
Luo Chan tidak tahu seberapa kuat pihak lain karena Zhongkui sendiri tidak melawannya. Namun merak merah yang berada di pihak lain tidak bisa dikalahkan sama sekali. Jadi kemungkinan besar merak merah itu merupakan binatang roh kontraktual.
Wanita itu ragu apakah harus pergi dan menguji kekuatannya atau tidak.
“Apakah mereka masih ada di sana sekarang?” tanyanya.
“Kemungkinan besar mereka akan melakukan perjalanan ke ibu kota saat ini. Karena naga dan phoenix yang terdeteksi akan muncul di sana sama sekali tidak ada. Aku tidak tahu apakah kemunculan naga dan phoenix itu masih ada hubungannya dengan gadis misterius itu atau tidak. Belum pasti,” jelas Zhongkui hanya menebak secara acak.
Tapi penjelasannya hampir membuat Luo Chan memikirkan berbagai kemungkinan. Mungkin saja gadis itu ada hubungannya dengan kemunculan naga dan phoenix bukan? Kenapa ia tidak berpikir ke sana sejak awal?
Karena memikirkan berbagai kemungkinan tersebut, Luo Chan berniat untuk pergi dan mengujinya lebih dulu. Ia tidak percaya jika tidak bisa mengalahkan seorang gadis yang belum dewasa.
“Kamu kembali dulu dan jangan katakan apa-apa pada siapapun.” Luo Chan hanya menatapnya dengan ringan dan memaafkan kegagalannya kali ini. Lalu menghilang dari tempatnya.
Zhongkui sudah berkeringat dingin sejak awal kedatangan Luo Chan. Kultivasi Luo Chan lebih tinggi darinya jadi tidak heran jika kekuatannya sendiri akan ditekan. Tentu saja setelah mendengar apa yang dikatakan Luo Chan, ia tahu apa yang harus dilakukan.
Zhongkui memasuki gerbang kota tanpa menunjukkan kelainan apapun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di tempat Xiu Jimei saat ini, kelompok Elder Chi berjalan kaki di hutan. Mereka tidak menemukan binatang roh terbang yang bisa diminta bantuan untuk mengantarkan mereka ke kota. Tapi meskipun demikian, mereka merasa lega. Setidaknya tidak ada binatang roh yang datang dan berusaha untuk membunuh mereka.
Jika dipikir-pikir lagi, bukankah itu aneh?
Di antara mereka, hanya Xiu Jimei yang terlihat tenang. Sejak mereka memasuki hutan, merak merah yang bersama gadis itu tiba-tiba menghilang. Lalu muncul seorang laki-laki yang sangat mirip dengan Xiu Jimei. Ternyata keduanya adalah saudara kembar.
Jika Xiu Jimei memiliki aura yang menenangkan seperti musim semi, maka Xiu Jikai sebaliknya. Hampir membuat mereka merinding.
__ADS_1
"Elder, kenapa rasanya hutan ini agak aneh?" tanya salah satu pengikutnya. "Tidak ada binatang roh yang menyerang kita. Lagi pula, hutan ini cukup berbahaya."
"Ya, ini benar. Hari ini tampaknya semua binatang roh menghilang entah ke mana," ucap yang lain.
"Jika terus seperti ini, kita bisa keluar hutan lebih cepat."
Elder Chi juga bertanya-tanya dalam hatinya. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Ia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi. Pohon-pohon di sekitarnya tampak besar dan menjulang tinggi. Sinar matahari hampir tak bisa menembus rimbunnya daun.
Biasanya, ada beberapa binatang roh yang menjaga beberapa wilayah hutan. Entah itu harimau, singa atau ular roh. Tapi selama mereka memasuki hutan, tidak ada hal-hal buruk terjadi.
Apakah dewa melindungi mereka saat ini?
"Jalan saja dan tidak berharap tidak ada binatang roh yang datang. Ini menghemat waktu," jelas Elder Chi.
"Ya, itu juga benar."
Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya. Tentu saja tidak ada binatang roh yang akan muncul dan menerkam mereka. Dengan kekuatan esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya, semua binatang roh itu jelas tidak berani kentut di depannya.
Jika binatang roh di Dunia Langit saja takut pada Xiu Jimei, apa lagi yang ada di alam sekuler yang lebih rendah ini?
