Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Raja Di Lautan Hantu


__ADS_3

Awak perahu yang kini terengah-engah mencoba untuk menjelaskan. "Itu adalah hiu hantu raksasa. Itu raja hiu! Jika dia berhasil mengejar, maka perahu kecil ini akan ditelan olehnya. Kita akan mati!"


"Apa??! Hiu hantu?! Jangan bercanda! Itu harusnya monster lautan dalam," protes Lei Mo tidak percaya.


"Itu benar-benar hiu. Coba lihat saja sirip atasnya." Awak perahu meminta mereka untuk melihat sirip di punggung binatang roh hantu tersebut.


Benar saja, ada sirip. Ada sirip lain di kanan dan kiri tubuhnya. Jelas ini seekor hiu. Insangnya juga mirip. Tapi kenapa begitu mengerikan seperti ini? Jelas hanya penampilan monster.


Makhluk itu mengejar perahu Huang Fu Shi dan berpikir jika daging di atas perahu lebih enak dibandingkan potongan daging yang baru saja dilemparkan ke anak-anaknya.


"Dayung, dayung lebih cepat lagi!" Huang Fu Shi juga merasa bahwa ikan itu sangat mengerikan.


Guru pendamping juga tampak khawatir. "Terlalu lambat! Lei Mo, gunakan elemen petirmu untuk menyerang mereka. Yang lain menggunakan energi spiritual untuk mendorong perahu sejauh mungkin."


"Ya!" Mereka bekerja sama.


Lei Mo sudah mengembunkan energi spiritual di kedua tangannya dan membaca mantra khusus.


Awan di atas mereka menggelap dan gemuruh mulai terdengar. Saat itulah beberapa petir jingga kemerahan muncul dan menyambar raja hiu hantu yang mencoba untuk mencaplok perahu kecil di depannya.


Saat terkena sambaran petir, kepalanya pusing sejenak. Namun itu tidak bertahan lagi. Raja hiu hantu itu bahkan lebih marah.


"..."


Kelompok Huang Fu Shi ditampar oleh kenyataan, akhirnya mengerti jika kulit hiu monster yang satu ini sangat tebal bukan?


"Ahhh! Selamatkan diri!!" Mereka akhirnya berteriak panik dan menggunakan energi spiritual untuk mendorong perahu menjauh dari kejaran hiu hantu raksasa.


Kelompok Xiu Jimei melihat kelompok Huang Fu Shi dikejar monster laut. Tidak tahu harus membantu atau tidak. Namun tampaknya hiu hantu raksasa tidak mau menyerah.


Akhirnya, perahu kelompok Huang Fu Shi berputar-putar hanya untuk menghindari kejaran hiu hantu raksasa. Ada juga serangan petir Lei Mo yang tampaknya hanya menggaruk kulit hiu hantu raksasa.


Ming Zise akhirnya berkata, "Itu raja hiu hantu. Salah satu penguasa di lautan ini."


"Raja hiu? Pasti ada raja gurita, raja paus atau raja ubur-ubur?" Xiu Jimei menebak.

__ADS_1


Pria berambut putih keperakan itu mengusap kepalanya dan tersenyum. "Mei'er memang pintar."


Akhirnya Xiu Jimei memiliki ide. Dia menggunakan esensi delapan dewa-dewi untuk menarik perhatian raja gurita hantu untuk melawan raja hiu hantu.


Gurita di laut ini pasti sangat besar dan dengan delapan tentakelnya, dipastikan bisa melilit tubuh raja hiu hantu.


Xiu Jimei diam-diam menyuntikkan energi spiritual dari esensi delapan dewa-dewi ke permukaan air laut.


......................


Di bawah lautan yang dalam, seekor gurita hantu raksasa sedang tertidur. Tiba-tiba saja tertarik dengan energi spiritual murni yang memanggilnya untuk melakukan sesuatu.


"Raja gurita hantu, aku adalah pemilik esensi delapan dewa-dewi, sumber energi spiritual murni di dunia ini. Bantu aku untuk melawan raja hiu hantu yang ingin menelan perahu temanku. Jika berhasil, aku akan memberimu setetes energi spiritual esensi delapan dewa-dewi yang murni."


Suara yang muncul di benaknya itu tidak diragukan lagi. Raja gurita hantu segera pergi menuju permukaan dan memenuhi perintahnya. Tentu saja tidak akan mungkin melawan pemilik esensi delapan dewa-dewi yang bahkan bisa membakar jiwa para iblis. Hantu kecil seperti dirinya.


