Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tumbuh Menggila (2)


__ADS_3

Pada keesokan harinya, seorang murid dari gedung alkimia berteriak histeris seraya berlari menuju gedung. Dia terus memanggil Meng Zhanluo berulang kali. Tubuhnya basah oleh cairan merah yang cukup lengket.


"Tuan! Tuan! Di mana kamu! Tuan!" terima murid laki-laki itu panik.


Beberapa murid alkemis lainnya bingung dan terkejut ketika melihatnya.


"Ada apa memanggilku begitu keras? Aku belum tuli!" Meng Zhanluo balas berteriak seraua keluar dari rumah penelitiannya.


"Tuan! Datang dan lihatlah. Tanaman itu tumbuh menggila!" Murid laki-laki itu tidak peduli dengan amarah Meng Zhanluo.


Meng Zhanluo melihatnya penuh dengan cairan tomat, mau tidak mau mengerutkan kening. "Sejak kapan kamu suka berendam air tomat?"


"Ini bukan berendam air tomat. Aku kejatuhan tomat!"


"Tanaman tomat mana yang begitu tinggi hingga jatuh di kepalamu?" Meng Zhanluo sangat penasaran.


"Tuan, kamu lihat sendiri! Kamu harus lihat sendiri!" Murid laki-laki itu tak bisa menjelaskan lebih jauh dan memintanya untuk pergi.


Meng Zhanluo akhirnya pergi. Meski yang lain penasaran, mereka sibuk dengan urusan masing-masing sehingga tidak ikut. Dia mengikuti murid laki-laki yang tubuhnya penuh cairan tomat. Semakin mengikuti, Meng Zhanluo lebih curiga.


Bukankah ini arah di mana tanah kelompok Xiu Jimei berada? Apakah gadis itu membuat sesuatu yang mengejutkannya?


"Tuan, itu dia! Lihat itu!" Murid laki-laki itu menunjuk ke arah yang dimaksudnya.


Meng Zhanluo akhirnya bisa melihat dengan jelas tumbuhan tomat yang langsung berbuah dalam semalam. Bukan itu masalahnya. Tapi tanaman tomat itu tumbuh lebih dari lima meter dan buahnya merah semua, besar dan tampak menggoda.


Ini hampir setinggi pohon mangga!


"Ya Tuhan! Bagaimana bisa ini terjadi? Di mana kelompok Xiu Jimei?!" Meng Zhanluo akhirnya pulih dari keterkejutannya dan meminta seseorang memanggil kelompok Xiu Jimei.


Berita ini sampai ke telinga Ming Zise lebih dulu dan dia juga pergi untuk mengeceknya.


Tanaman tomat tumbuh besar dalam semalam dan beberapa buahnya berjatuhan. Meng Zhanluo merasa sayang saat tomat merah spiritual yang besar itu jatuh dan pecah di tanah jadi segera datang untuk menangkapnya.

__ADS_1


"Tunanganku memang pandai menumbuhkan sesuatu," gumam Ming Zise.


"Tuan Ming, masalah ini ... apa yang harus dilakukan?" Meng Zhanluo merasa tidak berdaya dengan tanaman tomat yang tumbuh dan berbuah dalam semalam.


"Panen saja dan ujiannya diluluskan. Kumpulkan buahnya dan jangan sampai berita ini menyebar." Ming Zise masih melakukan hal yang sama seperti saat Xiu Jimei menanam cabai dan berbuah dalam semalam.


Kejadian ini sangat langka. Dan buah yang dihasilkannya juga mungkin berkali-kali lipat lebih besar dari ukuran aslinya.


Ketika kelompok Xiu Jimei tiba, mereka juga terkejut. Xiu Jimei bingung. Bagaimana bisa tumbuh lebih besar lagi?


"Jelas aku mengurangi dosisnya kemarin? Kenapa masih tumbuh sebesar ini?" gumamnya.


Xiu Jikai menghela napas berat. "Aku sudah bilang, firasat buruk menjadi kenyataan jika kamu yang melakukannya."


"Kenapa menyalahkan ku? Aku juga tidak menyangka ini akan terjadi."


Si kembar akhirnya berdebat dan tidak peduli dengan buah tomat yang matang di pohonnya. Tapi Yan Yujie yang berencana untuk makan tomat akhirnya ikut panen dan memakannya di tempat. Rasanya sangat manis, ada asamnya sedikit. Rasanya berbeda dengan tomat yang sering dimasak.


Tomat merah spiritual memang tidak dianjurkan untuk dicampur bahan masakan. Biasanya hanya dijadikan obat dan para alkemis sering mencarinya.


