Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tidak Kuat Sama Sekali


__ADS_3

Tuit Tuit akhirnya bisa melanjutkan perkataannya yang belum sempat terucap sebelumnya. Ia hanya mengatakan sesuatu yang penting saja antara hubungannya dengan Shuilong. Hal ini membuat Xiu Jimei lebih terkejut. Dia bahkan langsung menatap Tuit Tuit dengan ekspresi kebingungan.


"Tuit Tuit, Apakah kamu selalu suka memprovokasi yang besar dan menindas yang kecil?"


Tubuh naga air itu besar dan tidak sesuai dengan Tuit Tuit yang bertubuh kecil. Bagaimana bisa Tuit Tuit melawan naga besar itu di masa lalu? Mungkin Xiu Jimei lupa jika dulu Tuit Tuit juga seorang wanita dewasa sebelum kematiannya. Dia hanya dilahirkan kembali saat ini dan mulai dari tubuh kecilnya lagi.


Bisakah gadis itu mengerti?!


Tuit Tuit ingin berdebat tapi waktunya tidak cocok saat ini.


"Tuan, tolong jangan mengejekku sekarang! Hati-hati dengannya! Dia sangat licik dan tak tahu malu saat menangkap ku di lembah." Tuit Tuit ingin menendang dinding bola spiritual yang mengurungnya. Tapi kakinya saja tidak ada tenaga saat ini.


"Oh." Xiu Jimei tidak terlalu bersemangat. Tampaknya ia hanya melihat seekor naga yang tidak penting saat ini.


Ia sudah pernah bertemu dengan Jin Long—si naga emas yang pelit serta naga Alam Neraka yang pernah hampir ingin mengalahkannya. Jadi Shuilong itu bukan naga yang unik di matanya. Jika ada naga air, naga kabut, pasti ada naga bumi, naga langit, naga api bahkan naga batu sekalipun.


Jika Shuilong mampu mendengar apa yang dipikirkan Xiu Jimei sekarang, mungkin akan segera memuntahkan seteguk air laut bukan?


Shuilong menyerang Xiu Jimei, berharap bisa memakan gadis itu hidup-hidup. Walaupun dia suka berkultivasi di bawah air, tapi energi spiritual yang terdapat pada manusia juga mampu menambah tingkat kultivasinya.


Di saat bertarung, Xiu Jimei tidak bisa mempertahankan array pelindung yang dipakainya. Mau tidak mau, ia hanya bisa menahan napas di dalam air. Tapi dengan begitu, Xiu Jimei juga harus membuat tubuhnya tahan dengan tekanan air bawah laut yang sangat dalam. Jika tidak, ia bisa ditekan sampai mati.


Gelombang gelembung air yang besar seketika menyapu Xiu Jimei setelah Shuilong mengibas ekornya yang mirip ikan petarung (ikan laga). Seraya menahan napas, Xiu Jimei langsung menyelimuti telapak tangannya dengan energi spiritual lalu menahan gelombang gelembung air. Karena di dalam air, Xiu Jimei masih sedikit terdorong ke belakang.

__ADS_1


Walaupun begitu, gelombang gelembung air tersebut tidak berdampak apa-apa padanya. Baru saja dia menahan, Shuilong sudah membuat gelombang gelembung air kedua. Xiu Jimei kembali menahannya. tapi dia tidak bisa terus menahan. Ia hampir tak bisa menahan napas lebih lama.


Mau tidak mau, Xiu Jimei hanya bisa membimbing Shuilong ke permukaan air laut. Masalah Tuit Tuit, tidak terlalu mendesak saat ini. Dia meminta Blacky untuk membantu Tuit Tuit. Shuilong mengejarnya dengan ganas.


“Manusia, kamu tidak pergi setelah datang ke wilayahku!” raungan Shuilong menggema di telinga Xiu Jimei.


Gadis itu tidak peduli dan segera bergerak ke permukaan. Di permukaan, Xiu Jikai dan Whitely sepertinya menyadari pergerakan di bawah air dan berjaga-jaga. Tak lama kemudian, Xiu Jimei keluar dari air dengan tubuh basah kuyup. Keduanya terkejut. Bukankah sebelumnya Xiu Jimei menggunakan perisai di tubuhnya?


Namun sebelum Whitely bertanya, permukaan air laut yang terlihat bergelombang. Tak lama kemudian, pusaran air muncul dan menjulang ke langit. Perlahan pusaran air berubah menjadi seekor naga biru laut bermata putih bercahaya.


