan kejam. Tanpa diduga, dari bola cahaya tersebut langsung terbentuk sosok Dewa Obat.
Dewa Obat terkejut dan menghindar dengan tenang lalu tersenyum pada Xiu Jikai.
"Nak, kemampuanmu tidak buruk. Dunia Iblis akan kembali berjaya di masa depan jika memiliki raja sepertimu," ujarnya. Ia sama sekali tidak marah dengan serangan Xiu Jikai.
"Dewa Obat?" Xiu Jikai menaikkan sebelah alisnya. "Apa yang dilakukan dewa tua sepertimu di sini?" tanyanya tidak senang.
__ADS_1
"Oh, tentu saja aku datang untuk—" Perkataan Dewa Obat terhenti saat melihat sosok Xiu Jimei sudah tidak ada di tempat. Ia membelalakkan mata. "Gadis bau (nakal), jangan kabur!!" teriaknya.