Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Yamla Menjadi Umpan


__ADS_3

Pada malam harinya, harimau putih roh kuno, Cip Cip serta Tuit Tuit berjaga di sekitar lokasi tenda. Meski ada array yang melindungi mereka dari cuaca dan bahaya binatang buas, kemungkinan besar sesuatu di luar dugaan terjadi. Lebih baik membuat persiapan terlebih dahulu.


Harimau putih roh kuno bersantai di sekitar api unggun, menggigit tulang yang masih menyisakan sedikit daging. Cip Cip ada di sampingnya. Sementara Tuit Tuit hinggap di kepala Wuming yang kebetulan juga menjaga api unggun bersama Yamla.


Untuk menghilangkan kebosanan, mereka akan mengobrol, sesekali bercanda. Tak lama, Xiu Jimei keluar tenda bersama Ming Zise. Keduanya seperti pasangan suami-istri, selalu bersama di setiap kesempatan.


"Putri, apa yang akan kamu lakukan dengan jagung itu?" Yamla yang masih makan potongan buah mangga, melihat Xiu Jimei memegang semangkuk biji jagung.


"Aku ingin membuat popcorn madu. Sepertinya makan popcorn sambil menikmati pemandangan malam di alam liar sangat bagus." Xiu Jimei menghela napas.


"..." Yan Yujie serta yang lainnya melihat sekitar. Apa yang harus dilihat, semuanya gelap gulita. Hanya lolongan serigala liar yang cukup mengerikan.


Sejak awal mereka hanya duduk di depan tenda sambil makan keripik kentang. Karena malam belum terlalu larut, mereka juga belum mengantuk. Ditambah, istirahat sore ini cukup sehingga energi spiritual dalam tubuh tidak banyak menguras tenaga.


Xiu Jimei sudah menyiapkan segala bahan untuk membuat popcorn madu. Dia telah menyiapkan biji jagung khusus serta madu yang telah dicampur dengan sedikit garam dan vanili. Xiu Jikai membantunya memasak popcorn madu.


Tak butuh waktu lama, popcorn pun merekah. Madu telah dipanaskan dengan sedikit gula pasir, garam dan vanili. Xiu Jimei segera mengaduk popcorn dengan campuran madu cair, aduk-aduk sampai tercampur rata dan dinginkan. Aroma popcorn madu pun menguar hingga mereka ingin mencobanya juga.


Warna popcorn madu yang kuning keemasan tentu saja membuat penampilannya bertambah cantik.


“Putri, biarkan aku mencobanya juga. Apakah itu enak?” Yamla mengesampingkan potongan buah mangga dan menatap popcorn madu yang terlihat harum. Lidah ular itu sensitif terhadap makanan. tapi aneh jika mampu mencium aroma popcorn madu yang menggugah selera.


Wuming mengerutkan kening. “Kenapa kamu begitu banyak maunya?” gumamnya. “Dasar wanita.”

__ADS_1


Yamla tiba-tiba saja mematuk betis Wuming yang terbungkus sepatu tebal sehingga gigitannya sia-sia. Namun meskipun begitu, Wuming masih terkejut.


“Kenapa kamu tiba-tiba saja mematukku?” Wuming berwajah gelap.


Yamla juga merupakan jenis ular berbisa. Tentu saja jika terkena gigitannya, pasti akan menyebarkan racun ke dalam tubuh. Wuming tidak bodoh. Jika dia tidak memakai sepatu selutut, mungkin betisnya sudah bengkak akibat racun. Dia juga tahu kandungan racun jenis apa yang dimiliki siluman ular putih roh dewa itu.


Yamla jelas kesal atas perkataan Wuming sebelumnya. “Memangnya kenapa jika aku memiliki banyak keinginan? Kamu hanya makhluk berbatang, tahu apa tentang wanita yang suka makan?”


Jika Yamla menjadi manusia, mungkin akan mencibir padanya. Sayangnya saat ini dia tak bisa mencibir dan hanya menjulurkan lidahnya beberapa kali, lalu menampar betis Wuming dengan ekornya. Tamparan ekor itu hanya membuat Wuming sedikit gatal. Sama sekali tidak sakit. Dia tahu Yamla hanya kesal dan berfantasi untuk memukulnya sampai mati.


Wuming dan Yamla akhirnya bertengkar kecil hingga akhirnya Ming Zise batuk kecil beberapa kali dengan sengaja. Akhirnya Wuming dan Yamla terdiam, tidak berani melawan perintah tuannya.


