Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menyihirnya Menjadi Ular Hitam Kecil


__ADS_3

Xiu Jimei acuh tak acuh saat tahu naga hitam roh hantu itu bisa bicara. Karena naga itu sangat besar dan sisiknya keras, atau pukulan kecil tidak akan mampu melukainya terlalu banyak.


Namun naga hitam roh hantu sedikit gemetar saat melihat pedang naga es di tangan Xiu Jimei. Kenapa rasanya begitu familiar?


Kali ini Xiu Jimei tidak lagi memotong salah satu tanduknya. Melainkan memukul moncongnya dengan kaki.


"Kamu yang cari mati!" Xiu Jimei kesal.


Kekuatan tendangan Xiu Jimei tidak kecil bahkan sampai membuat kepala naga hitam roh kuno terpental ke samping.


Naga hitam roh hantu itu sepertinya tidak menduga jika tubuh kecil Xiu Jimei mampu memiliki kekuatan yang besar.


"Aku meremehkanmu, manusia," katanya.


"Dasar ular terbang!" Xiu Jimei yang saat ini sudah lapar tidak mau menunda waktu. Dia memberikan tendangan lagi.


Diejek olehnya, naga hitam roh kuno tidak terima. "Siapa yang kamu panggil ular terbang? Aku ini naga, naga! Bukan ular terbang. Kamu manusia tanpa hati nurani."


"Kenapa memangnya? Aku lapar sekarang, aku ingin memakanmu seandainya itu bukan hantu!"


Xiu Jimei akhirnya membawa sebuah mantra aneh yang tidak diketahui oleh naga hitam roh kuno. Tapi entah kenapa, setiap kata yang diucapkannya itu mengandung kekuatan magis yang bisa menakuti pikirannya.


Naga hitam roh hantu langsung menyerangs belum Xiu Jimei membuat ular lagi.


Sayangnya kali ini Xiu Jimei sudah membaca mantra sihir dan menyerahkan jarinya ke arah naga hitam roh hantu.


"Jadilah ular kecil hitam!" Sihirnya.


"???!"

__ADS_1


Naga hitam roh hantu kebingungan. Tiba-tiba saja ada sebuah cahaya hitam yang menyelimutinya, lalu membuatnya menjadi kecil, kecil, kecil hingga akhirnya menjadi seekor ular hitam kecil.


"..." Semua murid yang melihat naga hitam roh hantu menghilang entah ke mana pun bingung saat ini.


Tapi untungnya mereka telah tiba di pantai terdekat.


"Ke mana naga pengusaha lautan hantu pergi? Mungkinkah takut setelah dipukul Xiao Mei?" tanya Lei Mo.


Huang Fu Shi menggelengkan kepala. "Sepertinya tidak."


Sementara itu, Xiu Jimei sudah pergi ke pantai. Ming Zise masih belum kelihatan, tampaknya pergi ke suatu tempat untuk menenangkan tornado saat ini.


Di tangan gadis itu ada seekor ular hitam kecil bertanduk. Tapi tanduknya telah terpotong satu. Sekilas mirip Blacky, tapi ular hitam kecil ini memiliki sisik kemerahan. Tampaknya masih tidak percaya kini menjadi seekor ular.


"Manusia, kenapa kamu memiliki sihir kuno?"


"Belajar tentunya."


"..." Kamu bicara seolah-olah sedang membuat adonan kue yang sederhana.


Tuit Tuit akhirnya keluar dari ruang spiritual bawaan dan melihat ular hitam kecil di tangan tuannya.


"Naga jelek ini sangat lemah. Gadis, kamu tidak bisa memakannya, dagingnya terlalu keras," komentar Tuit Tuit.


Naga hitam roh hantu ingin marah saat melihat burung jingga kemerahan yang terbang di depan Xiu Jimei. Namun hatinya segera ketakutan seperti ada petir yang menyambar tubuhnya di siang hari bolong.


"Kamu ... Kamu ... Kamu, apakah kamu Ziyura??!!" teriaknya panik.


"Oh, naga hitam jelek, ternyata kamu masih ingat aku. Apakah kamu ingin mencoba apiku lagi?" Tuit Tuit sangat santai. Sudah lama sekali tidak melihat naga hantu ini, dia sedikit bersemangat.

__ADS_1


"..." Naga hitam roh hantu tidak senang saat melihatnya. Dia merasa demam saat ini dan akhirnya lemas di tangan Xiu Jimei.


Xiu Jimei mencubit ujung ekornya. "Ada apa dengan binatang hantu kecil ini?" tanyanya bingung.


"Sepertinya terlalu senang saat melihatku. Aku dan dia dulu pernah bertarung. Aku hampir membakar sisik hitamnya menjadi arang. Saat itu dia melarikan diri dan berendam di danau regenerasi hantu untuk memulihkan sisiknya yang hangus." Tuit Tuit merasa sedikit bersalah. "Sungguh, aku tidak sengaja."


"Semua yang kamu lakukan atas dasar ketidaksengajaan," cibir Xiu Jimei tidak percaya.


"..." Tuit Tuit pura-pura tidak mendengarnya.


Tornado di tengah lautan kini mulai mereda tapi tampaknya ada sesuatu yang membuat tornado tersebut menghilang. Awan gelap tidak pudar tapi langsung menurunkan hujan. Tidak ada gemuruh atau petir yang menyambar lautan, namun sisa jiwa hantu yang terombang-ambing di lautan langsung menghilang.


Semua orang akhirnya bisa menghela napas lega. Beberapa murid yang terluka segera ditangani.


Di sisi lain, Mei Rong, Fan Li dan Mi Sai akhirnya terdampar di pantai setelah berhasil keluar dari perut raja hiu roh hantu. Wajah ketiganya pucat hingga ditolong oleh rekan timnya sendiri.


"Kenapa kalian bisa ditekan ikan hiu?" Guru pendamping nya merasa heran. Di setiap kesempatan, ketiga kultivator hantu inilah yang akan terkena sial sepanjang waktu.


Mei Rong tidak senang tapi masih menjaga ekspresinya tetap normal. "Kami hanya tidak beruntung. Bukankah itu wajar? Lagi pula kami tidak akan mati. Ini dunia kami sendiri, tahu lebih baik dari siapapun."


Guru pendampingmya menggelengkan kepala. "Bukan apa-apa, hanya merasa jika kalian terkena karma."


"..."


Bisakah tidak mengatakannya secara langsung? Batin Mei Rong. Dia bahkan berpikir jika ini ada kaitannya dengan kecelakaan Yan Yujie di lautan. Siapa yang mengutuknya?


...****************...


AN: Apakah kalian masih setia dengan novel ini?

__ADS_1


__ADS_2