Nasi yang dihasilkan dari padi ini akan berguna sebagai obat bagi mereka yang kesulitan mencerna nutrisi dengan baik. Dan hanya dengan makan beberapa suap, perut akan lebih cepat kenyang. Cocok juga bagi orang yang diet.


Tapi sebelum itu, mereka harus membereskan kekacauan yang dibuat. Tanaman tomat yang berbuah harus dipanen lebih dulu. Keranjang kecil tidak cukup menampung semuanya jadi hanya bisa memakai keranjang besar khusus.


Meng Zhanluo kewalahan melihat buah tomat merah spiritual yang matang itu. Mau tidak mau ingin mencicipinya tapi terlalu besar. Jadi dia membawa satu ke dapur untuk dimakan.


Rasanya sangat enak dan manis. Dia merasa kembali seratus tahun lebih muda.


Setelah buahnya dipanen, pohonnya juga ditebang. Ladang itu gundul lagi.


Meng Zhanluo menghela napas lega ketika semuanya diurus dengan baik. Tapi untuk mengelabui yang lain, dia meminta murid-muridnya untuk menanam bibit tomat secara acak. Samarkan saja buktinya.


Serangkaian aksi itu membuat murid-murid dari gedung alkimia geleng-geleng kepala. Sangat tidak berdaya. Tapi mereka sangat takjub ketika melihat tomat merah spiritual yang sangat besar. Jadi mereka tidak mengeluh sama sekali.

__ADS_1


"Kali ini, jangan gunakan air roh yang kamu punya atau ramuan apapun. Tetaplah di samping dan kami yang akan mengurusnya." Xiu Jikai memberikan perintah kematian pada adiknya.


"..." Xiu Jimei hanya bisa mengeluh diam-diam. Bukankah bagus jika tomat itu tumbuh lebih cepat? Batinnya.


Ming Zise hanya tersenyum dan mengelus kepala gadis itu. Lalu pergi untuk mengurus tomat merah spiritual yang ada. Tomat yang ditanam oleh tunangannya, bagaimana mungkin dia tidak mendapatkan bagian?


Jadi saat ini, Xiu Jimei menjadi orang paling santai.


Para peserta ujian lain tidak menyadari ada yang salah dengan ladang tomat yang ditanam oleh kelompok Xiu Jimei. Namun sepupu Xiu Jimei serta Shin Yalong tahu ada yang berbeda.


"Putri Xiu, apakah ladang tomat merah spiritualmu tumbuh menggila lagi?" tebak Shin Yalong dalam wujud gagak hitam. Dia bertengger di salah satu pohon tak jauh dari mereka.


"Bagaimana kamu tahu?" Gadis itu menyipitkan mata.


Gagak hitam itu sama sekali tidak takut ditatap olehnya. Dia hanya menggoyangkan ekornya sedikit.


"Oh, aku tertidur di sini semalam dan menyaksikan semua tanaman tomat itu tumbuh dalam sekejap. Tadi pagi, aku mandi air embun di salah satu tomat dan tak sengaja menjatuhkannya. Aku sepertinya mendengar ada orang berteriak di bawah jadi kabur saja," tutur Shin Yalong dengan nada polosnya.


Burung gagak itu sungguh santai saat mengatakan hal tersebut seolah-olah bukan masalahnya sama sekali.


"..."


Xiu Jimei menebak. Orang yang berteriak itu mungkin adalah salah seorang murid gedung alkimia yang kejatuhan tomatnya.


Sedangkan sudut mulut Xiu Jikai berkedut. "Lalu kenapa kamu tidak melapor malam tadi?"


"... Aku lupa."


"..." Sejak kapan burung gagak yang selalu pintar menjadi begitu pelupa? Xiu Jikai tidak lagi mengejar masalah itu.


Kelompok Xiu Jimei memiliki waktu istirahat beberapa hari seraya menunggu kelompok lain selesai melakukan tugas sebelumnya.


Barulah pada hari berikutnya lagi, mereka diajak ke pesawahan yang cukup luas. Setidaknya cukup untuk para peserta ujian menanam padi.

__ADS_1


Meng Zhanluo memimpin mereka dan menjelaskan. "Ini memang bukan waktu tanam padi yang baik. Tapi karena tugas yang kalian terima adalah menanam padi spiritual, maka aku akan mengecualikannya. Namun tidak mudah menanam padi. Kalian harus membajak sawahnya dari awal sampai tahap penanaman."


__ADS_2