Xiu Jimei sudah memberikan popcorn madu untuk Yamla dan semua orang juga mencicipinya. Ming Zise hanya makan sedikit. Dia tidak terlalu berselera dengan makanan manis. Setelah makan popcorn madu sambil bersantai, semua orang akhirnya beristirahat.


"Tempat ini telah diberi array pelindung. Seharusnya tidak ada masalah lain bukan?” Yamla ingin memejamkan mata sebentar. Setelah makan cukup banyak, ia juga mengantuk.


“Jika kamu ingin Tidurlah sebentar. Jika sesuatu terjadi, aku akan menjadi yang pertama melemparkanmu ke dalam kekacauan,” jawab Wuming tanpa berperasaan.


Yamla memutar bola matanya. Ia merasa jika Wuming semakin berani untuk menyindirnya di mana-mana. Tuan mungkin terlalu santai terhadapnya. Dia harus mengadu pada Xiu Jimei di masa depan. Pada akhirnya Yamla sama sekali tidak berani untuk tidur. Dia hanya pura-pura tidur saja.


Malam semakin larut dan Wuming telah berulang kali menambahkan kayu bakar untuk mempertahankan api unggun. harimau putih roh kuno dan Cip Cip sendiri sudah lama tertidur.


Di saat Wuming tengah menambahkan beberapa batang potongan kayu kering ke api unggun, suara gemerisik dari kegelapan langsung menajamkan kewaspadaannya. Yamla juga membuka matanya, menjulurkan lidah beberapa kali seraya melihat ke suatu tempat. Matanya menyipit.

__ADS_1


“Ada sesuatu di kegelapan, tapi bukan manusia. Darahnya dingin sepertiku,” kata Yamla yang masih dalam wujud ular putihnya.


“Itu bukan mayat hidup bukan?” Wuming berbasa-basi.


Yamla memutar bola matanya lagi. “Tentu saja bukan. Di mana ada mayat hidup di hutan ini? Itu hanya sejenis … tanaman roh?”


Tiba-tiba saja Yamla menjadi sedikit bingung. Bagaimana mungkin ada tanaman memiliki darah dingin? Apakah tanaman berubah menjadi setengah binatang? Berdarah dan berdaging layaknya binatang? Yamla berpikiran aneh-aneh dan segera menggelengkan kepala. Pikirannya terlalu berantakan.


Tak lama setelah itu, suara gemerisik terdengar lagi. Kali ini bukan satu atau dua arah, tapi dari berbagai arah. Atau lebih tepatnya, ada sesuatu yang mengepung tempat kelompok Xiu Jimei saat ini. Yamla meyakinkan Wuming jika sesuatu di kegelapan itu memang sejenis tanaman roh.


“Kenapa kamu tidak pergi untuk memeriksanya?” Wuming meliriknya seraya mengelus dagunya yang masih terhalang masker.


“Aku? Kenapa harus aku?” Yamla jelas tidak mau.


“Hanya karena ukuran tubuhmu lebih cocok untuk mencari tahu secara diam-diam. Jika ada yang menyerang, tubuhmu licin dan bisa menghindar dengan cepat.”


Wajah ular Yamla menjadi gelap dan dia sangat ingin mengubah tubuhnya menjadi raksasa dan menelan Wuming dalam sekali gigitan! Sepertinya Wuming memiliki kebencian tersembunyi padanya karena merampok perhatian Ming Zise. Walaupun pikiran Yamla lagi-lagi hanya candaan, ular putih itu masih kesal.


Tanpa perlu menunggu Yamla setuju, Wuming segera melemparkan ular putih itu ke luar array pelindung. Yamla ingin berteriak tapi tidak berani. Tapi dia diam-diam mengutuk dalam hatinya. Wuming sangat berani melemparkannya ke luar array pelindung.


Yamla tentu saja tidak takut. Dia segera menghilang di balik kegelapan hutan, mencari tahu suara gemerisik tadi. Tapi tak lama setelah itu, Yamla berteriak di kegelapan hingga membuat Wuming terkejut. Bahkan harimau putih roh kuno dan Cip Cip juga terbangun dengan kewaspadaan.


“Ada apa? Apakah ada binatang buas menyerang?” Harimau putih roh kuno menggerakkan ekornya seraya bangkit dari rebahannya.

__ADS_1


__ADS_2