Shuilong muncul dan menatap dua orang lainnya. Dia belum tahu jika seekor ular hitam bertanduk telah membawa Tuit Tuit dari kedalaman air laut. Dia terlalu malas untuk memedulikan Tuit Tuit saat ini dan hanya ingin membunuh Xiu Jimei.


“Ke mana kamu akan pergi?!” Shuilong tidak memedulikan keduanya dan hanya ingin menangkap Xiu Jimei. Ia menyadari jika Tuit Tuit berkontrak dengan gadis itu. jika gadis itu mati, Tuit Tuit pasti mati juga.


Xiu Jikai segera memancarkan aura membunuh di tubuhnya. Ia tak akan membiarkan adiknya diganggu begitu saja. Sebagai seorang kakak, dia langsung menyerang Shuilong dengan energi spiritual kegelapan. Shuilong terkejut setelah menghindari serangan Xiu Jikai. Laki-laki itu juga tidak memiliki kekuatan yang kecil.


Shuilong tidak terlalu peduli. Dia awalnya hanya ingin menargetkan Xiu Jimei lebih dulu tapi karena pihak lain cari masalah, ia bersedia bertarung dengannya.


“Humph! Manusia yang penuh kesombongan! Beraninya membandingkan kekuatan dengan naga ini,” kata Shuilong langsung mendengus.


Xiu Jikai tdiak memedulikan ucapannya, dia hanya menyerang Shuilong seraya menunggu adiknya mengeringkan tubuh. Whitely bahkan tak terkejut sama sekali seolah-olah ia hanya melihat naga kecil yang sedang bermain di lautan.


“Xiaobai, dia harusnya bukan lawanmu ‘kan?” tanya Xiu Jimei.

__ADS_1


“Dia terlalu lemah untuk menjadi lawanku.” Whitely menjawab dengan tenang.


“Tapi kamu masih kalah dari Jin Long dan Naga Alam Neraka.”


“…” Jangan membandingkan naga purba dan naga dari alam yang lebih kuat denganku. Tentu saja aku bukan lawan mereka, batin Whitely langsung pura-pura tidak mendengarnya.


Menyaksikan Xiu Jikai melawan Shuilong dengan sengit, Xiu Jimei ingin membantunya juga. Di sisi lain, Blacky sudah menyelamatkan Tuit Tuit dan memecahkan bola spiritual yang mengurungnya. Dengan begitu, Shuilong juga langsung mengetahui bahwa bola spiritual yang dibuatnya sudah hancur.


Shuilong awalnya terkejut dan ingin tahu bagaimana Tuit Tuit memecahkan bola spiritual. Tidak mungkin Xiu Jimei. Gadis itu masih berdiri di samping pria berjubah brokat putih berpola naga. Shuilong tak bisa mengukur seberapa dalam kekuatan Whitely. Tapi entah kenapa dia mulai merasa tidak nyaman saat melihat pria itu.


Shuilong ingin mencoba untuk melawan pria itu dan segera mengalihkan perhatiannya dari Xiu Jikai. Dia bergerak cepat ke arah Whitely dan membuka mulutnya lebar-lebar. Xiu Jikai ingin menghentikannya tapi ia ingat jika Whitely harusnya lebih kuat daripada naga air itu.


Tentu saja Whitely tahu jika Shuilong mulai mengincarnya. Xiu Jimei diam-diam menghindar dan ingin menyaksikan pemandangan dua naga yang saling bertarung.


Jubah brokat putih Whitely berkibar karena embusan angin kencang yang disebabkan oleh gerakan Shuilong. Dia tidak menghindar atau mundur, justru menunggunya datang. Shuilong mengira pihak lain tidak memiliki kemampuan untuk menghindar dan semakin percaya diri.


Namun siapa yang menduga, Whitely hanya mengulurkan tangan dan menampar Moncong besar Shuilong dengan sedikit tenaga. Shuilong meraung kesakitan dan akhirnya menyadari seberapa kuat Whitely saat ini.


“Kamu … Siapa kamu sebenarnya?”


Seketika, Shuilong membelalak karena terkejut dan bingung. Tubuhnya langsung berubah menjadi air dan pecah di udara. Shuilong masih bingung, kenapa Whitely memiliki darah naga di tubuhnya. Apakah dia bukan manusia?


Whitely menaikkan sebelah alis dan menarik tangannya kembali. “Tidak kuat sama sekali. Mengecewakan.”

__ADS_1


“…”


Xiu Jimei yang mengharapkan pertarungan mengeluh diam-diam. Dia berharap Shuilong lebih bodoh dan mencari kematiannya sendiri di tangan Whitely.


__ADS_2