
Cermin langit yang dirangsang oleh kekuatan Ning Siyu secara alami langsung menangkap bayangan Xiu Jimei di pantulan cermin. Li berusaha untuk melihat penampilan dari sifat aslinya.
Xiu Jimei sedikit tidak nyaman. Dia merasa ada sesuatu yang mencoba untuk mengosongkan pikirannya.
Namun sebelum itu terjadi, esensi delapan dewa-dewi di tubuh Xiu Jimei pecah dan menampar fluktuasi energi spiritual di sekitar cermin langit. Gadis itu diselimuti cahaya keemasan yang hangat dan penuh energi spiritual murni tak terbatas.
Bahkan saat esensi delapan dewa-dewi ini menyelimuti tubuh Xiu Jimei, energi spiritual yang terkandung di alam sekuler justru tampak terisap sedikit demi sedikit ke tubuhnya.
Xiu Jimei tidak terkejut dengan perusahaan ini dan selalu tahu jika esensi delapan dewa-dewi akan menghancurkan segala jenis energi spiritual apapun yang bersifat menyakiti tubuhnya.
Ning Siyu terkena dampak penyerangan esensi delapan dewa-dewi pada cermin langit. Mau tidak mau muntah darah.
"Bagaimana mungkin??!" teriaknya sambil menahan rasa sakit di dadanya.
Dia membelalakkan mata pada Xiu Jimei. Wajahnya pucat. Ada rasa takut yang tak terbayangkan di hatinya. Ini ... Esensi delapan dewa-dewi?
Bagaimana bisa ada di tubuh gadis itu? Ning Siyu bahkan lebih cemburu dan tidak rela.
"Kamu!" Ning Siyu muntah darah langit.
Cermin langit tak bisa menahan kekuatan sejati esensi delapan dewa-dewi. Pada akhirnya retak dan pecah begitu saja hingga ular putih raksasa sedikit gemetar.
Aura roh dewa pecah di alam sekuler dan bertabrakan dengan esensi delapan dewa-dewi. Pasti akan menciptakan ledakan yang besar.
Namun perkiraan Yamla salah. Xiu Jimei menarik kembali esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya agar lebih tenang.
Suasana kembali seperti semula dan energi spiritual di udara sedikit lebih kaya.
"Oh, sayang sekali pecah. Padahal itu cermin yang bagus." Xiu Jimei melihat bingkai cermin langit yang indah pun agak tidak berdaya.
Ning Siyu berwajah pucat dan kini hanya memiliki satu pemikiran ... Xiu Jimei tidak lemah! Bahkan mungkin mampu pergi ke Alam Para Dewa dan bisa menjadi sosok yang dikagumi di sana.
Tidak bisa! Dia tidak bisa membiarkan penghuni Alam Para Dewa tahu jika bintang phoenix Ming Zise adalah pewaris esensi delapan dewa-dewi.
__ADS_1
Kenapa gadis itu tidak beruntung?
Tak lama setelah itu, sosok Ming Zise muncul di belakang Xiu Jimei. Bertambah pucat lah wajah Ning Siyu.
"Zi-zise ..." Ning Siyu tidak menduga jika Ming Zise akan muncul begitu cepat.
"Sepertinya dewi kecantikan terlalu bebas akhir-akhir ini. Aku akan minta dewa pencipta Alam Para Dewa untuk memberimu tugas untuk menyibukkan diri." Ming Zise berkata dengan dingin. "Bahkan masih memiliki waktu untuk merencanakan hal buruk, termasuk tentang Yamla, salah satu orang kepercayaan ku. Ning Siyu, aku meremehkan kelicikan mu."
"Tidak, Zise. Aku tidak bermaksud seperti ini," kata Ning Siyu. Mungkinkah yang melepaskan Yamla dari segelnya itu adalah perbuatan Ming Zise?
"Ning Siyu, ini adalah Xiu Jimei, orang ku. Jangan berani untuk menyentuhnya di masa depan jika kamu masih suka duduk di istana kecantikan."
Ning Siyu diancam dengan posisinya, mau tidak mau menggigit bibir bawahnya. Dia menatap Xiu Jimei dengan ketidaksukaan tapi tidak berkata apa-apa lagi. Pada akhirnya, Ning Siyu pergi menunggangi angsa putih yang mengucapkan selamat tinggal padanya.
Setelah Ning Siyu kembali Alam Para Dewa tanpa mengucapkan beberapa patah kata lagi, Xiu Jimei masih terkejut mendapati Ming Zise di sini.
"Guru pergi ke mana sebelumnya? Aku mencari Guru sejak tadi."