"Mari kita istirahat dulu." Xiu Jikai merasa jika hari mulai gelap.
Tidak terlalu baik untuk melanjutkan perjalanan di malam hari. Biarkan semua orang beristirahat. Meskipun Xiu Jimei bisa menggunakan teleportasi untuk pergi ke suatu tempat, kekuatannya tidak bisa ditunjukkan begitu saja.
Alam sekuler berbeda dengan alam sekunder. Sedikit kekuatan yang langka di mata kultivator alam sekuler sudah bisa mengejutkan semua negeri. Ini tidak terlalu bagus.
"Ya, mari istirahat dulu dan lanjutkan perjalanan besok pagi." Elder Chi setuju.
__ADS_1
Semua orang tak banyak berkomentar. Mereka juga lelah berjalan dan akhirnya membuat api unggun. Awalnya mereka ingin berburu binatang untuk makan malam. Tapi melihat Xiu Jimei sudah mengeluarkan banyak barang dari ruang spiritual bawaan.
Elder Chi sedikit terkejut dengan banyak barang yang dikeluarkan. "Nona Xiu benar-benar siap dengan barang-barang ini. Apakah Nona Xiu sering bepergian?"
Bukan hal aneh bagi seorang kultivator membawa barang-barang untuk memasak dan lain sebagainya. Mereka akan menyimpannya dalam tas penyimpanan spiritual atau cincin penyimpanan spiritual. Jika ada kebutuhan mendesak, mereka bisa mengeluarkan barang yang dibawanya sejak awal.
Xiu Jimei mengangguk. "Yah, lebih nyaman dengan membawa barang-barang ini. Lagi pula, kurang enak jika hanya makan daging panggang tanpa garam."
"..." Elder Chi dan kelompoknya merasa pahit di dalam hati.
Ya, ini juga dibenarkan. Mereka para tetua sudah berpengalaman makan daging tanpa garam saat misi di masa muda dulu. Sekarang zaman semakin baik. Garam dan merica bisa dibawa untuk menaburi daging di alam liar.
Mereka semua memanggang ikan yang cukup besar. Xiu Jimei membuat sup, menanak nasi serta membuat sambal pedas asam manis.
Elder Chi serta yang lainnya tidak pernah makan seenak ini di alam liar. Dan kali ini mereka merasakannya. Sungguh keberuntungan satu kali seumur hidup.
Nasi yang harum, empuk dan putih. Pasti beras kualitas terbaik yang sangat mahal. Tidak semua orang bisa membeli beras dan makan nasi. Terutama keluarga miskin yang tidak berdaya. Belum lagi daging atau ikan, bahkan bumbu dapur tidak selengkap milik Xiu Jimei.
Semua orang makan sampai kenyang malam ini. Tapi mereka tidak menduga jika nafsu makan Xiu Jimei bahkan sangat besar. Anehnya, perut gadis itu tidak merasa kekenyangan sama sekali.
Sebagai seorang kakak, Xiu Jikai tentu saja harus menjelaskan dengan baik. "Adikku memiliki kebiasaan makan yang banyak setelah kehilangan cukup banyak energi spiritual. Tidak perlu dipusingkan."
"Ternyata begitu. Ini benar-benar luar biasa." Elder Chi mungkin bisa memahami sesuatu. Ia juga pernah melihat beberapa kultivator yang akan makan dalam porsi banyak setelah kehilangan banyak energi spiritual.
Xiu Jimei masih makan ikan panggang saat ini. Tiba-tiba saja suasananya menjadi tidak benar. Ada sesuatu yang datang ke arah mereka dan itu bukan hal baik. Xiu Jimei mengerutkan kening.
Untuk saat ini, Xiu Jimei tidak terlalu memperhatikan. Tidak ada yang bisa mengganggunya saat makan. Barulah setelah menghabiskan ikan terakhir dan minum air, ia bangkit dari duduknya dan melihat ke satu arah dengan ekspresi datar.
__ADS_1
Yang lainnya bingung dengan tindaan Xiu Jimei. Mungkinkah gadis itu menemukan sesuatu. Hanya Xiu Jikai saja yang terlihat tenang dari awal hingga sekarang.
Xiu Jimei menyipitkan mata. "Jangan bersembunyi. Lebih baik muncul atau mati!"