
Fu Chan Yin serta yang lainnya tak tinggal diam dan segera pergi ke Negeri Alam Baka untuk membantu pasukan Dunia Langit yang telah disiapkan sematang mungkin. Raungan iblis Alam Neraka menggema satu persatu, menjadi mimpi buruk semua orang.
Iblis Alam Neraka dari berbagai bentuk keluar dari pilar cahaya merah. Dipimpin oleh beberapa jenderal perkasa berbadan kekar maupun seksi. Para jenderal langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Dan yang terakhir keluar dari pilar cahaya merah adalah jenderal besar Alam Neraka, Ying.
Ying adalah siluman iblis Alam Neraka bertubuh manusia dan berkepala serigala. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada jenderal iblis Alam Neraka lainnya.
Energi spiritual yang terpancar dari tubuhnya juga sangat kuat.
Ketika mereka tiba di Dunia Langit, kultivasi mereka tidak lagi ditekan. Itu semua karena pilar cahaya merah bukan hanya mengirim mereka ke sini, tapi juga mengguncang inti Dunia Langit. Dengan begitu, kestabilan energi spiritual di Dunia Langit menjadi kacau.
“Kalian semua akan memimpin pasukan untuk menyebar dan menghancurkan semuanya. Bunuh tanpa terkecuali,” perintah Ying dengan suara yang agak serak dan menakutkan. Mata merahnya tampak penuh pembunuhan.
Ketiga jenderal yang cukup berkuasa di Alam Neraka mengangguk serempak. Dari ketiganya ada Mao, iblis Alam Neraka berkepala kucing putih. Ia memiliki perawakan langsung dan seksi. Bulu-bulu di ekornya bisa berubah menjadi jarum beracun yang mematikan.
Lalu ada Shui, iblis Alam Neraka berkepala elang. Sayapnya seperti pisau tajam yang mampu menebas apapun. Ia tampak gagah dengan otot di tubuhnya.
Dan yang terakhir adalah Tan, jenderal Alam Neraka berkepala banteng tanduk empat. Jenderal kekar yang terlihat menakutkan dengan banyak anting di telinganya.
Ketika Fu Chan Yin serta yang lainnya tiba, mereka melihat beberapa tokoh terkenal dari Alam Neraka. Ye Jue sakit kepala ketika memikirkannya. Ning Siyu sungguh tidak berperasaan, langsung mengirim tiga jenderal sekaligus.
“Itu tiga jenderal yang memiliki kekuasaan di Alam Neraka.” Ye Jue juga memperkenalkan Ying untuk membuat mereka berhati-hati saat melawannya. “Aku akan mencoba melawan Ying. Kalian bekerja sama melawan jenderal-jenderal itu, harusnya tidak terlalu sulit.”
“Lalu bagaimana kabarnya dengan dunia lain sekarang? Dunia Hantu dan Dunia Bawah belum memiliki kabar.” Fu Chan Yin menyipitkan mata.
“Tampaknya mereka ingin mengambil alih Dunia Langit lebih dulu sebelum menyerang dunia yang lain. Terutama tidak mudah melawan Dunia Bawah. Ning Siyu dan Lu Zheng sudah tahu jika Xiu Jichen kembali,” jelas Ye Jue.
“Ini juga masuk akal.” Wuming mengangguk.
Para jenderal Alam Neraka langsung membawa pasukannya masing-masing untuk menghancurkan beberapa tempat dan membunuh siapapun yang ditemui. Namun sayangnya, tak ada satu pun yang mereka temui selain pasukan dan orang-orang penting Dunia Langit.
__ADS_1
Mao sangat kesal dan mengeong manja. “Tampaknya manusia fana Dunia Langit telah bersiap-siap dengan sangat baik,” ejeknya.
Merasakan serangan energi spiritual yang sangat kuat membuat Mao langsung menghindar dengan cepat. Sebuah bola spiritual menghantam tanah tempat di mana Mao berdiri sebelumnya. ledakan besar terjadi hingga membuat lubang yang sangat besar.
Mao membelalak. “Ini tidak kecil,” gumamnya. “Ternyata masih ada kultivator Dunia Langit yang memiliki kekuatan luar biasa.”
Iblis Alam Neraka berkepala kucing putih itu segera melihat pelaku yang melempar bola spiritual. Lalu menyipitkan mata. Dia tidak mengenal pihak lain, tapi jelas tidak sederhana.
Fu Chan Yin tidak banyak bicara dan akhirnya berdiri tak jauh dari keberadaan Mao.
"Siapa kamu?" tanya Mao.
"Fu Chan Yin."