"Tidak apa-apa. Hanya saja kelompok yang lain tidak akan langsung datang ke kota alam sekuler. Pengawas ujian di alam sekuler sudah menunggu kita di perbatasan hutan. Mereka ingin kita langsung melakukan penilaian di tempat," jelasnya.
"Kalau begitu kita bisa pergi."
Ming Zise mengerutkan kening. Tampaknya ada sesuatu di kota alam sekuler saat ini hingga penilaian ujian dilakukan langsung di perbatasan hutan alih-alih bisa berlibur lebih dulu di sekitar kawasan kultivator alam sekuler.
Yamla pun kembali menjadi buruk manusia dan bergabung dengan Wuming. Urusan Ning Siyu dan kesaksian Yamla membuat bukti tidak diragukan lagi bukan kebohongan.
......................
Di perbatasan hutan ....
Semua kelompok sudah berkumpul di sana. Xiu Jimei dan Ming Zise bukan yang terakhir datang. Di kelompok lain bahkan ada anggota kelompok yang hilang entah kenapa.
Beberapa pengawas ujian dan guru penilai mengenakan jubah khusus, Xiu Jimei bisa menebak jika mereka datang untuk mempersingkat waktu ujian.
__ADS_1
Salah satu pengawas ujian akhirnya berkata, "Baiklah, jika semua sudah ada, kami ingin mengumumkan jika ujian di alam sekuler telah dihentikan sampai di sini saja. Semuanya bisa tenang tentang ini. Alasan kami menghentikan penjelajahan di alam sekuler bukan berarti tempat ini tidak cocok. Melainkan waktu kita di sini terbatas oleh energi spiritual."
Semuanya langsung gempar. Para penghuni alam sekunder memang tidak bisa tinggal lama di alam sekuler. Tapi para penghuni alam sekuler bisa bertahan lama di Dunia Langit. Perbedaan energi spiritual di dua alam itulah menentukan ketahanan tubuh.
"Kalau bagaimana dengan tugas cadangan kami yang masih banyak?" tanya salah seorang murid.
"Semuanya akan dimasukkan dalam nilai rata-rata. Setelah penilaian ini selesai, kalian memiliki waktu tiga hari untuk kembali ke Dunia Langit." Pengawas ujian mendapatkan beberapa pesan baru dari 'yang di atas' kemudian buru-buru memberikan nilai pada mereka.
Yang paling mencolok adalah Xiu Jimei. Dia menyerahkan karung bersisi sesuatu yang tidak diketahui apa. Saat para pengawas mengeceknya, ternyata kumpulan tulang manusia.
"Dari mana semua ini?" tanya salah satu pengawas.
"Oh? Dari Lembah Hantu. Kebetulan kami mendapatkan tugas ke sana adam menemukan beberapa bunga mawar hitam serta kerangka manusia yang sudah puluhan tahun." Xiu Jimei tidak menyembunyikannya sama sekali.
"..." Apakah kamu harus membawa tulang belulang manusia juga untuk ujian ini? Batin pengawas ada sedikit rasa tak berdaya.
Setelah pengawas ujian memberikan nilai pada semua kelompok, mereka hanya meminta semuanya untuk datang ke desa terdekat dan mencari penginapan.
Dalam tiga hari, mereka akan menjemput semua peserta ujian. Guru pendamping memiliki tugas untuk memberikan informasi lengkap tentang masalah yang tiba-tiba ini.
"Tidak heran aku merasa sedikit sesak saat ini. Apa karena udaranya?" Wang Xuyue menyeka keringat di dahinya. Cuaca di sini sangat panas.
Jia Lishan menggelengkan kepala. "Energi spiritual di sini tidak cocok untuk kultivasi kita. Jika semakin lama tinggal di sini, dantian kita akan menyusul dan akhirnya hilang," jelasnya.
"Wow, Shan Shan, kamu sangat berpengetahuan!" Wang Xuyue memujinya.
Jia Lishan terbatuk canggung dan menggelengkan kepala lagi. "Ini bukan aku, tapi Xiao Kai yang memberi tahuku."
"Ternyata Xiao Kai bisa menyimpulkannya dengan baik." Wang Xuyue tidak malu.
Selama tiga hari, semua peserta ujian mencari penginapan terdekat. Kelompok Xiu Jimei akhirnya menemukan penginapan yang cukup luas. Setidaknya cukup untuk tujuh atau delapan orang beristirahat di ruangan yang sama. Keluarkan saja kantong tidur modern milik Xiu Jimei, pasti tidur nyenyak tanpa butuh ruang yang besar.
"Kenapa aku merasa bahwa penduduk desa ini menatap kita dengan aneh?" Kin Wenqian curiga.
__ADS_1