Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Roh Bunga Datang


__ADS_3

Sebelum Fu Yiyuan menjawab, Ming Zise berkata lebih dulu. "Tidak perlu. Seseorang dari keluargamu mungkin sudah tahu tentang ini," jawabnya seraya menatap ke arah burung kolibri biru yang bersembunyi di kegelapan.


"..." Kaisar Alam Baka, Fu Heng serta Kasim kepercayaan kaisar di istana saat ini, langsung terdiam. Benar saja, pihak lain itu lebih kuat bukan?


Tapi bukan hanya Ming Zise saja yang menyadari keberadaan burung mata-mata, Xiu Jikai juga tahu. Dia terlalu malas untuk mengurus burung kecil itu. Xiu Jikai memilih fokus pada sulur roh pembunuh.


Fu Yanchi sedikit bodoh tapi dia juga bukan orang bodoh. "Keluarga Fu dipastikan tahu? Tapi dari mana mereka tahu?"


"Yah, dengan kemampuan mereka tidak sulit untuk mencari tahu." Ming Zise hanya bisa memberikan alasan kecil.


Fu Yanchi merasa apa yang dikatakan Ming Zise masuk akal. Keluarga Fu bukan keluarga kecil di negeri ini, mereka juga salah satu keluarga besar di ibu kota.


Wang Xuyue tidak terlalu memedulikan apa yang dikatakan mereka. Dia hanya merasa sedikit tidak nyaman saat ini. Bahkan sengaja berada di dekat Cip Cip.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Sulur roh pembunuh itu pasti tidak akan diam, mungkin saja menunggu kita keluar dari tempat ini." Wang Xuyue melihat sulir roh pembunuh yang bergerak ke sana dan kemari, mau tidak mau sedikit ngeri.


Sulur roh pembunuh memiliki energi spiritual yang aneh. Bukan hanya mampu menyembuhkan kultivasi tapi juga memakan orang. Sungguh mengerikan.


Di saat mereka sedang membicarakan apa langkah selanjutnya, Xiu Jimei akhirnya keluar tenda sambil menguap.


"Kenapa kalian di sini? Tidakkah kalian tidur?" tanyanya.


"Xiaomei!" Wang Xuyue senang melihat Xiu Jimei bangun tidur.


Tapi Ming Zise mengerutkan kening. Dia memberi Xiu Jimei energi spiritual mimpi indah sebelumnya, sehingga tidak akan mudah bangun. Namun sekarang Xiu Jimei bangun tidur seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Mungkinkah mantra mimpi indahnya tidak mempan? Ming Zise masih bertanya-tanya. Dia tidak tahu jika mantra mimpi indah itu telah dipatahkan oleh esensi delapan dewa-dewi.


"Ada apa?" Xiu Jimei masih sedikit mengantuk dan pikirannya belum bangun sepenuhnya. Ia hanya merasa jika langit terlihat hijau saat ini?


"Xiaomei! Xiaomei! Pikirkan cara sebelum kita mati malam ini," kata Wang Xuyue mulai berisik.

__ADS_1


"Mati?" Xiu Jimei menggosok kedua matanya dan minum air spiritual lebih dulu. Barulah dia mendengar suara berisik di sekitarnya.


Ketika pikirannya sadar sepenuhnya, ia menyadari jika sulur roh pembunuh telah mengepung array pelindung sekitar mereka berkemah.


"Kenapa tiba-tiba ada sulur roh pembunuh di sini?" Xiu Jimei tahu bahwa di hutan ini memang ada sulur roh pembunuh. Tapi harusnya masih cukup jauh. Tidak mungkin sulur-sulur itu datang begitu saja.


Fu Yanchi menggelengkan kepala. "Kami juga tidak tahu tentang ini. Saat kamu beristirahat, ular hijau itu berteriak memberitahu kami."


"Ular hijau?" Jenis hewan mana lagi itu? Xiu Jimei tanpa sadar melihat ular hijau di bahu Wuming. "Siapa ular hijau itu?"


Ular hijau yang ada di bahu Wuming menjulurkan lidahnya. "Putri, ini aku, Yamla."


"Kenapa kamu menjadi hijau?"


Putri, tolong jangan tanya ini, batin Yamla merasa malu (╥﹏╥).


Intinya, sekarang bukan waktunya mempermasalahkan Yamla yang menjadi hijau atau tidak. Tapi sulur roh pembunuh harus segera diatasi. Xiu Jimei melirik Ming Zise. Pria itu tersenyum dan mengangkat bahu. Dia sama sekali tidak akan ikut campur.