Fu Chan Yin? Mao tampaknya tidak terlalu tahu siapa orang ini. Namun namanya tidak asing. Ada akhirnya, Ying yang mendebafr pembicaraan keduanya pun berkata.
"Istri mantan Dewa Iblis sekaligus mantan pewaris esensi delapan dewa-dewi, Fu Chan Yin. Sesuai reputasinya, tidak buruk."
Akhirnya Mao tahu identitas Fu Chan Yin. "Ternyata itu istri mantan Dewa Iblis. Sungguh suatu kehormatan bisa melawan mantan pewaris esensi delapan dewa-dewi." Dia terkekeh, sama sekali tidak takut dengannya.
Mao menggerakkan ekornya dan semua bulu tampaknya telah berubah menjadi jarum beracun ketika melesat ke udara. Fu Chan Yin menggunakan pedangnya untuk memblokir smeua jarum itu. Bahkan menggunakan array spiritual untuk melindungi dirinya sendiri.
"Lumayan! Bagaimana dengan ini!" Mao menggunakan lebih banyak jarum beracun. Lalu bergegas menggunakan cakarnya untuk mencabik-cabik Fu Chan Yin.
Fu Chan Yin tersenyum. Tidak marah atau meremehkan. Dia bisa memblokir semua serangan Mao tanpa kesulitan. Keduanya terjerat lama hingga membuat Mao sangat marah.
"Kamu manusia fana yang menyebalkan!" Mao menggertakkan gigi. Dia akhirnya lengah dan lehernya ditendang.
Mao berteriak kesakitan dan terpental cukup jauh sebelum akhirnya menyeimbangkan tubuhnya lagi. Serangan Fu Chan Yin tidak kecil. Semuanya bertenaga.
__ADS_1
"Esensi delapan dewa-dewi sudah tidak ada dalam tubuhmu lagi. Bagaimana kamu bisa sekuat ini?" Mao bertanya apa adanya. Dia lebih suka menanyakan kondisi pihak lain ketimbang berpikir sendiri. Menurutnya terlalu membuang banyak waktu.
"Oh, meski tidak ada esensi delapan dewa-dewi di tubuhku, tentu saja aku juga kuat. Nak, aku hidup lebih lama darimu."
Fu Chan Yin tidak berbohong. Selama di Dunia Pagoda Neraka, ia telah menempuh banyak latihan tak masuk akal. Entah itu mencuci sumsum atau menguatkan fondasi, semuanya dilakukan. Belum lagi, dia juga memiliki teknik regenerasi tubuh.
"Huh! Tidak mungkin!" Mao sangat kesal dan kembali menyerangnya. Dia ingin menghancurkan Fu Chan Yin menjadi beberapa potong.
Tentu saja Fu Chan Yin tidak keberatan untuk memenuhi harapan Mao yang tinggi. Dia bekerja sama untuk berpura-pura tidak bisa menyerang dengan baik.
"Kamu bukan apa-apa di mataku!" Mao tertawa sombong hingga matanya membelalak. Taring kucingnya terlihat agak lucu sekaligus menyeramkan.
Sebuah bola energi spiritual yang tidak terlalu besar terbentuk di telapak tangan Mao. Kemudian dilempar ke arah Fu Chan Yin dengan kecepatan tak terduga.
Fu Chan Yin tidak sempat menghindar. Lebih tepatnya, dia sengaja tidak menghindar. Ketika serangan itu mengenainya, ledakan terjadi. Mao semakin senang dan tertawa keras sambil berkacak pinggang.
"Seberapa besar kekuatannya, ternyata hanya begitu-begitu saja!" Mao mengejek, bersiap untuk menyerang yang lain.
Namun tawanya langsung terhenti dan dia memperhatikan ke tempat di mana Fu Chan Yin hancur sebelumnya. Lalu membelalak lagi. Semua pecahan tubuh Fu Chan Yin kali menyatu perlahan hingga membentuk tubuh sebelumnya.
"Tidak mungkin! Bagaimana kamu melakukannya?!" Mao sangat tidak menerima apa yang ada di depan matanya.
Jelas sudah hancur tapi kenapa tubuhnya utuh lagi seolah-olah itu ....
"Regenerasi!" Mao akhirnya menebak teknik regenerasi.
Teknik mesum apa ini? Regenerasi tubuh yang hancur benar-benar ada? Lalu di mana jantungnya? Selama Mao menemukan jantung Fu Chan Yin, tentu saja bisa membunuhnya!
"Karena kamu sudah selesai, maka sekarang giliranku," kata Fu Chan Yin.
__ADS_1
Mao juga ingin melihat seberapa kuat Fu Chan Yin. Pada akhirnya, dia harus mengakui jika wanita itu memang lawan yang kuat. Mao semakin bersemangat untuk melawannya.