Di saat raja hiu hantu bermain kejar-kejaran dengan perahu Huang Fu Shi, tiba-tiba saja beberapa tentakel gurita raksasa melilit tubuhnya.


"Raja gurita hantu, jangan macam-macam. Ini urusanku!" Tanpa diduga, raja hiu hantu itu bisa bicara.


"..." Siapa yang berani menyuapmu? Batin raja hiu hantu.


Akhirnya, hiu hantu raksasa itu tidak lagi mengejar perahu Huang Fu Shi, melainkan berurusan dengan raja gurita hantu.


Tentakel saling beradu dengan sirip, ekor dan mulut hiu raksasa. Gelombang air laut semakin membesar hingga berimbas pada perahu lain di sekitarnya.


Raja hiu hantu sangat marah. "Akan kupotong tentakelmu!" Dia mcncoba mengigit tentakel gurita raksasa yang terlihat meliuk-liuk di udara.


"Aku akan merontokkan gigi jelekmu!" Raja gurita hantu tidak kalah kejamnya.


Pada akhirnya, tentakel gurita itu banyak dan berhasil melilit mulut raja hiu hantu. Dia membawa nya ke dalam lautan hingga akhirnya permukaan air menjadi tenang.


"..." Semua orang yang ada di perahu baru saja melihat pertunjukan yang luar biasa. Pertarungan gurita dan hiu itu cukup menegangkan.


Kelompok Xiu Jimei akhirnya berhasil menghampiri perahu huang Fu Shi.

__ADS_1


Lei Mo tampak pucat dan lemas karena berulang kali menggunakan elemen petir untuk menyambar hiu raksasa. Dia langsung terkapar. Salah seorang rekan tim memberinya air bersih.


Huang Fu Shi serta yang lainnya berkeringat. Tak terkecuali guru pendamping yang tidak berdaya. Dia hanya bisa menemani mereka tanpa bisa ikut campur.


Xiu Jimei akhirnya memberikan sebotol air roh untuk mengisi tenaga mereka. Namun Xiu Jikai tampak enggan. Dia tidak suka adiknya memberikan sesuatu yang berharga bagi orang lain begitu saja. Benar-benar membuang minuman yang baik, pikirnya.


......................


Di bawah lautan yang dalam ....


Raja gurita hantu baru saja menyelesaikan perintah dan dia menunggu pihak lain memanggilnya lagi. Untungnya tak lama setelah itu, suara Xiu Jimei terdengar lagi.


Raja gurita hantu segera pergi ke permukaan diam-diam tapi tidak menunjukkan diri. Dia hanya memperlihatkan salah satu tentakelnya di dekat perahu Xiu Jimei.


"Kamu telah bekerja keras," kata gadis itu seraya mengembunkan setetes energi spiritual esensi delapan dewa-dewi dan meneteskannya ke tentakel yang muncul itu.


Setelah itu, raja gurita hantu kembali ke lautan dalam dengan perasaan gembira. Dia akhirnya bisa menyelesaikan rintangan kultivasi terakhir.


Namun raja gurita hantu itu dicegat oleh raja hiu hantu.


"Kamu jelas curang! Bagi energi spiritual itu denganku juga!" Raja hiu hantu menatapnya dengan tajam.


"Tidak. Jelas ini kerja kerasku!"


Raja gurita hantu akhirnya melarikan diri secepat mungkin.


"Jangan melarikan diri sebelum kamu berbagi denganku!" Hiu raksasa itu akhirnya mengejarnya dengan cepat.


Tapi gurita yang tidak bisa berenang cepat pun memiliki cara menghindari gigitan hiu. Tubuhnya fleksibel. Di bahkan mengeluarkan tinta hitamnya yang mengandung racun hanya untuk mengaburkan pandangan.


"Berani kentut di wajahku!"


Raja hiu hantu marah dan muak dengan tinta hitam di sekitarnya.


Akhirnya lautan dalam sedikit ramai saat ini sejak dua raja itu saling berebut energi spiritual esensi delapan dewa-dewi yang memiliki warna emas.

__ADS_1


Anak-anak gurita dan hiu saling berenang berdampingan. Tidak tahu harus berbuat apa. Bukankah seharusnya mereka mengganggu manusia yang ada di perahu?


__ADS_2