"Kalau begitu, kita hanya bisa melawan mereka?" Xiu Jimei bertanya pada yang lain.


"Jika sulur roh pembunuh itu tidak terlalu kuat untuk kita lawan, maka tidak apa-apa. Masalahnya, sulurnya terlalu banyak. Apakah yakin bisa diatasi semua?" Xuan Xing menghela napas tidak berdaya.


Xiu Jimei berpikir. Benar juga. Sulur hmroh pembunuh terlalu banyak dan khawatir teman-temannya kewalahan atau mungkin terluka. Jadi Xiu Jimei hanya memikirkan seseorang saat ini. Roh Bunga!


Tapi Roh Bunga tidak ada di sini saat ini. Ia harus memanggilnya sendiri.


"Pinky akan datang untuk membantu kita. Tanaman roh biarkan bertarung dengan tanaman roh, pasti seru." Xiu Jimei tersenyum.


"..." Mereka tidak menyangka jika Roh Bunga akan dipanggil untuk berurusan dengan sulur roh yang merepotkan itu.


"Ketika Pinky menghuni sulur untuk menghalau sulur roh pembunuh, kita akan mengurus sisanya." Xiu Jimei berkata lagi.

__ADS_1


"Nah, ide bagus! Kita akhirnya tidak menganggur." Xiu Jikai mengangguk setuju.


"..." Yang lainnya juga berpikir demikian. Bagus untuk membantu dan menggerakan otot.


"Bukankah Pinky ikut denganmu sebelumnya?" Yan Yujie mengerutkan kening.


Xiu Jimei menggelengkan kepala. "Dia kembali lagi untuk mengurus bunga kesayangannya. Raja Array Kuno selalu datang untuk membuat masalah di taman bunga Pinky. Dia tak bisa pergi lama-lama saat ini."


"Kasihan sekali," gumam Jia Lishan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Negeri Atas, Roh Bunga sedang menata bunga-bunga mawar potong di Istana Golden Lotus. Dia tidak merasa bosan sama sekali. Malam ini, cuacanya cukup bagus. Roh bunga berniat untuk mengurus benih-benih bunga yang baru saja tumbuh.


Tapi suara Xiu Jimei tiba-tiba saja muncul di benaknya, membuat Roh Bunga tertegun sebentar.


"Anak majikan!" Roh Bunga mengetahui apa yang terjadi dengan Xiu Jimei saat ini, mau tidak mau langsung menghilang di tempat.


Roh Bunga berteleportasi ke Negeri Alam Baka. Awalnya dia ingin langsung pergi ke tempat di mana Xiu Jimei berada. Namun Roh Bunga merasakan energi spiritual tanaman yang sangat kuat dari arah Hutan Alam Baka. Di sanalah Xiu Jimei berada saat ini.


Array pelindung hutan saat ini dipenuhi oleh sulur roh pembunuh. Roh Bunga sedikit terkejut. Terlebih lagi, ia merasakan ada energi spiritual dari makhluk tanaman satu rasnya.


"Mungkinkah sulur roh pembunuh telah berubah menjadi manusia?" gumamnya. "Tidak mungkin. Sulur roh pembunuh tidak akan meningkatkan kultivasi menjadi manusia. Tapi ... seseorang mungkin bisa mengendalikannya. Sepertinya ada kultivator dengan elemen kayu yang membuat ulah," imbuhnya lagi.


Roh Bunga langsung berubah menjadi sulur-sulur hijau berbunga dan berdaun kecil. Ia bergerak menuju ke perbatasan array pelindung Hutan Alam Baka. Kedatangannya membuat para penjaga gelap kekaisaran dan kultivator lainnya berwaspada. Mereka menebak apakah sulur hijau berbunga itu musuh yang sama dengan sulur roh pembunuh atau bukan.


Tapi Roh Bunga tidak mau peduli dengan para manusia itu. Ia harus segera memasuki array pelindung dan mencoba untuk menguji kekuatan sulur roh pembunuh.


"Sulur roh apa ini? Haruskah kita membunuhnya juga?" Salah satu penjaga gelap bersiap dengan pedangnya.


"Tunggu dulu. Tampaknya sulur bunga yang satu ini tidak berniat menyerang kita." Rekannya mencegah.

__ADS_1


Mereka melihat jika sulur hijau berbunga itu memasuki array pelindung Hutan Alam Baka tanpa kesulitan sama sekali. Bahkan burung mata-mata melihatnya dengan baik sehingga Kaisar Alam Baka tahu kedatangannya.


__ADS_2